Empat Cara Efektif Mengusir Lalat Musim Hujan agar Rumah Lebih Bersih dan Nyaman
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Musim hujan kerap membawa perubahan suasana di dalam rumah.
Udara menjadi lebih sejuk, namun kelembapan yang meningkat sering kali memunculkan persoalan baru, salah satunya kehadiran lalat yang semakin sering terlihat. Serangga ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membawa kuman yang dapat memengaruhi kebersihan lingkungan hunian.
Lalat dikenal sangat adaptif terhadap kondisi lembap dan hangat. Saat hujan turun terus-menerus, area di luar rumah menjadi kurang bersahabat bagi mereka, sehingga bagian dalam rumah sering dijadikan tempat berlindung sekaligus sumber makanan. Tanpa penanganan yang tepat, populasi lalat dapat meningkat dalam waktu singkat dan sulit dikendalikan.
Baca JugaMulai 1 Maret 2026, Citilink Terapkan Aturan Baru Bagasi untuk Penerbangan Domestik
Memahami penyebab kemunculan lalat saat musim hujan menjadi langkah awal yang penting. Dengan mengetahui faktor pemicunya, upaya pencegahan dan pengendalian bisa dilakukan secara lebih efektif. Berikut penjelasan lengkap mengenai alasan meningkatnya populasi lalat serta empat cara praktis untuk mengusirnya agar tidak kembali lagi.
Mengapa Lalat Mudah Berkembang Saat Musim Hujan
Kondisi lingkungan saat musim hujan sangat mendukung siklus hidup lalat. Tingkat kelembapan udara yang tinggi mempercepat proses perkembangbiakan serangga ini. Telur lalat dapat menetas lebih cepat dalam suasana basah dan hangat, sehingga jumlah lalat dewasa meningkat drastis dalam waktu singkat.
Selain itu, hujan deras memaksa lalat mencari tempat berteduh. Bagian dalam rumah yang memiliki suhu lebih stabil dan relatif kering menjadi lokasi ideal bagi mereka. Celah pintu, jendela, dan ventilasi sering dimanfaatkan lalat untuk masuk dan bertahan lebih lama di dalam ruangan.
Faktor lain yang turut berperan adalah meningkatnya bau dari sampah organik. Curah hujan tinggi membuat sampah lebih cepat membusuk dan menghasilkan aroma menyengat yang sangat menarik bagi lalat. Genangan air yang tercampur sisa makanan atau limbah rumah tangga juga menjadi titik favorit lalat untuk berkumpul dan berkembang biak.
Lingkungan Lembap dan Genangan Air sebagai Pemicu Utama
Genangan air yang tersisa setelah hujan sering kali luput dari perhatian. Wadah kosong, saluran air tersumbat, atau lubang kecil di halaman dapat menjadi tempat lalat betina meletakkan telur. Lingkungan yang basah secara konsisten memberikan jaminan kelangsungan hidup larva hingga berkembang menjadi lalat dewasa.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, lalat akan terus bermunculan meskipun sudah dibersihkan berkali-kali. Oleh karena itu, pengendalian lalat tidak cukup hanya dengan mengusir, tetapi juga perlu memutus sumber berkembang biaknya.
Empat Cara Mengusir Lalat Saat Musim Hujan Secara Efektif
Memanfaatkan Aroma Alami dan Tanaman Herbal
Tanaman herbal seperti lavender, kemangi, dan mint memiliki aroma kuat yang tidak disukai lalat. Menempatkannya di area dapur, dekat meja makan, atau di teras rumah dapat membantu mengurangi kehadiran lalat secara alami.
Selain tanaman hidup, minyak esensial dengan aroma serupa juga bisa dimanfaatkan. Larutan minyak sereh atau minyak kayu putih yang disemprotkan ke sudut ruangan mampu menciptakan suasana segar sekaligus membuat lalat enggan mendekat.
Menggunakan Perangkap Cuka Apel dan Sabun Cuci Piring
Perangkap ini tergolong sederhana namun cukup efektif. Campuran cuka apel dan beberapa tetes sabun cuci piring dalam wadah terbuka akan menarik lalat untuk datang. Sabun berfungsi menghilangkan tegangan permukaan cairan, sehingga lalat terperangkap dan tidak bisa terbang kembali.
Letakkan perangkap di area yang sering dilalui lalat agar hasilnya maksimal. Cara ini aman digunakan di dalam rumah karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Menjaga Kebersihan dan Kondisi Tempat Sampah
Tempat sampah basah dan terbuka menjadi magnet utama bagi lalat saat musim hujan. Pastikan wadah sampah selalu tertutup rapat dan sisa makanan dibuang dalam kantong plastik yang terikat.
Membersihkan tempat sampah secara rutin dengan cairan disinfektan juga penting untuk menghilangkan bau yang tersisa. Lingkungan yang bersih dan kering akan mengurangi ketertarikan lalat terhadap area rumah.
Memasang Alat Pengendali Lalat Berbasis Sinar UV
Teknologi lampu UV khusus serangga menjadi solusi modern untuk mengendalikan lalat di dalam ruangan. Cahaya dari lampu ini menarik lalat, kemudian serangga akan menempel pada papan lem yang tersembunyi di dalam alat.
Perangkat ini cocok digunakan di ruang makan atau ruang keluarga karena tidak menimbulkan suara bising maupun bau menyengat. Penggunaan alat ini membantu menekan populasi lalat tanpa perlu semprotan kimia.
Upaya Pencegahan agar Lalat Tidak Kembali
Mengusir lalat akan lebih efektif jika disertai langkah pencegahan jangka panjang. Menjaga sirkulasi udara tetap baik, mengeringkan area lembap, serta rutin membersihkan saluran air dapat membantu memutus siklus hidup lalat.
Dengan kombinasi kebersihan lingkungan dan metode pengusiran yang tepat, rumah akan tetap nyaman meskipun musim hujan berlangsung cukup lama.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi 7 Destinasi Wisata Bali Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar Liburan
- Jumat, 23 Januari 2026
Panduan Lengkap Login DANA Lewat Chrome Tanpa Aplikasi untuk Pengguna Akun Bisnis
- Jumat, 23 Januari 2026
Tujuh Cara Efektif Melubangi Galon Bekas Anti Pecah untuk Drainase Tanaman
- Jumat, 23 Januari 2026
9 Inspirasi Teras Rumah Adem dengan Kombinasi Pohon dan Tanaman Gantung
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Login DANA Lewat Chrome Tanpa Aplikasi untuk Pengguna Akun Bisnis
- Jumat, 23 Januari 2026
Tujuh Cara Efektif Melubangi Galon Bekas Anti Pecah untuk Drainase Tanaman
- Jumat, 23 Januari 2026
10 Rekomendasi Smartwatch Terbaik Bawah Rp 500 Ribu, Murah Tapi Berkualitas
- Jumat, 23 Januari 2026
9 Inspirasi Teras Rumah Adem dengan Kombinasi Pohon dan Tanaman Gantung
- Jumat, 23 Januari 2026








