Harga Minyak Mentah Turun Seiring Dolar AS Menguat dan Permintaan Melambat
- Rabu, 05 November 2025
JAKARTA - Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 4 November 2025, terdorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan melemahnya indikator manufaktur yang menimbulkan kekhawatiran akan perlambatan permintaan.
Kondisi ini menimbulkan tekanan pada harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI), sementara keputusan OPEC+ menahan kenaikan produksi pada kuartal I 2026 turut mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap potensi kelebihan pasokan.
Dolar AS Menguat Membuat Minyak Lebih Mahal
Baca JugaProduksi dan Konsumsi Jagung Melonjak 23 Persen, Pemerintah Siapkan Ekspor Nasional
Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, menjelaskan bahwa tekanan pada harga minyak juga diperparah oleh koreksi pasar saham AS dan ketidakpastian akibat kemungkinan penutupan pemerintah. Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam empat bulan terhadap euro, memperkuat daya beli mata uang AS dan menambah beban bagi pembeli internasional.
Permintaan Global Diproyeksikan Masih Tumbuh Jangka Panjang
TotalEnergies memperkirakan permintaan minyak global akan terus meningkat hingga 2040 sebelum mengalami penurunan secara bertahap. Laporan prospek energi tahunan perusahaan menyoroti kekhawatiran keamanan energi dan kurangnya koordinasi politik yang memperlambat upaya global untuk mengurangi emisi.
Kebijakan Produksi OPEC+ Menjadi Faktor Penentu Pasokan
OPEC+ sebelumnya menyetujui peningkatan produksi minyak untuk Desember, namun menghentikan sementara kenaikan produksi untuk kuartal I 2026. Survei Reuters menunjukkan bahwa produksi minyak OPEC terus meningkat pada Oktober 2025, meski laju peningkatannya melambat dibandingkan dengan bulan-bulan musim panas.
Sanksi dan Geopolitik Berpengaruh terhadap Harga
Sanksi Amerika Serikat terhadap perusahaan energi Rusia sempat mendorong harga minyak, namun kini efeknya mulai memudar. Kepala Analis Komoditas SEB Research, Bjarne Schieldrop, menyatakan bahwa sanksi yang akan berlaku mulai 21 November kemungkinan besar akan kehilangan dampaknya seiring waktu.
Data Inventaris Minyak AS Menjadi Indikator Penting
Pelaku pasar menantikan data inventaris minyak mentah terbaru dari American Petroleum Institute (API). Survei awal Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS meningkat pada pekan terakhir, yang menjadi indikator penting untuk menilai keseimbangan pasokan dan permintaan.
Volatilitas Masih Tinggi, Strategi Pasar Tetap Diperhatikan
Kombinasi penguatan dolar AS, perlambatan sektor manufaktur, dan kebijakan produksi OPEC+ menciptakan tekanan menurun pada harga minyak global. Para pelaku pasar tetap waspada dan menunggu data terbaru untuk menentukan arah strategi perdagangan dan keputusan investasi di sektor energi.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Cirebon Senin, 12 Januari 2026 Menurut BMKG, Warga Diminta Waspada
- Senin, 12 Januari 2026
BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari, Senin 12 Januari 2026
- Senin, 12 Januari 2026
Berita Lainnya
Pertamina Klaim Distribusi BBM Berangsur Normal, 97 Persen SPBU Aceh Sudah Aktif
- Sabtu, 10 Januari 2026
Rekomendasi 5 Rumah Murah di Probolinggo dengan Harga Terjangkau Mulai Rp150 Juta
- Sabtu, 10 Januari 2026
Lifting Minyak Nasional Capai 605 Ribu Barel, Pemerintah Optimistis 2026
- Kamis, 08 Januari 2026












