Pramono Anung Pastikan LRT Velodrome–Ancol Segera Dibangun, Proyek Sudah Kantongi Persetujuan Resmi

Pramono Anung Pastikan LRT Velodrome–Ancol Segera Dibangun, Proyek Sudah Kantongi Persetujuan Resmi
Pramono Anung Pastikan LRT Velodrome–Ancol Segera Dibangun, Proyek Sudah Kantongi Persetujuan Resmi

JAKARTA - Pengembangan transportasi publik di Jakarta kembali menunjukkan progres baru. 

Setelah fokus pada penyelesaian jalur yang sedang berjalan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan rencana ekspansi berikutnya sudah mendapat lampu hijau. Jalur LRT dari Velodrome menuju Ancol dipastikan akan dibangun karena telah mengantongi persetujuan resmi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa jalur LRT Velodrome-Ancol sudah mendapatkan persetujuan. Pembangunan jalur tersebut akan direalisasikan setelah pengerjaan proyek LRT jalur Velodrome-Manggarai dirampungkan terlebih dahulu.

Baca Juga

PLN Indonesia Power Perkuat Komitmen Energi Bersih melalui Inovasi Hidrogen di IIMS 2026

Kepastian ini disampaikan Pramono kepada wartawan seusai menghadiri JIS Ramadan Fest di Jakarta Utara, Minggu, 1 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta terus berjalan sesuai tahapan yang telah disusun.

Fokus Penyelesaian Velodrome–Manggarai

Saat ini, proyek yang tengah digarap adalah LRT Jakarta tahap Velodrome menuju Manggarai. Jalur tersebut menjadi prioritas utama sebelum pemerintah melanjutkan pembangunan lintasan berikutnya.

Pramono menjelaskan bahwa setelah jalur Velodrome-Manggarai, terdapat dua opsi pengembangan lanjutan. Opsi pertama adalah memperpanjang jalur dari Manggarai ke Dukuh Atas. Opsi kedua adalah langsung membangun jalur baru dari Velodrome menuju Ancol.

"Pilihannya ada dua, Manggarai ke Dukuh Atas, atau kemudian menyelesaikan jalur baru yang sekarang ini sebenarnya jalurnya sudah mendapatkan persetujuan, yaitu dari Velodrome sampai dengan Ancol melewati JIS dan kemudian juga Tanjung Priok," kata Pramono kepada wartawan seusai hadir di JIS Ramadan Fest, Jakarta Utara.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kedua jalur sama-sama masuk dalam rencana strategis pengembangan transportasi berbasis rel di Jakarta.

Dua Proyek Dipastikan Tetap Dibangun

Meski terdapat dua opsi jalur lanjutan, Pramono memastikan keduanya tetap akan direalisasikan. Hanya saja, pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyelesaikan proyek yang sedang berjalan terlebih dahulu.

"Dua-duanya pasti akan dibangun. Dan sekarang ini kita sedang finalisasi untuk Manggarai," kata dia.

Dengan demikian, pembangunan jalur Velodrome-Ancol bukan sekadar wacana, melainkan proyek yang telah mendapat kepastian arah kebijakan. Jalur ini nantinya akan melewati sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dan Tanjung Priok.

Keberadaan jalur tersebut dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas kawasan Jakarta Utara dengan wilayah lainnya. Selain mendukung mobilitas warga, jalur ini juga berpotensi memperkuat akses menuju pusat kegiatan ekonomi dan kawasan wisata.

Target Operasional Akhir Tahun atau Awal Tahun Depan

Selain membahas rencana ekspansi, Pramono juga menyoroti progres penyelesaian jalur Velodrome-Manggarai. Ia berharap proyek tersebut dapat segera rampung dan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

"Mudah-mudahan apakah di akhir tahun ini atau awal tahun depan, LRT dari Velodrome sampai Manggarai sudah bisa beroperasi normal," ungkapnya.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penguatan transportasi massal di Jakarta. Dengan beroperasinya jalur Velodrome-Manggarai, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin efisien dan mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Penyelesaian jalur ini juga menjadi fondasi penting sebelum melanjutkan pembangunan lintasan ke Dukuh Atas maupun ke Ancol. Pemerintah daerah menekankan pentingnya tahapan yang matang agar proyek berjalan sesuai rencana dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Perluasan Jaringan LRT Perkuat Integrasi Transportasi

Pengembangan LRT Jakarta menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi. Dengan tambahan jalur Velodrome-Ancol dan kemungkinan perpanjangan hingga Dukuh Atas, jaringan LRT akan semakin luas dan menjangkau lebih banyak kawasan strategis.

Jalur Velodrome-Ancol yang melewati JIS dan Tanjung Priok diproyeksikan mendukung mobilitas menuju pusat olahraga, kawasan pelabuhan, serta destinasi wisata. Sementara itu, koneksi hingga Dukuh Atas berpotensi memperkuat integrasi dengan moda transportasi lain di pusat kota.

Kepastian bahwa kedua proyek akan dibangun memberikan sinyal bahwa pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti pada satu tahap saja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas warga.

Dengan persetujuan yang telah dikantongi untuk jalur Velodrome-Ancol serta finalisasi proyek Velodrome-Manggarai yang sedang berlangsung, arah pengembangan LRT Jakarta semakin jelas. Pemerintah berharap proyek-proyek ini dapat meningkatkan kualitas transportasi publik sekaligus mendorong efisiensi perjalanan masyarakat di ibu kota.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menhut Serahkan 8,3 Juta Sertifikat Perhutanan Sosial di IKN, Dorong Kesejahteraan Warga

Menhut Serahkan 8,3 Juta Sertifikat Perhutanan Sosial di IKN, Dorong Kesejahteraan Warga

Cara Cek PIP 2026 Secara Resmi, Panduan Lengkap dan Tips Hindari Penipuan Dana Pendidikan

Cara Cek PIP 2026 Secara Resmi, Panduan Lengkap dan Tips Hindari Penipuan Dana Pendidikan

Gampang Sembako Ramadhan 2026 Tangerang, Warga Bisa Beli Sembako Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Selama Puasa

Gampang Sembako Ramadhan 2026 Tangerang, Warga Bisa Beli Sembako Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Selama Puasa

Menteri PU Umumkan Diskon Tarif Tol 30 Persen Mulai H-9 Lebaran 2026 di Seluruh Indonesia

Menteri PU Umumkan Diskon Tarif Tol 30 Persen Mulai H-9 Lebaran 2026 di Seluruh Indonesia

Program Wajib Belajar 13 Tahun Diperkuat, Peran PAUD Jadi Fondasi Generasi Emas 2045

Program Wajib Belajar 13 Tahun Diperkuat, Peran PAUD Jadi Fondasi Generasi Emas 2045