Fokus Bisnis DSSA 2026: Transisi Hijau dan Ekspansi Ekosistem Digital

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Rabu, 10 Juni 2026 | 12:48:56 WIB

JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguraikan pencapaian kinerja operasional serta finansial selama tahun buku 2025, sekaligus memaparkan arah strategi bisnis masa depan yang menitikberatkan pada transisi energi hijau serta penguatan ekosistem digital.

Arah pengembangan bisnis tersebut diungkapkan oleh jajaran Direksi DSSA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) serta Paparan Publik Tahunan 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin (9/6).

Walaupun menghadapi normalisasi harga batu bara global yang mengakibatkan penyesuaian pendapatan konsolidasi sebesar 7,5 persen menjadi USD 2,791 miliar pada 2025, DSSA tetap menunjukkan ketahanan bisnis melalui pertumbuhan yang signifikan pada sektor-sektor di luar pertambangan.

Hal tersebut terlihat dari kontribusi segmen infrastruktur digital serta teknologi yang meningkat dari 4,8% di tahun 2024 menjadi 7,6% terhadap total pendapatan selama tahun 2025.

Realisasi kinerja tahun buku 2025 menggambarkan penguatan fundamental operasional di seluruh lini bisnis utama Perseroan di tengah dinamika pasar komoditas dunia.

Pada sektor pertambangan, DSSA mencatatkan volume produksi batu bara sebanyak 57,2 juta ton atau tumbuh 7,7% YoY, dengan volume penjualan yang naik 4,4% YoY menjadi 56,7 juta ton.

Pertumbuhan pesat terjadi di sektor infrastruktur digital serta teknologi yang mencatat kenaikan pendapatan sebesar 47% YoY, selaras dengan ekspansi jaringan yang menghasilkan lonjakan homepass sebesar 64,1% YoY hingga mencapai 10,5 juta homepass serta kenaikan jumlah pelanggan sebesar 102,9% YoY menjadi 1,9 juta pelanggan.

Di saat bersamaan, pertumbuhan positif juga diperlihatkan oleh pilar bisnis non-pertambangan lain yang tetap mencatat kinerja volume penjualan stabil sekaligus memberikan sumbangsih solid terhadap pendapatan konsolidasi Perseroan.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Perseroan telah merealisasikan berbagai langkah transformatif besar, salah satunya lewat penerapan prinsip berkelanjutan di hulu pertambangan di mana PT Borneo Indobara (BIB) meluncurkan program elektrifikasi alat tambang terbesar di Indonesia.

Inisiatif hijau ini telah memobilisasi sebanyak 176 unit kendaraan listrik dan hibrida hingga Mei 2026 sebagai bagian dari peta jalan strategis menuju pencapaian target emisi nol bersih pada periode 2028-2029.

Komitmen terhadap energi baru serta terbarukan (EBT) ini juga diperkuat dengan peresmian pabrik manufaktur sel serta modul surya terintegrasi dengan kapasitas 1 GW per tahun di Kendal.

Selain itu, terjalin kemitraan strategis bersama PT FirstGen Geothermal Indonesia, entitas anak First Gen Corporation asal Filipina yang memperluas portofolio panas bumi Perseroan dengan potensi kapasitas awal mencapai 440 MW di enam wilayah strategis Indonesia.

Pada pilar infrastruktur digital serta teknologi, lompatan besar ditandai oleh aksi merger strategis antara PT Eka Mas Republik (MyRepublic) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) yang secara hukum telah efektif per 22 April 2026.

Penggabungan usaha ini melahirkan entitas baru yang sangat kompetitif dengan total jaringan kabel serat optik yang membentang lebih dari 116.000 km, sekaligus mengukuhkan posisi MoraRepublic sebagai pemain FTTH terbesar kedua di Indonesia.

Melengkapi ekosistem digital tersebut, DSSA juga bermitra dengan KIRA SG One Pte. Ltd. kini sedang mempercepat pembangunan Metro Data Center (SMX01) berstandar internasional di kawasan CBD Jakarta yang memiliki kapasitas IT Load 18 MW dan ditargetkan siap beroperasi pada kuartal keempat tahun 2026.

"Fokus kami saat ini adalah mengakselerasi digitalisasi operasional guna memperkuat dan mengoptimalkan kinerja produksi di seluruh lini," kata Presiden Direktur DSSA Krisnan Cahya dikutip Senin (9/6).

Di saat yang sama, kata dia, pihaknya juga terus mengakselerasi investasi pada sektor energi baru terbarukan dan memperkokoh infrastruktur digital dan teknologi guna mendorong pertumbuhan yang lebih progresif.

"Sejalan dengan diversifikasi bisnis yang semakin kuat, langkah transformatif ini menjadi pilar utama Perseroan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan," ujarnya.

Demi mendukung ekspansi tersebut, Perseroan secara aktif menerapkan manajemen modal yang optimal dan terukur guna memastikan seluruh rencana investasi strategis dapat terwujud secara berkelanjutan.

Reporter: Talita Malinda