Kementerian PU–Adhi Karya Percepat Penanganan 21 Sungai Pascabanjir Sumatera Barat

Kementerian PU–Adhi Karya Percepat Penanganan 21 Sungai Pascabanjir Sumatera Barat
Kementerian PU–Adhi Karya Percepat Penanganan 21 Sungai Pascabanjir Sumatera Barat

JAKARTA - Pemulihan wilayah terdampak banjir di Provinsi Sumatera Barat tidak hanya difokuskan pada perbaikan fasilitas umum, tetapi juga pada pemulihan fungsi sungai sebagai bagian penting dari sistem mitigasi bencana. 

Dalam konteks tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan penanganan menyeluruh terhadap puluhan aliran sungai yang terdampak banjir di sejumlah kabupaten.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya jangka menengah dan panjang agar sungai dapat kembali berfungsi secara optimal, sekaligus meminimalkan risiko banjir serupa di masa mendatang. Penanganan tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang tidak bersifat sementara.

Baca Juga

Presiden Prabowo Kembali ke Indonesia dengan Hasil Lawatan Penting

Kolaborasi Kementerian PU dan Adhi Karya

Kementerian PU dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk bergerak cepat dalam menangani 21 aliran sungai yang terdampak banjir di Provinsi Sumatera Barat. Penanganan dilakukan secara terpadu sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha milik negara dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Direktur Utama PT Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan bahwa upaya yang dilakukan tidak sekadar bersifat tanggap darurat, melainkan bagian dari langkah mitigasi bencana yang lebih berkelanjutan.

"Penanganan sungai ini tidak bersifat darurat tetapi menjadi bagian dari upaya mitigasi agar fungsi sungai kembali optimal," kata Moeharmein Zein Chaniago dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Padang, Sumatera Barat, Sabtu.

Menurutnya, pemulihan fungsi sungai sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Sebaran Sungai yang Ditangani di Tiga Kabupaten

Moeharmein Zein Chaniago menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 21 sungai di Sumatera Barat yang masih dalam tahap penanganan dan normalisasi. Sungai-sungai tersebut tersebar di tiga kabupaten yang terdampak cukup signifikan akibat banjir.

Rinciannya, terdapat enam sungai di Kabupaten Tanah Datar, 10 sungai di Kabupaten Agam, serta lima aliran sungai di Kabupaten Solok. Total panjang sungai yang ditangani mencapai 35,8 kilometer.

Penanganan yang dilakukan mencakup berbagai kegiatan teknis untuk mengembalikan fungsi alur sungai, termasuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat luapan air saat banjir melanda wilayah tersebut.

Sebaran lokasi yang cukup luas menuntut koordinasi intensif di lapangan agar pekerjaan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dukungan Alat Berat dan Personel Lapangan

Dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, PT Adhi Karya mengerahkan sumber daya yang cukup besar. Sebanyak 19 unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk mendukung proses normalisasi dan pembersihan sungai.

Selain itu, sebanyak 150 personel turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Personel tersebut terdiri atas tenaga teknis hingga supervisor yang bekerja secara terkoordinasi di 21 titik sungai terdampak banjir.

Pengerahan sumber daya ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Koordinasi antartim di lapangan menjadi kunci agar proses penanganan sungai dapat berjalan secara efisien.

Fokus Normalisasi dan Perlindungan Lingkungan

Pekerjaan penanganan sungai dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. Selain itu, perlindungan terhadap lingkungan sekitar menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pekerjaan.

Penanganan sungai difokuskan pada normalisasi alur sungai, pembersihan material, serta perbaikan kerusakan yang diakibatkan oleh luapan banjir. Material yang mengendap dan menghambat aliran air dibersihkan agar kapasitas sungai kembali normal.

"Adhi Karya berupaya hadir di lapangan untuk mempercepat penanganan sungai pascabanjir sebagai langkah penting dalam memulihkan kondisi di wilayah terdampak," kata Moeharmein Zein.

Ia menegaskan bahwa kehadiran langsung di lapangan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana secara nyata.

Harapan Pemulihan dan Komitmen Berkelanjutan

Melalui kerja kolaboratif dan respons cepat di lapangan, Moeharmein Zein Chaniago berharap fungsi sungai di wilayah terdampak dapat segera pulih. Pemulihan tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai.

Selain itu, penanganan sungai ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi risiko banjir di kemudian hari, seiring dengan meningkatnya kapasitas alur sungai setelah dilakukan normalisasi.

Adhi Karya, lanjut Moeharmein Zein, akan terus mendukung program penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur nasional. Dukungan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam membangun infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.

Upaya yang dilakukan di Sumatera Barat ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan BUMN dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur nasional di wilayah rawan bencana.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

TNI AD Bangun Jembatan Bailey, Akses Darat Langkat Kembali Tersambung

TNI AD Bangun Jembatan Bailey, Akses Darat Langkat Kembali Tersambung

BPBD Kota Bandung Turunkan Personel dan Logistik ke Lokasi Longsor di Cisarua

BPBD Kota Bandung Turunkan Personel dan Logistik ke Lokasi Longsor di Cisarua

Wamendagri Minta Modifikasi Cuaca untuk Dukung Evakuasi Korban Longsor Cisarua

Wamendagri Minta Modifikasi Cuaca untuk Dukung Evakuasi Korban Longsor Cisarua

Kemenag Resmi Buka Pendftaran Beasiswa S2 Double Degree Indonesia–Australia 2026

Kemenag Resmi Buka Pendftaran Beasiswa S2 Double Degree Indonesia–Australia 2026

Kemenag Paparkan Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 17 Oktober 2026

Kemenag Paparkan Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 17 Oktober 2026