PLN Indonesia Power Kolaborasi dengan PGE untuk Pengembangan Pembangkit Panas Bumi
- Jumat, 25 Oktober 2024
Jakarta – PLN Indonesia Power (PLN IP) bekerja sama dengan Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di dua lokasi strategis: Ulubelu Binary Unit dengan kapasitas 30 MW dan Lahendong Binary Unit dengan kapasitas 15 MW. Kolaborasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Indonesia melalui BUMN untuk memaksimalkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) demi mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.
Sinergi ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Consortium Agreement antara PLN Indonesia Power dan Pertamina Geothermal Energy. Acara ini berlangsung dalam ajang Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) ke-10 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.
Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia, dengan estimasi mencapai 40 persen dari total potensi global, atau sekitar 24.000 MW. Menurutnya, energi panas bumi harus terus dikembangkan untuk memastikan kebutuhan listrik di Indonesia terpenuhi dengan emisi yang lebih rendah dan dapat mendukung ekonomi hijau.
Baca JugaSari Roti Ekspansi ke Bisnis Pakan Ternak, Manfaatkan Limbah Produksi
"Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi bagian penting dari upaya global dalam membangun ekonomi hijau, mengembangkan industri hijau, dan melakukan transisi ke energi hijau. Ini merupakan komitmen yang sudah sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan," ujar Joko Widodo.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa saat ini kapasitas listrik Indonesia mencapai 93 GW, di mana 13,7 GW atau 15 persen berasal dari EBT. Energi panas bumi merupakan salah satu instrumen kunci untuk meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional.
"Saat ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia mencapai 2,6 GW, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kapasitas panas bumi terbesar kedua di dunia. Selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan kapasitas ini meningkat dua kali lipat," jelas Bahlil.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa berdasarkan potensi besar energi panas bumi di Indonesia, PLN IP terus melakukan terobosan melalui kolaborasi dengan PGE dalam pengembangan PLTP.
"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi panas bumi yang ada di Indonesia," kata Edwin.
Edwin juga menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup pengembangan PLTP Cogeneration (Binary Unit) di wilayah kerja panas bumi Pertamina Geothermal Energy dengan total kapasitas potensi mencapai 230 MW. Proyek yang dikembangkan mencakup PLTP Ulubelu Binary Unit 30 MW dan Lahendong Binary Unit 15 MW.
"Proyek ini bertujuan untuk mempercepat transisi energi dan mendukung kebijakan energi nasional dalam pencapaian National Determined Contribution (NDC) serta program Net Zero Emission," tambahnya.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Jufli Hadi, menyatakan bahwa kerja sama antara PGE dan PLN IP adalah wujud nyata kolaborasi dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
"Kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan ekosistem yang mendukung percepatan pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Kerja sama ini merupakan langkah strategis demi memajukan energi hijau yang berkelanjutan, memberi manfaat besar tidak hanya bagi kedua perusahaan tetapi juga bagi Indonesia dan dunia," ujar Jufli.
Redaksi
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Tempat Wisata Murah di Karanganyar, Cocok untuk Liburan Hemat Akhir Pekan
- Jumat, 03 April 2026
Liburan Hemat ke Kebun Raya Bogor, Ini Harga Tiket April 2026 dan Rutenya
- Jumat, 03 April 2026
Berita Lainnya
Update Jadwal KRL Solo Jogja Jumat 3 April 2026, Lengkap dari Pagi hingga Malam
- Jumat, 03 April 2026
Jadwal Kapal PELNI Jayapura - Manokwari April 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru
- Jumat, 03 April 2026
The Harvest Andalkan Inovasi dan Ekspansi Layanan untuk Kuasai Pasar Dessert
- Jumat, 03 April 2026
Isuzu Siap Pasok Kendaraan Impor untuk Program Kopdes Merah Putih Nasional
- Jumat, 03 April 2026





.jpg)





