Ciputra Residence Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja di Proyek Properti untuk Ciptakan Zero Accident pada 2025
- Rabu, 27 November 2024
JAKARTA-Ciputra Residence, bagian dari Ciputra Group, menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja di setiap proyek properti yang mereka bangun. Dalam rangka mencapai target zero accident atau tanpa kecelakaan kerja pada tahun 2025, Ciputra Residence telah menetapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam pengembangan proyek-proyek properti mereka.
Menerapkan Standar K3 yang Ketat dalam Setiap Proyek
Keseriusan Ciputra Residence dalam menerapkan K3 di semua lini pembangunan dapat dilihat melalui pencapaian yang terus meningkat dalam hal mengurangi kecelakaan kerja. Pada tahun 2024, Ciputra Residence mencatatkan angka zero accident sebesar 91% di proyek-proyeknya, sebuah pencapaian yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya mencapai 41%. Ini menandakan adanya kemajuan besar dalam budaya keselamatan kerja yang diterapkan di lapangan.
Budiarsa Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Residence, menjelaskan bahwa penerapan HSE (Health, Safety, and Environment) yang ketat tidak hanya bertujuan untuk mengurangi kecelakaan kerja, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi, reputasi perusahaan, serta keberlanjutan bisnis. “Kami menyadari bahwa budaya HSE yang baik akan membawa manfaat jangka panjang, terutama dalam kualitas produk properti yang kami hasilkan, khususnya rumah tapak,” ujarnya dalam kesempatan HSE Award 2024.
Baca JugaCara Mekaar Jaga Keamanan Data dan Dampingi Bisnis Emak-emak
Penghargaan HSE untuk Kontraktor yang Berprestasi
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontraktor yang berhasil menerapkan budaya HSE secara baik, Ciputra Residence menggelar HSE Award setiap tahun. Pada HSE Award 2024, sebanyak 75 kontraktor yang terlibat dalam pembangunan 18 proyek rumah tapak Ciputra Residence dinilai. Hasilnya, 68 kontraktor berhasil mencapai standar nihil kecelakaan kerja, meskipun masih ada beberapa kontraktor yang belum mencapai target tersebut.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen Ciputra Residence dalam memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek mematuhi standar keselamatan kerja yang tinggi. “Kami terus berupaya mendorong seluruh mitra kerja untuk mengadopsi standar keselamatan yang lebih ketat agar dapat mencapai tujuan zero accident,” tambah Budiarsa.
Penerapan HSE di Proyek Properti Landed House
Lalitya Ciputra Sastrawinata, Direktur Ciputra Residence, menambahkan bahwa selama ini penerapan HSE lebih fokus pada proyek highrise atau bangunan bertingkat. Namun, Ciputra Residence kini mulai memperhatikan pentingnya penerapan HSE pada proyek landed house atau rumah tapak yang sering kali kurang mendapatkan perhatian serupa. Dalam hal ini, Ciputra Residence telah membuat sistem HSE yang dapat digunakan oleh kontraktor sebagai panduan dalam menjaga keselamatan kerja selama proses pembangunan.
Selain itu, Ciputra Residence juga melibatkan staf profesional untuk mengawasi implementasi HSE dan mewajibkan penggunaan alat berat yang dioperasikan oleh tenaga kerja terlatih. Walaupun penerapan HSE membutuhkan biaya tambahan, Ciputra Residence memandangnya sebagai investasi jangka panjang yang penting untuk kelancaran dan efisiensi proses produksi. Biaya tersebut kemudian dibebankan pada harga jual properti, sekitar 1%-1,5% dari harga jual, guna mendukung keberlanjutan keselamatan kerja.
Menyikapi Tren Kecelakaan Kerja di Indonesia
Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan, angka kecelakaan kerja di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2023, tercatat ada 370.747 kasus kecelakaan kerja, meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, penerapan budaya HSE yang ketat di sektor properti, seperti yang dilakukan oleh Ciputra Residence, diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja.
Yuli Adiratna, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan dari Ditjen Binwasnaker dan K3, mengapresiasi langkah Ciputra Group yang konsisten menerapkan standar keselamatan kerja yang tinggi. Ia menyatakan bahwa HSE harus menjadi perhatian utama di semua sektor industri, termasuk sektor konstruksi, guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Ciputra Residence Menjadi Contoh dalam Penerapan K3
Penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang ketat di Ciputra Residence menunjukkan bahwa keselamatan tidak hanya penting bagi pekerja, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan efisiensi bisnis. Dengan target zero accident pada tahun 2025, Ciputra Residence memberikan contoh yang baik bagi pengembang properti lainnya untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di proyek-proyek mereka.
Komitmen Ciputra Residence dalam mengimplementasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) juga semakin terlihat jelas, di mana aspek keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan berkelanjutan. Ini merupakan langkah positif untuk menciptakan industri properti yang lebih aman dan lebih bertanggung jawab.
Melalui upaya berkelanjutan seperti ini, Ciputra Residence bukan hanya membangun proyek properti yang berkualitas, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan pekerja. Sebagai hasilnya, perusahaan ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan industri properti Indonesia secara keseluruhan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026
Berita Lainnya
Kampung Nelayan BSI Warloka: Harapan Baru Masyarakat Pesisir dari Laut yang Sama
- Selasa, 21 April 2026
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026









