Strategi KLH: Kurangi Emisi dan Tingkatkan Pendapatan Melalui Kredit Karbon

Kredit Karbon ke Petani. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Senin, 15 Juni 2026 | 10:37:58 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong petani lintas sektor bergabung dalam proyek kredit karbon guna menekan emisi sekaligus membuka sumber pendapatan baru.

“HKTI bisa menginisiasi dan mengumpulkan petani menjadi collective group untuk menggabungkan lahan-lahannya lalu menggunakan metodologi tertentu agar menurunkan emisi yang nanti bisa diklaim kredit karbon dan menjadi tambahan penghasilan bagi petani,” ujar Diaz saat membuka seminar HKTI Carbon Farming Pilot 2026 di JICC, Jakarta, sebagai bagian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.

Diaz menegaskan inovasi pertanian harus meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan lingkungan.

Ia mencontohkan metode alternate wetting and drying (AWD) yang menjaga level air sawah agar tidak terlalu basah.

Cara ini menekan emisi metana dan menghemat pupuk.

Selain AWD, Diaz juga menyebut pemanfaatan air hasil olahan IPAL di SPPG II Halim untuk mengairi sawah.

KLH memberikan IPAL dan pendampingan, dan sawah di sekitar SPPG kini bisa panen 3 kali setahun.

“Kalau sawahnya terlalu basah nanti mengeluarkan gas metana lebih banyak dan menguras pupuk lebih banyak. Kalau tidak diatur, nitrogen dan metana akan terus keluar ke atmosfer, menumpuk dan membuat bumi semakin panas,” jelasnya.

Reporter: Talita Malinda