Inovasi CCUS Tim ITB Bawa Mereka Juara 1 Kompetisi Petrolida 2026
SURABAYA - Tim mahasiswa Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses meraih Juara 1 tingkat internasional pada kompetisi Petrolida 2026 (Petroleum Integrated Days) yang digelar oleh SPE ITS Student Chapter.
Tim yang beranggotakan Naufal Herdian Saputra, Naufal Abiyyu Partowijoyo, Rayhan Andrasakti, Kevin Akbar Nasution, Muhammad Reza Muhtadi, dan Gabriel Chris Palanza Sihotang ini menghadirkan proyek pengembangan lapangan migas bernama “FALAH Field”.
Proyek tersebut mengintegrasikan konsep pengembangan berbasis enhanced oil recovery (EOR), carbon capture utilization and storage (CCUS), serta intelligent completion technology.
Dalam perlombaan ini, peserta diwajibkan menyusun Plan of Development (POD) secara komprehensif, mulai dari karakterisasi reservoir bawah permukaan, estimasi cadangan, simulasi produksi, desain pengeboran, hingga fasilitas produksi dan aspek keselamatan lingkungan.
Untuk memastikan integrasi pengerjaan yang optimal, tim membagi tugas berdasarkan bidang keahlian.
Naufal Herdian Saputra bertanggung jawab pada surface facility and pipeline network, Naufal Abiyyu Partowijoyo pada drilling and completion program, Rayhan Andrasakti, Kevin Akbar Nasution, dan Muhammad Reza Muhtadi pada subsurface and field development, serta Gabriel Chris Palanza Sihotang pada geomechanic and petrophysics analysis.
Motivasi mereka mengikuti kompetisi ini adalah untuk mencari pengalaman serta mengukur kemampuan diri dalam menyelesaikan permasalahan kompleks di bidang teknik perminyakan.
Selama pengerjaan, tantangan utama muncul akibat kondisi reservoir karbonat yang tidak merata, yang berisiko menurunkan efisiensi produksi.
Sebagai solusinya, tim merancang strategi injeksi air dan CO? yang dikombinasikan dengan teknologi pengontrol aliran otomatis guna mengefektifkan distribusi produksi di dalam sumur.
Selain itu, mereka membangun model simulasi reservoir dari nol karena data yang ada masih sederhana, sementara kebutuhan simulasi injeksi CO? memerlukan model yang lebih kompleks.
Keunggulan utama proyek ini terletak pada integrasi antardisiplin yang runtut, mulai dari analisis kondisi reservoir hingga analisis ekonomi dan potensi perdagangan karbon.
Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan lapangan migas tetap dapat memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui penyimpanan permanen CO?.
Dalam perjalanannya, tim sempat menghadapi kendala perangkat untuk menjalankan simulasi lapangan yang membutuhkan spesifikasi tinggi, di samping kesibukan akademik tingkat akhir.
“Proses simulasi cukup memakan waktu karena keterbatasan perangkat laptop yang kami gunakan. Akhirnya kami mencoba menghubungi Kaprodi Teknik Perminyakan, Pak Dedy Irawan, untuk meminjam ruangan dan perangkat yang dapat mendukung pengerjaan simulasi,” ujar Naufal Herdian Saputra.
Selain dukungan fasilitas, masukan dari kakak tingkat, alumni, serta praktisi industri migas sangat membantu tim dalam menyusun strategi presentasi dan menjawab pertanyaan juri secara teknis.
Bagi tim, kompetisi ini memberikan pelajaran berharga terkait keberanian menghadapi tantangan di luar kurikulum kelas.
“Kompetisi ini benar-benar membuat kami untuk belajar lebih dari apa yang diajarkan di kelas. Selain itu, kami juga belajar untuk berani menjawab pertanyaan juri secara teknikal dan melatih manajemen waktu karena dalam satu minggu ada banyak hal yang harus dikejar,” ungkap Naufal Herdian Saputra.
Melalui ajang ini, tim berhasil mengasah kemampuan teknis, kerja sama, manajemen waktu, serta keterampilan dalam menyusun solusi terintegrasi.
Mereka pun berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya.
“Kami berharap mahasiswa dari jurusan yang sama bisa terus belajar dan melatih kemampuan agar dapat melanjutkan prestasi di kompetisi serupa. Karena menurut kami, POD adalah kompetisi yang memberikan banyak pengalaman berharga,” ujar Gabriel Chris Palanza Sihotang.