JAKARTA - Surabaya, selain dikenal sebagai Kota Pahlawan, juga menjadi surga kuliner yang memikat hati siapa saja yang singgah di sana. Kelezatan dan keunikan makanan khasnya membuat banyak orang tak ingin melewatkan kesempatan mencicipinya. Bagi para wisatawan maupun penduduk lokal, berkeliling mencicipi hidangan otentik Surabaya adalah salah satu agenda wajib saat berada di kota ini.
Food vlogger Magdalena, yang sudah malang melintang mengulik ragam kuliner nusantara, memberikan pandangannya tentang lima makanan khas Surabaya yang wajib dicoba. Saat berbincang di JW Marriott Surabaya, ia membeberkan daftar kuliner favorit yang menurutnya mewakili kekayaan cita rasa Kota Pahlawan. Dari nasi babat hingga nasi Madura, setiap hidangan punya cerita dan rasa yang khas.
Pertama, ada nasi babat yang khas Surabaya. Hidangan ini menghadirkan babat sapi yang digoreng sampai renyah di luar, tetapi tetap empuk di dalam. Disajikan bersama nasi hangat, sambal korek yang pedas menggigit, dan serundeng kelapa gurih, kombinasi ini menciptakan sensasi rasa yang membuat siapa saja ketagihan. Jika ditambah paru atau usus goreng, sensasinya makin lengkap.
Baca JugaResep Mozzarella Corndog Renyah Lumer Lezat untuk Camilan atau Jualan
Kemudian, rujak cingur yang sudah menjadi ikon kuliner Surabaya. Magdalena menegaskan bahwa mencicipi rujak cingur langsung di tempat asalnya memberikan pengalaman berbeda, terutama karena bumbu petis yang khas. Isian rujak ini terdiri dari campuran sayur, buah, lontong, tahu, tempe, dan tentu saja potongan cingur — hidung sapi — yang dilumuri bumbu kacang dan petis Surabaya. Rasa manis, asin, dengan aroma petis yang kuat, menjadikan rujak cingur salah satu favorit para pecinta kuliner.
Selain itu, ada bebek bumbu hitam, yang menjadi hidangan wajib jika berkunjung ke Surabaya. Bebek goreng yang dibumbui rempah-rempah dan disajikan dengan bumbu hitam ini memiliki rasa gurih dan kaya aroma. Sambal korek atau sambal pencit biasanya menjadi pelengkap yang sempurna, menyeimbangkan rasa bebek yang cukup berlemak.
Pilihan lain adalah tahu telur, makanan sederhana tapi sangat digemari. Tahu dan telur disiram dengan saus kacang dan petis, biasanya dilengkapi dengan lontong, kentang, taoge, dan kerupuk. Tahu telur bisa ditemukan mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran mewah, menyesuaikan selera dan kantong.
Terakhir, meskipun berasal dari Madura, nasi Madura sangat populer di Surabaya. Magdalena merekomendasikan warung legendaris Nasi Jagung Khas Madura Pegirian, yang menggunakan nasi jagung sebagai dasar, disajikan dengan berbagai lauk seperti babat dan usus. Tak lupa, peyek udang sebagai pelengkap yang menambah cita rasa nikmat.
Dari rekomendasi food vlogger Magdalena ini, jelas bahwa Surabaya bukan hanya kota bersejarah tapi juga destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Mencoba ragam makanan khas di kota ini tak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga membuka pengalaman budaya dan rasa yang autentik. Jadi, saat kamu singgah di Surabaya, jangan lewatkan untuk menjajal kuliner-kuliner tersebut. Mana yang ingin kamu coba duluan?
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kunjungan Prabowo ke Korea Selatan Bawa Investasi Rp173 Triliun ke Indonesia
- Kamis, 02 April 2026
Prabowo Perkuat Kepercayaan Investor Jepang dan Korea Selatan Secara Signifikan
- Kamis, 02 April 2026
Cara Aktifkan Rekening Dormant BCA, BRI, dan Mandiri dengan Mudah dan Cepat
- Kamis, 02 April 2026
Akses Tol Baru Perkuat Daya Tarik dan Investasi Kawasan Paramount Petals
- Kamis, 02 April 2026
Kemendagri Dorong Inovasi Pemda untuk Menekan Tingkat Pengangguran Nasional
- Kamis, 02 April 2026
Berita Lainnya
10 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Harus Dihindari Agar Tidur Lebih Nyenyak
- Kamis, 02 April 2026
Sering Bangun Tidur Tapi Masih Lelah? Ini 5 Penyebab Tersembunyi Saat Tidur
- Kamis, 02 April 2026
Resep Bakso Ayam Homemade Kenyal Anti Gagal, Bisa Disimpan di Freezer
- Kamis, 02 April 2026
Rekomendasi 5 Oleh-oleh Khas Lampung, dari Keripik Pisang hingga Pie Pisang
- Kamis, 02 April 2026











