Menteri PU Targetkan Perbaikan Jalan Nasional di Jatim Rampung H-10 Lebaran 2026
- Selasa, 03 Maret 2026
JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah memacu penyelesaian berbagai pekerjaan infrastruktur di jalur strategis.
Di Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh perbaikan jalan nasional harus tuntas sebelum puncak pergerakan masyarakat dimulai. Langkah ini ditempuh guna menjamin perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh perbaikan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur tuntas guna menjamin kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Baca JugaKUR Perumahan Capai Rp6,10 Triliun per Februari 2026, Dukung Program 3 Juta Rumah
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, langkah percepatan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat serta meminimalisir potensi gangguan lalu lintas di jalur utama pada saat arus mudik Lebaran nanti.
“Seluruh perbaikan jalan nasional harus sudah selesai maksimal H-10 Lebaran. Kita harus memastikan jalan nasional di Jawa Timur dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengendara roda dua,” kata Dody saat meninjau kesiapan di Tuban, Jawa Timur.
Kondisi dan Cakupan Jalan Nasional di Jawa Timur
Jaringan jalan nasional di Jawa Timur memiliki peran vital sebagai penghubung antarkota dan antarprovinsi. Total panjang jalan nasional di wilayah ini mencapai 2.261,68 kilometer yang terbagi dalam 358 ruas.
Selain itu, infrastruktur tersebut juga didukung oleh 973 jembatan dengan total panjang 34.807,36 meter. Tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur saat ini berada di atas 80 persen, menunjukkan mayoritas ruas berada dalam kondisi layak.
Meski demikian, pemerintah tetap mempercepat penanganan sejumlah titik kerusakan agar tidak mengganggu arus kendaraan saat mudik. Lonjakan volume kendaraan pada periode Lebaran berpotensi memperparah dampak kerusakan kecil jika tidak segera ditangani.
Penanganan Ribuan Titik Lubang Jalan
Dalam laporannya, fokus utama penanganan saat ini adalah penyelesaian lubang jalan yang tercatat sebanyak 14.132 titik di seluruh wilayah Jawa Timur.
Hingga kini, sebanyak 13.306 titik telah berhasil ditangani, sehingga menyisakan 826 titik yang ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. Penyelesaian sisa titik tersebut dikejar agar rampung sebelum batas waktu H-10 Lebaran.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang paling rentan terhadap kerusakan permukaan jalan.
Selain perbaikan fisik berupa penambalan dan pelapisan ulang, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali juga mempercepat pengecatan marka jalan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan visibilitas dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang mendukung.
Antisipasi Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
Kementerian PU bersama jajaran teknis telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Perhatian khusus diberikan pada ruas batas Kota Bangkalan–Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi.
Identifikasi tersebut memungkinkan penanganan lebih dini, baik melalui perbaikan geometrik jalan, pemasangan rambu tambahan, maupun penguatan koordinasi dengan aparat lalu lintas.
“Dengan kesiapan infrastruktur, personel, dan peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga,” tambah Dody.
Kesiapan personel dan peralatan menjadi elemen penting dalam menjaga respons cepat apabila terjadi gangguan di lapangan, termasuk kecelakaan atau kerusakan mendadak.
Mitigasi Bencana di Ruas Rawan
Selain fokus pada perbaikan rutin, mitigasi bencana juga menjadi perhatian serius pada sejumlah ruas yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor.
Lokasi prioritas mencakup ruas Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta jalur perbatasan Malang–Lumajang di segmen Turen Km 54 hingga Km 60.
Langkah mitigasi meliputi pembersihan saluran drainase, penguatan tebing, serta penempatan alat berat di titik strategis untuk mengantisipasi potensi longsor atau genangan air.
" Dengan kesiapan infrastruktur, personel, dan peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga," pungkasnya.
Dengan target penyelesaian maksimal H-10 Lebaran 2026, pemerintah berharap seluruh jalur nasional di Jawa Timur dapat dilalui secara aman dan nyaman. Percepatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan rasa aman bagi jutaan pemudik yang akan melintasi wilayah tersebut pada periode arus mudik dan balik Lebaran mendatang.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KUR Perumahan Capai Rp6,10 Triliun per Februari 2026, Dukung Program 3 Juta Rumah
- Selasa, 03 Maret 2026
Harga BBM 3 Maret 2026 Naik di SPBU Nasional, Cek Rincian Pertamina, Shell, BP, dan Vivo
- Selasa, 03 Maret 2026
PIHPS Catat Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Tinggi Hari Ini 3 Maret 2026
- Selasa, 03 Maret 2026
Rekomendasi 5 Rumah Subsidi Murah di Citeureup, Mulai Rp148 Jutaan Dekat Tol Jagorawi
- Selasa, 03 Maret 2026
Berita Lainnya
PIHPS Catat Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Tinggi Hari Ini 3 Maret 2026
- Selasa, 03 Maret 2026
Rekomendasi 5 Rumah Subsidi Murah di Citeureup, Mulai Rp148 Jutaan Dekat Tol Jagorawi
- Selasa, 03 Maret 2026
Mahindra Scorpio Pickup Jadi Andalan Operasional KDKMP 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya
- Selasa, 03 Maret 2026
Produksi CPO Nasional Dipastikan Aman, Pasokan Minyak Goreng Lebaran 2026 Terjaga
- Selasa, 03 Maret 2026
Kemenhub Tutup Sementara Penyeberangan Bali Saat Nyepi 2026, Cek Jadwal Lengkapnya
- Selasa, 03 Maret 2026









