Cara Praktis Membuat Wedang Uwuh Khas Jogja Kaya Rempah Hangat dan Sehat
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - Wedang uwuh dikenal sebagai minuman tradisional khas Yogyakarta yang sarat dengan berbagai rempah alami.
Minuman ini memiliki cita rasa hangat yang khas sekaligus aroma rempah yang kuat. Tidak hanya nikmat diminum saat cuaca dingin, wedang uwuh juga sering dikonsumsi karena dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.
Perpaduan bahan alami seperti jahe, kayu manis, cengkeh, dan serai membuat wedang uwuh memiliki karakter rasa yang unik. Selain memberi sensasi hangat di tubuh, berbagai rempah tersebut juga dikenal memiliki kandungan alami yang bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Baca JugaResep Bihun Goreng Berkatan Gurih dan Nendang, Menu Praktis untuk Jualan Nasi Kotak
Di Yogyakarta sendiri, wedang uwuh telah lama menjadi minuman tradisional yang banyak dijual oleh pelaku usaha rumahan. Salah satunya adalah Agus Nuryanto (55), pelaku usaha wedang uwuh dari Dusun Dagen, Kelurahan Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta. Ia telah memulai usaha wedang uwuh sejak tahun 2019 dan memproduksi minuman rempah tersebut secara mandiri.
Menurut Agus, proses pembuatan wedang uwuh memerlukan tahapan yang cukup teliti agar kualitas bahan tetap terjaga. Mulai dari pemilihan bahan hingga proses pengeringan harus dilakukan dengan benar agar rempah tetap higienis dan layak dikonsumsi.
“Proses produksi itu bahan-bahan semua kita cuci, terus kita keringkan. Setelah pengeringan matahari kita anggap cukup, kita pastikan lagi ke oven,” ujar Agus Nuryanto.
Menyiapkan Berbagai Rempah sebagai Bahan Dasar
Tahap awal dalam membuat wedang uwuh adalah menyiapkan berbagai jenis rempah yang menjadi bahan utama minuman tersebut. Bahan-bahan ini biasanya terdiri dari jahe, serai, kayu manis, cengkeh, kepulaga, hingga berbagai jenis daun aromatik seperti daun pala dan daun manis.
Rempah-rempah tersebut dipilih karena memiliki aroma khas yang kuat serta memberikan rasa hangat pada minuman. Dalam satu racikan wedang uwuh, jumlah bahan yang digunakan bahkan bisa mencapai belasan jenis rempah.
Menurut Agus, komposisi bahan yang beragam inilah yang membuat wedang uwuh memiliki karakter rasa berbeda dibandingkan minuman rempah lainnya.
“Komposisi dalam wedang uwuh itu ada jahe, sereh, kepulaga, kayu manis, cengkeh, batang cengkeh, daun cengkeh, daun pala, daun manis, sama gula. Kalau dihitung sekitar 12 item dalam satu minuman,” jelas pemilik Wedang Uwuh Djewery ini.
Mencuci dan Mengeringkan Rempah Secara Alami
Setelah semua bahan tersedia, tahap selanjutnya adalah mencuci seluruh rempah hingga bersih. Proses pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada daun maupun batang rempah sebelum diproses lebih lanjut.
Selain menjaga kebersihan, proses ini juga penting untuk memastikan bahan yang digunakan benar-benar layak diolah. Setiap bahan diperiksa terlebih dahulu agar tidak ada bagian yang rusak atau kualitasnya menurun.
“Proses produksi itu bahan-bahan semua kita cuci dulu sebelum diproses lebih lanjut,” kata Agus.
Setelah dicuci, rempah-rempah kemudian dijemur menggunakan sinar matahari. Penjemuran dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam bahan sehingga rempah tidak mudah berjamur saat disimpan.
Pengeringan alami dengan sinar matahari juga membantu mempertahankan aroma asli dari rempah-rempah tersebut.
“Kita cuci terus kita keringkan di atas itu. Kita punya tempat pengeringan dengan matahari,” ujar Agus.
Mengeringkan Bahan dengan Oven
Walaupun telah dijemur menggunakan sinar matahari, proses pengeringan bahan belum berhenti sampai di situ. Rempah-rempah kemudian dimasukkan ke dalam oven untuk memastikan tingkat kekeringannya benar-benar maksimal.
Langkah ini penting untuk mencegah bahan cepat rusak atau berjamur ketika disimpan dalam jangka waktu tertentu. Dengan tingkat kekeringan yang lebih stabil, kualitas rempah dapat terjaga dengan baik.
“Setelah pengeringan matahari kita anggap cukup kering, kita pastikan lagi ke oven. Ke oven semua,” jelasnya.
Proses ini menjadi salah satu tahap penting dalam produksi wedang uwuh karena kualitas bahan sangat menentukan rasa dan aroma minuman yang dihasilkan.
Menyimpan dan Menyortir Rempah Sebelum Diracik
Rempah-rempah yang telah kering kemudian disimpan di dalam wadah tertutup seperti toples atau kotak penyimpanan. Penyimpanan ini bertujuan untuk menjaga bahan tetap steril serta terlindungi dari udara lembap dan serangga.
Selain menjaga kebersihan bahan, wadah kedap juga membantu mempertahankan aroma rempah sebelum digunakan dalam proses produksi selanjutnya.
“Setelah di oven kita simpan dulu di bak atau toples sebagai persiapan produksi,” kata Agus.
Sebelum diracik menjadi satu paket wedang uwuh, seluruh bahan kembali melalui proses penyortiran. Pada tahap ini, setiap rempah diperiksa kembali untuk memastikan kualitasnya masih baik.
Jika terdapat daun atau bahan yang terlihat kurang bagus, maka bahan tersebut akan dipisahkan dan tidak digunakan.
“Dalam pengepakan itu kita juga memilih daun mana yang tidak bagus. Kita retur juga, jadi tidak semuanya bahan itu masuk,” jelasnya.
Meracik dan Mengemas Wedang Uwuh Siap Seduh
Tahap terakhir dalam proses pembuatan wedang uwuh adalah meracik seluruh rempah yang telah disortir menjadi satu paket minuman. Setiap bahan dicampurkan dengan komposisi tertentu agar menghasilkan aroma dan rasa yang khas.
Setelah itu, rempah-rempah tersebut dikemas menjadi satu bungkus yang siap diseduh oleh konsumen.
Menurut Agus, setelah melalui seluruh proses tersebut, wedang uwuh dapat langsung diseduh dengan air panas tanpa perlu dicuci kembali.
“Pembeli tinggal masukkan ke gelas dan diseduh air panas, sudah cukup. Tidak perlu dicuci ulang,” ujar Agus.
Dengan proses produksi yang teliti mulai dari pemilihan bahan hingga pengemasan, wedang uwuh tetap dapat mempertahankan cita rasa khasnya. Minuman tradisional ini tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner Yogyakarta, tetapi juga tetap diminati karena kehangatan serta aroma rempah yang menenangkan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












