Michelin Resmikan Pabrik Global Pertama di Shanghai, Perkuat Pasar NEV China
- Senin, 26 Januari 2026
JAKARTA - Kehadiran industri otomotif global di China kembali diperkuat dengan langkah strategis Michelin Group.
Produsen ban asal Prancis tersebut resmi mengoperasikan pabrik global pertamanya di Shanghai, menandai babak baru investasi manufaktur berteknologi tinggi yang difokuskan untuk mendukung pesatnya pertumbuhan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) di China.
Peresmian fasilitas ini menunjukkan keseriusan Michelin dalam menjawab transformasi industri otomotif, sekaligus mempertegas posisi China sebagai pusat penting pengembangan kendaraan ramah lingkungan di dunia.
Baca JugaLebaran 2026, Tol Prambanan-Purwomartani dan Ambarawa-Bawen Siap Difungsionalkan
Investasi Besar untuk Fasilitas Produksi Masa Depan
Michelin Group meresmikan pabrik global pertamanya di Shanghai pada Jumat, 23 Januari 2026 dengan nilai investasi mencapai 3 miliar yuan atau setara sekitar 425 juta dolar AS. Pabrik tersebut dirancang sebagai fasilitas produksi modern yang menggabungkan teknologi mutakhir dengan sistem manufaktur fleksibel.
Fasilitas ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif China yang terus berkembang, khususnya pada segmen kendaraan energi baru. Dengan desain produksi yang adaptif, pabrik ini mampu menyesuaikan volume dan jenis pesanan sesuai permintaan pasar yang dinamis.
Keputusan Michelin membangun pabrik global pertamanya di Shanghai mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap stabilitas dan prospek jangka panjang industri otomotif China, terutama dalam pengembangan teknologi kendaraan berkelanjutan.
Perjalanan Panjang Michelin di Pasar Otomotif China
Michelin bukan pemain baru di China. Perusahaan ini pertama kali memasuki pasar China pada dekade 1980-an dan sejak itu menyaksikan pertumbuhan pesat industri otomotif nasional, termasuk percepatan pengembangan teknologi kendaraan energi baru.
Seiring waktu, Michelin berhasil memperluas pangsa pasarnya secara signifikan. Saat ini, Michelin menguasai lebih dari 30 persen pangsa pasar ban NEV kelas atas di China. Produk-produknya telah digunakan oleh berbagai produsen otomotif domestik, memperkuat posisi Michelin sebagai salah satu pemasok utama di segmen premium.
Pengalaman panjang tersebut menjadi fondasi penting bagi Michelin dalam membangun pabrik baru yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar NEV yang semakin kompetitif dan berorientasi teknologi tinggi.
Teknologi Produksi Canggih dan Fleksibel
Pabrik global pertama Michelin di Shanghai dilengkapi dengan mesin-mesin terbaru milik Michelin yang memungkinkan proses produksi berjalan sangat efisien. Dalam kondisi optimal, fasilitas ini mampu memproduksi satu ban setiap 36 detik.
Keunggulan lain dari pabrik ini adalah fleksibilitas produksinya. Sistem manufaktur yang diterapkan memungkinkan perusahaan melayani pesanan dalam jumlah kecil, bahkan mulai dari 100 ban. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah penting di tengah kebutuhan pasar yang semakin beragam.
Sekitar 70 persen dari total output pabrik akan dialokasikan khusus untuk kendaraan energi baru. Selain itu, siklus pemesanan hingga pengiriman berhasil dipangkas secara signifikan, dari sebelumnya 10 hari menjadi hanya lima hari. Efisiensi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Michelin dalam memenuhi kebutuhan produsen otomotif dengan waktu yang lebih cepat.
Ekspansi ini juga akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan pabrik sebesar 1 juta ban. Dengan tambahan tersebut, total output Michelin di China meningkat dari 8,5 juta menjadi 9,5 juta ban per tahun.
Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Energi Terbarukan
Selain fokus pada peningkatan kapasitas dan efisiensi, Michelin menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari operasional pabrik barunya. Fasilitas ini dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan manufaktur terdepan dengan praktik ramah lingkungan di seluruh rantai produksi.
Menurut perusahaan, pabrik ini memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengoptimalkan manajemen produksi. Penggunaan AI memungkinkan proses produksi menjadi lebih presisi, efisien, dan minim limbah.
Lebih lanjut, operasional pabrik sepenuhnya menggunakan energi terbarukan. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Michelin dalam mendukung transisi hijau dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas manufaktur. Dengan demikian, pabrik ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai model industri berkelanjutan.
Dukungan bagi Pertumbuhan Berkualitas Tinggi di China
Peresmian pabrik global pertama Michelin di Shanghai menjadi simbol komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar China. Fasilitas ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan berkualitas tinggi industri otomotif nasional, sekaligus mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
"Pabrik masa depan" tersebut menandai langkah penting dalam komitmen jangka panjang Michelin terhadap China, sekaligus mendukung pertumbuhan berkualitas tinggi dan transisi hijau, ujar Matthew Ye, presiden dan CEO Michelin China Raya (Greater China) & Mongolia, pada upacara peluncuran.
Dengan teknologi canggih, kapasitas produksi yang meningkat, serta pendekatan berkelanjutan, Michelin optimistis pabrik ini akan menjadi pilar penting dalam memenuhi kebutuhan pasar NEV China yang terus berkembang, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam ekosistem otomotif global.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gubernur Jatim Dorong Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Cetak Generasi Mandiri
- Senin, 26 Januari 2026
Rambut Terasa Lepek? Lima Kesalahan Menggunakan Conditioner yang Perlu Dihindari
- Senin, 26 Januari 2026
Mengenal Gejala dan Faktor Pemicu Fibrilasi Atrium, Gangguan Irama Jantung Berbahaya
- Senin, 26 Januari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Tetapkan Kriteria UKM Kelola Tambang Mineral Logam Batubara Nasional
- Senin, 26 Januari 2026
Rivian Mulai Bangun Unit Perdana R2, Langkah Awal Produksi Massal SUV Listrik Terjangkau
- Senin, 26 Januari 2026
Grab Dorong UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos 2026, Bawa Cita Rasa Nusantara
- Minggu, 25 Januari 2026
Daftar Harga BBM Pertamina 25 Januari 2026: Update Terbaru Sebelum Bepergian
- Minggu, 25 Januari 2026











