Prediksi Jakarta Tenggelam pada Tahun 2050 Akibat Kerusakan Lingkungan

Prediksi Jakarta Tenggelam pada Tahun 2050 Akibat Kerusakan Lingkungan
Prediksi Jakarta Tenggelam

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa Jakarta diperkirakan akan tenggelam pada tahun 2050. Hal ini disebabkan oleh kerusakan lingkungan yang parah akibat pengambilan air tanah yang terus-menerus. Saat ini, banyak warga Jakarta yang masih mengandalkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Kondisi tersebut memperburuk penurunan permukaan tanah yang semakin cepat, yang pada akhirnya memicu banjir. "Hari ini, setiap tahunnya di Jakarta permukaan tanahnya turun 10 sentimeter. Bahkan, sebagian sampai 30 sentimeter," kata Hanif.

"Artinya apa? Kalau 10 tahun lagi maka Jakarta akan turun 3 meter dan seterusnya dan diprediksi akan tenggelam di tahun 2050," lanjutnya. Menurut Hanif, pembangunan gedung-gedung bertingkat yang semakin banyak juga menjadi faktor penyebab masalah ini.

Baca Juga

Bencana Sumatera Tak Hambat Target Penyerapan Beras Bulog 2026

Selain itu, meningkatnya permukaan air laut juga menambah risiko banjir yang bisa menyebabkan Jakarta tenggelam. "Begitu air tanah dalam diambil terus, di sisi lain juga gedung bangunan bertambah maka tanahnya akan semakin terus turun. Sehingga setiap tahun Jakarta akan semakin dalam tingkat penurunan tanahnya. Ini serius saya sampaikan," jelas Hanif.

"Di sisi lain, air laut semakin naik dengan perubahan iklim. Ini dua-duanya benar-benar suatu kombinasi yang sangat menarik untuk bisa menenggelamkan Jakarta," tambahnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Hanif menyarankan salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah mengembalikan fungsi daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung. Sungai Ciliwung, menurutnya, bisa menjadi sumber air bagi masyarakat Jakarta yang selama ini bergantung pada air tanah.

"Kalau kita tidak mengembalikan fungsi Sungai Ciliwung untuk memenuhi hajat hidup orang banyak di wilayah Jabodetabek, maka kita benar-benar sedang merancang bencana yang lebih besar," kata Hanif. "Nah, begitu kondisinya dikembalikan kita juga berharap bisa mampu menjawab kebutuhan air untuk masyarakat," tutupnya.

Redaksi

Redaksi

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bulog Fokus Awal Tahun, Target Serapan Beras Besar Jaga Stabilitas Pangan

Bulog Fokus Awal Tahun, Target Serapan Beras Besar Jaga Stabilitas Pangan

Otorita IKN Perkuat Kolaborasi Infrastruktur dan Masyarakat Atasi Banjir Sekitar Ibu Kota

Otorita IKN Perkuat Kolaborasi Infrastruktur dan Masyarakat Atasi Banjir Sekitar Ibu Kota

Program SPHP Beras 2025 Diperpanjang hingga 31 Januari 2026 Lewat Skema RPATA

Program SPHP Beras 2025 Diperpanjang hingga 31 Januari 2026 Lewat Skema RPATA

Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan

Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan

Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026

Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026