Lebih dari 40 Ribu Nasabah Manfaatkan Fitur Kantong Haji dan Umrah Jago Syariah
- Kamis, 05 Maret 2026
JAKARTA - Perencanaan keuangan untuk ibadah ke Tanah Suci kini semakin mudah dilakukan melalui layanan digital perbankan. Hal ini tercermin dari tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan fitur khusus tabungan haji dan umrah yang disediakan oleh Jago Syariah.
Fitur tersebut memungkinkan nasabah mengatur dan memisahkan dana ibadah secara lebih terencana sehingga persiapan menuju Tanah Suci dapat dilakukan secara bertahap dan lebih terstruktur.
PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui Unit Usaha Syariah, Jago Syariah, mencatat bahwa hingga saat ini lebih dari 40 ribu nasabah telah memanfaatkan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah untuk mulai merencanakan perjalanan ibadah mereka. Fitur ini menjadi salah satu inovasi yang membantu masyarakat mengelola keuangan berbasis tujuan, terutama untuk kebutuhan religius yang memerlukan perencanaan jangka panjang.
Baca JugaAllianz Life Syariah Hadirkan AlliSya CI Hasanah Proteksi 77 Penyakit Kritis
“Data internal kami menunjukkan adanya tren kenaikan yang terkait dengan kegiatan ibadah (perencanaan keuangan/transaksi untuk ibadah), terutama mempersiapkan ibadah haji atau umrah,” kata Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja di Jakarta, Rabu.
Fitur Kantong Haji dan Umrah Diluncurkan Sejak Oktober 2025
Fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah sendiri merupakan inovasi yang relatif baru. Layanan ini mulai diperkenalkan kepada nasabah pada Oktober 2025 sebagai bagian dari pengembangan layanan perbankan digital berbasis syariah yang memudahkan pengelolaan keuangan sesuai kebutuhan pengguna.
Melalui fitur tersebut, nasabah dapat membuat template khusus tabungan yang secara khusus dialokasikan untuk tujuan ibadah haji maupun umrah. Dengan demikian, dana yang disimpan dapat dipisahkan dari kebutuhan lain sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah.
Waasi mengatakan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah baru diluncurkan pada Oktober 2025. Fitur ini berupa template khusus untuk tabungan haji dan umrah yang memungkinkan nasabah memisahkan serta mengalokasikan dana sesuai tujuan keuangan secara lebih terstruktur.
Walaupun baru diluncurkan beberapa bulan lalu, respons dari nasabah cukup positif. Banyak pengguna yang mulai memanfaatkan layanan tersebut untuk mempersiapkan dana perjalanan ibadah secara bertahap.
Sejak diperkenalkan hingga Januari 2026, tercatat sekitar 16.000 nasabah telah membuat Kantong Haji dan sekitar 20.000 nasabah membuka Kantong Umrah. Angka tersebut menunjukkan adanya minat yang cukup tinggi terhadap layanan perencanaan keuangan berbasis tujuan religius.
Tren Penggunaan Fitur Religius Meningkat Saat Ramadan
Momentum Ramadan juga turut memengaruhi aktivitas transaksi yang berkaitan dengan kebutuhan ibadah. Dalam dua pekan pertama bulan suci tersebut, Jago Syariah mencatat adanya peningkatan aktivitas nasabah yang memanfaatkan berbagai fitur kantong untuk kebutuhan religius.
Waasi juga menyebutkan bahwa selama dua pekan pertama Ramadan ini, terdapat sekitar 142.000 nasabah yang tercatat lebih aktif menggunakan berbagai fitur kantong untuk kebutuhan religius. Dalam periode tersebut, Kantong Haji dan Umrah menempati urutan keempat dari sisi penggunaan.
Adapun urutan pertama ditempati oleh kantong perencanaan dana kurban. Posisi kedua diisi oleh kantong kebutuhan Ramadan dan THR, sedangkan urutan ketiga ditempati oleh kantong untuk zakat, sedekah, dan infak.
Menurut Waasi, urutan tersebut bersifat situasional karena data diambil pada momentum Ramadan. Oleh sebab itu, komposisi penggunaan fitur bisa berubah pada periode lain di luar bulan suci.
Waasi menyampaikan bahwa peringkat tersebut bersifat situasional karena pengambilan data dilakukan pada momentum Ramadhan, sehingga komposisinya berpotensi berubah pada periode berbeda.
Nasabah Semakin Terencana Mengelola Keuangan
Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa semakin banyak nasabah yang mulai menyadari pentingnya perencanaan keuangan. Tidak hanya untuk kebutuhan harian, tetapi juga untuk tujuan jangka panjang yang membutuhkan persiapan matang.
Meski begitu, ujar dia, kondisi ini menunjukkan bahwa nasabah Jago Syariah semakin terencana dalam mengelola keuangan.
Nasabah tidak hanya menyiapkan kebutuhan jangka pendek seperti pengeluaran selama Ramadan, tetapi juga mulai merencanakan kebutuhan jangka panjang secara lebih sistematis. Hal ini mencerminkan perubahan perilaku finansial masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pengelolaan dana berbasis tujuan.
Menariknya, imbuh Waasi, sekitar 5 persen dari kantong yang digunakan untuk kebutuhan religius tersebut merupakan kantong bersama.
Fitur kantong bersama ini memungkinkan lebih dari satu pengguna untuk mengelola dana dalam satu kantong yang sama. Dengan mekanisme tersebut, nasabah dapat mengumpulkan dana bersama keluarga atau kelompok tertentu untuk tujuan ibadah yang sama, seperti merencanakan perjalanan umrah secara kolektif.
Transaksi Sedekah dan Amal Naik Signifikan
Selain penggunaan fitur perencanaan ibadah, Jago Syariah juga mencatat peningkatan aktivitas transaksi amal selama bulan Ramadan. Dalam periode sekitar dua pekan pertama Ramadan, transaksi sedekah dan amal mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
Pada periode Ramadhan yang telah berjalan sekitar dua pekan, Jago Syariah juga mencatat bahwa transaksi sedekah dan amal meningkat hingga 250 persen.
Data internal juga menunjukkan bahwa sebagian besar nasabah memilih waktu subuh hingga dhuha untuk menunaikan zakat maupun sedekah. Pola transaksi ini mencerminkan kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan waktu pagi sebagai momen untuk memulai aktivitas ibadah.
Lebih dari 68 persen nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha, dan 53 persen dari transaksi sedekah ditujukan untuk memuliakan anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pengguna layanan Jago Syariah juga terus meningkat. Hingga akhir 2025, jumlah nasabah tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sambut Lebaran, bank bjb Optimalkan Layanan Kantor Cabang dan Digital Banking
- Kamis, 05 Maret 2026
FiberStar Incar 750.000 Homepass Baru 2026, Jaringan Fiber Optik Meluas
- Kamis, 05 Maret 2026
Pelatihan Digital Shopee Dongkrak Penjualan UMKM Hingga Tiga Kali Lipat
- Kamis, 05 Maret 2026
Festival Jejak Jajanan Nusantara Perkuat Ekosistem UMKM dan Akses Pasar Nasional
- Kamis, 05 Maret 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Tegaskan Perjanjian ART RI-AS Perkuat Akses Ekspor Nasional Strategis
- Kamis, 05 Maret 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 5 Maret 2026 Naik Rp4.000, Simak Daftar Lengkapnya
- Kamis, 05 Maret 2026












