PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Tembus 53,8, Tertinggi dalam 23 Bulan

PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Tembus 53,8, Tertinggi dalam 23 Bulan
PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Tembus 53,8, Tertinggi dalam 23 Bulan

JAKARTA - Kinerja sektor manufaktur Indonesia menunjukkan akselerasi signifikan pada Februari 2026. 

Aktivitas industri tidak hanya bertahan di zona ekspansi, tetapi juga mencatatkan laju pertumbuhan paling tinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Data terbaru memperlihatkan optimisme yang mulai menguat di tengah meningkatnya permintaan domestik dan ekspor.

Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia melanjutkan penguatan ke level 53,8 pada Februari 2026 dari bulan sebelumnya yang berada di angka 52,6. S&P Global melaporkan bahwa indeks yang menggambarkan aktivitas manufaktur nasional itu menunjukkan adanya ekspansi solid pada kondisi pengoperasian manufaktur yang merupakan ekspansi terbesar sejak Maret 2024.

Baca Juga

Menteri PU Targetkan Perbaikan Jalan Nasional di Jatim Rampung H-10 Lebaran 2026

"Perbaikan kondisi sektor manufaktur Indonesia kembali menguat pada pertengahan triwulan pertama, memberikan prospek positif pada bulan-bulan mendatang," ujar Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti melalui rilisnya.

Capaian tersebut menandai konsistensi sektor manufaktur yang mampu menjaga momentum pertumbuhan sejak awal tahun. Posisi indeks yang berada di atas level 50 mengindikasikan ekspansi, dan angka 53,8 menunjukkan penguatan yang cukup solid.

Permintaan Baru dan Ekspor Jadi Motor Pertumbuhan

Peningkatan PMI manufaktur utamanya didorong oleh percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia. Permintaan baru naik selama 7 bulan berturut-turut, dengan tingkat pertumbuhan di posisi paling kuat sejak November 2025.

Berdasarkan laporan peserta survei, jumlah pelanggan naik dan kepercayaan diri membaik. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan total permintaan baru terjadi secara luas, seiring produsen manufaktur Indonesia mencatat kembali peningkatan pesanan ekspor baru untuk pertama kali dalam 6 bulan.

Kenaikan pada permintaan ekspor baru merupakan yang paling tajam sejak Mei 2022. Hal ini menjadi sinyal penting bahwa daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global mulai kembali menguat setelah sempat tertahan.

"Kondisi permintaan menunjukkan tren positif, dengan penjualan yang meningkat cukup kuat sehingga mendorong kenaikan produksi, ketenagakerjaan, dan aktivitas pembelian. Terlebih lagi, kenaikan permintaan tidak terbatas pada klien domestik saja karena ekspor naik untuk pertama kali dalam 6 bulan," kata Usamah.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pemulihan tidak hanya bertumpu pada pasar domestik, tetapi juga didukung oleh perbaikan kinerja ekspor.

Produksi dan Ketenagakerjaan Ikut Meningkat

S&P Global mencatat meningkatnya penjualan telah mendorong perusahaan menaikkan ketenagakerjaan enam kali dalam 7 bulan pada tingkat tertinggi sejak November 2025. Kenaikan jumlah karyawan membantu manufaktur Indonesia meningkatkan produksi pada Februari 2026.

Output mengalami ekspansi pada laju tercepat sejak April 2024. Ketika terjadi peningkatan, perusahaan mengaitkan hal ini dengan kenaikan permintaan baru.

Dengan bertambahnya tenaga kerja, perusahaan mampu merespons lonjakan pesanan secara lebih optimal. Selain meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan saat ini, sebagian perusahaan juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat persediaan.

Perusahaan juga mencatat bahwa produksi tambahan digunakan untuk membangun stok untuk bersiap menghadapi kenaikan permintaan mendatang sehingga inventaris pascaproduksi naik selama 4 bulan berjalan.

Kondisi ini menunjukkan adanya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek jangka pendek, sehingga mereka mulai mempersiapkan kapasitas produksi lebih besar.

Tekanan Biaya Masih Jadi Tantangan

Di balik kinerja positif tersebut, sektor manufaktur Indonesia masih menghadapi tekanan dari sisi biaya. Inflasi biaya input tercatat meningkat tajam pada pertengahan triwulan pertama, terutama akibat kenaikan harga bahan baku.

Namun demikian, tingkat inflasi harga input turun di posisi yang terendah dalam 6 bulan. Artinya, meskipun masih terjadi kenaikan biaya, laju peningkatannya mulai melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Perusahaan pun menaikkan harga jual pada tingkat sedang sebagai upaya menjaga harga barang agar tetap kompetitif.

"Tekanan harga masih tetap tinggi, dengan produsen mencatat kenaikan beban biaya rata-rata di tengah laporan kenaikan harga bahan baku. Dengan demikian, tingkat inflasi merupakan yang paling rendah sejak Agustus lalu yang kemudian mendorong kenaikan tingkat rendah pada harga dari pabrik," tutur Usamah.

Strategi penyesuaian harga secara moderat ini dilakukan agar daya beli konsumen tetap terjaga, sekaligus menjaga margin usaha di tengah fluktuasi biaya.

Optimisme 12 Bulan Mendatang Tetap Solid

Sementara itu, tingkat optimisme terhadap prospek 12 bulan mendatang turun dibandingkan Januari 2026 dan di bawah rata-rata jangka panjang. Meski terjadi penurunan dibanding bulan sebelumnya, pelaku industri masih menunjukkan pandangan positif terhadap masa depan.

Data terbaru Indeks Output Masa Depan masih menunjukkan optimisme yang solid untuk tahun mendatang, didukung oleh harapan kondisi permintaan yang lebih kuat dan harga lebih stabil.

Secara keseluruhan, capaian PMI manufaktur 53,8 pada Februari 2026 menjadi sinyal kuat bahwa sektor industri pengolahan Indonesia tengah berada dalam fase ekspansi yang sehat. Permintaan domestik dan ekspor yang menguat, peningkatan produksi dan tenaga kerja, serta ekspektasi positif ke depan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan manufaktur pada bulan-bulan berikutnya.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga BBM 3 Maret 2026 Naik di SPBU Nasional, Cek Rincian Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

Harga BBM 3 Maret 2026 Naik di SPBU Nasional, Cek Rincian Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

PIHPS Catat Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Tinggi Hari Ini 3 Maret 2026

PIHPS Catat Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Tinggi Hari Ini 3 Maret 2026

Rekomendasi 5 Rumah Subsidi Murah di Citeureup, Mulai Rp148 Jutaan Dekat Tol Jagorawi

Rekomendasi 5 Rumah Subsidi Murah di Citeureup, Mulai Rp148 Jutaan Dekat Tol Jagorawi

Mahindra Scorpio Pickup Jadi Andalan Operasional KDKMP 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Mahindra Scorpio Pickup Jadi Andalan Operasional KDKMP 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Produksi CPO Nasional Dipastikan Aman, Pasokan Minyak Goreng Lebaran 2026 Terjaga

Produksi CPO Nasional Dipastikan Aman, Pasokan Minyak Goreng Lebaran 2026 Terjaga