Medco E&P Optimalkan Produksi Gas South Sumatra Block

Medco E&P Optimalkan Produksi Gas South Sumatra Block
Medco E&P Optimalkan Produksi Gas South Sumatra Block

JAKARTA - PT Medco E&P Indonesia yakin mampu mempertahankan produksi gas di South Sumatra Block pada level 60 hingga 65 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga akhir 2025.

VP Operation Onshore Medco E&P, Irfan Eka Wardhana, menyatakan, saat ini produksi berada di kisaran 60–65 MMSCFD, lebih tinggi dibanding rata-rata produksi 2024 yang mencapai 53,62 MMSCFD.

“Alhamdulillah, ternyata bisa dan kami akan bertahan [hingga akhir tahun] di sekitar ini ya, 65 juta, 60 juta sampai 65 juta [standar kaki kubik per hari],” ujar Irfan saat media visit di Stasiun Soka Medco E&P, Sumatra Selatan. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan perusahaan untuk menjaga pasokan gas nasional tetap stabil, khususnya untuk industri strategis di Sumatra Selatan.

Baca Juga

INKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal

Peran Strategis South Sumatra Block dalam Ketahanan Energi

South Sumatra Block telah menjadi tulang punggung pasokan gas domestik sejak pengembangan awal pada 1990-an. Irfan menyebutkan, blok ini mendukung kebutuhan energi berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), serta masyarakat lokal. Selain gas, blok ini juga menghasilkan minyak sebanyak 2.320 barel per hari (BOPD) pada 2024.

“Medco E&P beroperasi dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan yang tinggi untuk memastikan pasokan energi nasional tetap andal. Kami akan terus mendukung agenda Pemerintah dalam menjaga ketahanan energi melalui operasi yang aman dan efisien,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen Medco untuk menghadirkan energi yang andal sambil mematuhi standar keselamatan dan lingkungan.

Pengembangan Proyek Baru untuk Menjaga Produksi

Untuk memastikan keberlanjutan pasokan gas, Medco E&P tengah mengembangkan dua proyek utama, yaitu Flamboyan Rengas dan Arung Nowera. Proyek-proyek ini fokus pada pengeboran sumur baru yang akan mendukung tingkat produksi migas di wilayah kerja seluas tujuh kabupaten di Sumatra Selatan. Saat ini, Medco mengelola 139 sumur aktif yang terbagi di dua area operasi, Western Field dan Eastern Field.

Irfan menekankan, pengembangan proyek baru merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional. Dengan upaya ini, Medco berupaya memastikan pasokan gas tetap stabil meski permintaan terus meningkat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam sektor energi.

Inisiatif Pengurangan Emisi dan Efisiensi Energi

Kepala Dept. Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Syafei, menambahkan, Medco E&P bersama SKK Migas melaksanakan berbagai program pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Langkah-langkah ini meliputi fuel gas optimization, flare gas utilization, penonaktifan enclosed ground flare di Keramasan, dan pemanfaatan gas buang menjadi sales gas di Lapangan Matra.

Program-program ini berhasil menekan emisi hingga 54.000 ton CO2e per tahun, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus menciptakan nilai ekonomi tambahan. Syafei menekankan pentingnya kolaborasi antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam menjaga pasokan gas nasional. “Peran South Sumatra Block sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan gas nasional. Keberhasilan operasi Medco E&P menunjukkan pentingnya kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” katanya.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun

Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun

Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia

Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia

Produksi Emas BRMS Diprediksi Naik Signifikan Sepanjang Tahun 2026

Produksi Emas BRMS Diprediksi Naik Signifikan Sepanjang Tahun 2026

Bukan Sekadar Pembangkit Listrik Hijau, PLTA Sipansihaporas Cegah Banjir Kayu saat Bencana Sumatra

Bukan Sekadar Pembangkit Listrik Hijau, PLTA Sipansihaporas Cegah Banjir Kayu saat Bencana Sumatra

Mandiri Micro Fest 2025 Dorong Pelaku Mikro Naik Kelas, Transaksi Digital Melonjak 45%

Mandiri Micro Fest 2025 Dorong Pelaku Mikro Naik Kelas, Transaksi Digital Melonjak 45%