Kinerja Pariwisata Nasional 2025 Lampaui Target, Kunjungan Wisman dan Devisa Menguat
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Sektor pariwisata nasional menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi sepanjang 2025.
Di tengah dinamika ekonomi global, Indonesia justru mampu mencatat pertumbuhan signifikan dari sisi kunjungan wisatawan, devisa, hingga pergerakan wisatawan domestik. Capaian ini menegaskan posisi pariwisata sebagai salah satu motor penting penggerak ekonomi nasional.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan bahwa berbagai indikator utama pariwisata 2025 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah. Hasil tersebut tidak hanya mencerminkan pemulihan pascapandemi, tetapi juga efektivitas strategi promosi, penguatan ekosistem pariwisata, serta meningkatnya kepercayaan wisatawan dan investor terhadap Indonesia.
Baca JugaPemerataan Pendidikan, Tiga Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Kepri Beroperasi
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Melampaui Target Pemerintah
Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara, kinerja pariwisata Indonesia sepanjang 2025 tercatat sangat positif. Menurut Widiyanti, capaian kumulatif kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan atau tumbuh 10,44 persen secara tahunan (year-on-year).
“Berdasarkan proyeksi kami, saat Badan Pusat Statistik menyelesaikan tabulasi data hingga Desember 2025 pada Februari ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan mencapai 15,3 juta untuk tahun penuh 2025. Angka ini melampaui target batas atas Rencana Kerja Pemerintah 2025 sebesar 15 juta kunjungan,” kata Widiyanti.
Capaian tersebut menempatkan pariwisata Indonesia di jalur pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan proyeksi awal. Keberhasilan ini juga dinilai sebagai hasil konsistensi promosi pariwisata yang menyasar pasar-pasar utama secara terarah dan berkelanjutan.
Pasar Utama Jadi Penopang Utama Kunjungan Wisman
Widiyanti menjelaskan bahwa sekitar 72 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara berasal dari negara-negara pasar utama yang selama ini menjadi fokus promosi Kementerian Pariwisata. Hal ini menunjukkan strategi pemasaran yang tepat sasaran dan mampu menghasilkan dampak nyata.
Malaysia tercatat sebagai kontributor terbesar dengan porsi sekitar 17 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara. Menurut Widiyanti, capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi pemasaran dan promosi yang dijalankan pemerintah, terutama melalui penguatan konektivitas, promosi lintas negara, serta kemudahan akses bagi wisatawan regional.
Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ini turut menjadi pengungkit utama bagi devisa pariwisata nasional, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang penting dalam neraca ekonomi Indonesia.
Devisa Pariwisata dan Belanja Wisatawan Meningkat
Seiring dengan naiknya jumlah kunjungan, devisa pariwisata juga mencatat pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata tercatat mencapai 13,82 miliar dolar AS atau tumbuh 9,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, rata-rata pengeluaran wisatawan atau average spending per arrival (ASPA) mencapai sekitar 1.259 dolar AS. Angka ini melampaui target RKP 2025 yang dipatok sebesar 1.220 dolar AS.
Widiyanti juga menyoroti surplus kunjungan wisatawan mancanegara dibandingkan perjalanan wisata warga negara Indonesia ke luar negeri, dengan selisih mencapai 5,64 juta kunjungan. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan dua hal penting sekaligus.
“Menurut dia, kondisi tersebut mengindikasikan dua hal penting, yakni meningkatnya daya tarik pariwisata Indonesia di mata wisatawan global serta potensi penguatan neraca devisa sektor pariwisata secara berkelanjutan.”
Surplus ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tujuan wisata yang diminati, tetapi juga mampu menahan kebocoran devisa dari sektor perjalanan internasional.
Pariwisata Domestik Tunjukkan Resiliensi Kuat
Tak hanya dari sisi internasional, kinerja pariwisata domestik juga mencatat capaian yang sangat menggembirakan. Sepanjang Januari hingga November 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,09 miliar perjalanan atau tumbuh 18,95 persen secara tahunan.
Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan perjalanan wisatawan domestik di Indonesia.
“Ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,” ujarnya.
Pertumbuhan signifikan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri, sekaligus memperkuat peran pariwisata sebagai sektor yang inklusif dan berdampak langsung terhadap perekonomian daerah.
Serapan Tenaga Kerja dan Investasi Terus Menguat
Capaian positif sektor pariwisata juga tercermin dari dampaknya terhadap ketenagakerjaan dan investasi. Sepanjang 2025, sektor pariwisata tercatat menyerap 25,91 juta tenaga kerja, bertambah sekitar 910 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi investasi, realisasi investasi pariwisata hingga triwulan III 2025 mencapai Rp53,92 triliun atau tumbuh 52,66 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap sektor pariwisata nasional.
Widiyanti menambahkan bahwa dari total anggaran Kementerian Pariwisata sebesar Rp1,48 triliun, realisasi anggaran 2025 mencapai 95,92 persen. Tingginya tingkat serapan anggaran tersebut mencerminkan optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pariwisata.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan dukungan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem investasi pariwisata nasional sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pariwisata Indonesia,” kata Widiyanti Putri Wardhana.
Dengan capaian tersebut, sektor pariwisata Indonesia menutup 2025 dengan catatan yang solid, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi Bebek Lezat dan Terjangkau di Kuningan, Favorit Pelajar dan Mahasiswa
- Rabu, 21 Januari 2026
Kopi Lemon untuk Diet: Benarkah Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan?
- Rabu, 21 Januari 2026
Kinerja Pariwisata Nasional 2025 Lampaui Target, Kunjungan Wisman dan Devisa Menguat
- Rabu, 21 Januari 2026
Cara Membuat Bubur Mutiara Bening dan Kenyal, Lengkap dengan Aneka Resep Lezat
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Menko PM Nilai Pesantren Inovatif, Namun Butuh Penguatan Transformasi Berkelanjutan
- Rabu, 21 Januari 2026
DKI Jakarta Perluas Program Sekolah Swasta Gratis, Kini Menjangkau 100 Sekolah
- Rabu, 21 Januari 2026
Dampak Program MBG Terasa di Daerah, Aktivitas Belajar Siswa Meningkat
- Rabu, 21 Januari 2026
Pekan Gizi Nasional Jadi Momentum BGN Dorong Keluarga Pahami Gizi Seimbang
- Rabu, 21 Januari 2026


.jpg)








