JAKARTA - Produk pembiayaan emas iB milik PT Bank BCA Syariah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang 2025.
Hingga September, pembiayaan emas mencatatkan kenaikan 161,7% secara tahunan (year on year/YoY) dengan outstanding mencapai Rp 349,7 miliar. Selain itu, jumlah nasabah yang memanfaatkan produk ini juga meningkat menjadi 12.014 rekening.
Direktur BCA Syariah, Pranata, menjelaskan bahwa lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan tabungan jangka panjang. Tren tersebut semakin diperkuat oleh persepsi masyarakat yang melihat emas sebagai aset aman dan relatif stabil di tengah fluktuasi pasar.
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
“Kami melihat pembiayaan emas semakin diminati masyarakat karena emas kini dipandang sebagai instrumen investasi yang menjanjikan dan relatif stabil,” ujar Pranata.
Digitalisasi Permudah Akses Nasabah
BCA Syariah terus memanfaatkan layanan digital untuk mempermudah transaksi pembiayaan emas bagi nasabah. Saat ini, seluruh layanan pembiayaan emas dapat diakses melalui aplikasi BSya by BCA Syariah, memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara online tanpa perlu mengunjungi kantor cabang.
“Kami terus memperkuat kanal digital agar nasabah dapat melakukan pembiayaan emas dengan lebih mudah, cepat, dan aman,” jelas Pranata. Layanan digital ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan jumlah nasabah dan total pembiayaan, seiring kebutuhan masyarakat terhadap kemudahan akses finansial yang efisien.
Strategi Edukasi untuk Memperluas Basis Nasabah
Selain memanfaatkan teknologi, BCA Syariah juga aktif melakukan edukasi untuk memperluas basis nasabah pembiayaan emas. Berbagai program diselenggarakan melalui pameran (expo), kegiatan komunitas, maupun kampanye di media massa. Strategi edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus mengenalkan keuntungan investasi emas secara syariah.
Pranata menekankan bahwa upaya edukasi tersebut menjadi bagian dari strategi BCA Syariah untuk memperkuat portofolio pembiayaan konsumer. Dengan pendekatan yang terpadu antara edukasi dan digitalisasi, masyarakat memiliki akses lebih mudah untuk memahami produk pembiayaan emas sekaligus memanfaatkannya sebagai alat investasi jangka panjang.
Kontribusi Pembiayaan Emas Terhadap Portofolio Konsumer
Melihat potensi pertumbuhan yang besar, BCA Syariah menargetkan pembiayaan emas dapat menyumbang hingga 20% dari total pembiayaan konsumer pada akhir 2025. Target ini sejalan dengan strategi perseroan untuk terus memperkuat lini produk yang diminati nasabah sekaligus menyesuaikan layanan dengan tren digitalisasi dan investasi yang berkembang.
“Kami optimistis pembiayaan emas akan terus mengalami pertumbuhan karena didorong kombinasi antara minat masyarakat terhadap aset aman dan kemudahan akses melalui kanal digital,” ungkap Pranata. Dengan peningkatan basis nasabah, ekspansi digital, dan edukasi yang berkesinambungan, BCA Syariah berharap dapat menjadikan pembiayaan emas sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan pembiayaan konsumer di masa depan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
Produksi Emas BRMS Diprediksi Naik Signifikan Sepanjang Tahun 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Mandiri Micro Fest 2025 Dorong Pelaku Mikro Naik Kelas, Transaksi Digital Melonjak 45%
- Senin, 12 Januari 2026











