Sektor Tekstil dan Garmen Indonesia Tetap Bergairah Hadapi Tantangan Global
- Selasa, 28 Oktober 2025
JAKARTA - Industri tekstil dan garmen Indonesia menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika perdagangan global.
Meski menghadapi fluktuasi permintaan dan tekanan impor, sektor ini terus berinovasi melalui digitalisasi, efisiensi energi, dan keberlanjutan, sehingga tetap menjadi kontributor utama ekspor nasional dan penyerap jutaan tenaga kerja.
Nilai Ekspor Tetap Mendorong Optimisme
Baca JugaProduksi dan Konsumsi Jagung Melonjak 23 Persen, Pemerintah Siapkan Ekspor Nasional
Ketua Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, menekankan bahwa industri tekstil dan garmen tetap mencatatkan kinerja ekspor yang signifikan. Pada Desember 2024, nilai ekspor mencapai US$11,9 miliar, menjadikan sektor ini sebagai salah satu penyumbang terbesar bagi ekspor nonmigas Indonesia.
“Angka ini membuktikan bahwa industri tekstil nasional tetap berkomitmen menjaga daya saingnya di pasar global meski menghadapi dinamika perdagangan internasional yang penuh tantangan,” ujar Anne. Hal ini menunjukkan bahwa industri garmen Indonesia tidak mengalami kemunduran, tetapi terus menyesuaikan diri dengan kondisi global yang selalu berubah.
Adaptasi Strategis untuk Menjaga Daya Saing
Anne menegaskan bahwa industri tekstil tidak hanya bertahan, tetapi aktif melakukan berbagai investasi strategis. Fokusnya meliputi efisiensi energi, digitalisasi proses produksi, dan penerapan prinsip sustainability.
“Kami ingin menegaskan bahwa industri tekstil Indonesia bukan sedang melemah, tetapi sedang beradaptasi. Kami terus berinvestasi dalam efisiensi energi, digitalisasi, dan sustainability untuk memastikan daya saing produk Indonesia di pasar global tetap kuat,” jelas Anne.
Langkah-langkah ini dianggap penting agar industri tetap kompetitif, terutama dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Investasi berkelanjutan juga membantu industri menyesuaikan diri dengan tren konsumen yang menekankan produk ramah lingkungan dan praktik produksi yang bertanggung jawab.
Kontribusi Ekonomi dan Lapangan Kerja
Industri tekstil dan garmen Indonesia tidak hanya berperan dalam ekspor, tetapi juga menjadi pilar penting dalam penciptaan lapangan kerja. Sektor ini menyerap jutaan tenaga kerja, terutama di pusat produksi utama seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Anne menekankan bahwa penguatan daya saing tidak selalu bergantung pada kebijakan protektif. “Kami meyakini bahwa dengan peningkatan daya saing dari sisi SDM, teknologi, energi, dan rantai pasok, industri garmen dan tekstil nasional mampu bertahan dan terus berkembang, bahkan tanpa adanya kebijakan over-protective yang tidak selalu menguntungkan semua pihak,” ujarnya.
Selain itu, isu impor ilegal yang sempat muncul ditanggapi dengan bijak. Anne mengimbau pihak yang menuduh agar menyertakan bukti konkret kepada otoritas terkait, sehingga masalah dapat ditangani secara tepat dan tidak menimbulkan anggapan negatif terhadap sektor ini.
Masa Depan Inovatif dan Berkelanjutan
Ke depannya, pengusaha sektor tekstil dan garmen optimistis bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, industri ini akan terus tumbuh dan memperkuat posisinya dalam ekonomi global.
“Dengan investasi berkelanjutan dan komitmen terhadap inovasi, industri tekstil Indonesia siap menghadapi tantangan global dan tetap berperan sebagai kontributor utama ekspor nasional. Masa depan industri tekstil Indonesia adalah masa depan yang berkelanjutan, inovatif, dan inklusif,” tandas Anne.
Sektor ini menunjukkan bahwa tantangan global bukanlah hambatan, melainkan momentum untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi, menjaga agar tekstil dan garmen Indonesia tetap menjadi kekuatan utama di pasar dunia, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Cirebon Senin, 12 Januari 2026 Menurut BMKG, Warga Diminta Waspada
- Senin, 12 Januari 2026
BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari, Senin 12 Januari 2026
- Senin, 12 Januari 2026
Berita Lainnya
Pertamina Klaim Distribusi BBM Berangsur Normal, 97 Persen SPBU Aceh Sudah Aktif
- Sabtu, 10 Januari 2026
Rekomendasi 5 Rumah Murah di Probolinggo dengan Harga Terjangkau Mulai Rp150 Juta
- Sabtu, 10 Januari 2026
Lifting Minyak Nasional Capai 605 Ribu Barel, Pemerintah Optimistis 2026
- Kamis, 08 Januari 2026












