Guna Tingkatkan Produksi, PHE Butuh Dukungan Lahan dan Pasokan Listrik

Dongkrak Angka Lifting Migas, PHE Minta Dukungan Pembebasan Lahan hingga Pasokan Listrik (FOTO: NET)
Penulis: Talita Malinda
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:06:52 WIB

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengharapkan dukungan dari pemerintah mengenai perizinan pembebasan lahan serta keandalan pasokan listrik yang disediakan oleh pihak luar demi mendorong peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) tanah air.

Direktur Utama PHE Awang Lazuardi menyampaikan, manajemen memerlukan sokongan dari para pemangku kepentingan untuk mengelola baseline produksi, melaksanakan kegiatan eksplorasi, hingga membangun lapangan baru (greenfield development) demi mendongkrak cadangan sekaligus produksi migas nasional.

"Kami memerlukan dukungan terutama terkait dengan stakeholders dalam rangka untuk melakukan beberapa pekerjaan dalam hal managing baseline, dalam hal melakukan eksplorasi dan juga pengembangan di greenfield development juga peningkatan cadangan," ujar Awang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Sejauh ini, menurutnya, pihak pemerintah sudah mengulurkan bantuan lewat pembenahan aspek fiskal serta fleksibilitas aturan.

Akan tetapi, masih ada beberapa faktor pendukung (enablers) yang harus terus dioptimalkan supaya jalannya proyek migas bisa lebih diakselerasi.

Di antaranya adalah efisiensi waktu dalam perizinan pembebasan lahan, ditambah keandalan distribusi daya listrik maupun gas yang disalurkan oleh pihak ketiga di luar perusahaan.

"Dalam aspek enablers apakah itu perizinan pembebasan lahan dan juga keandalan sistem kelistrikan dan suplai gas yang disuplai oleh pihak eksternal kami itu juga kami sangat membutuhkan dukungan," katanya.

Awang memaparkan, sekarang ini korporasi sedang menggelar aktivitas eksplorasi minyak nonkonvensional di daerah Riau lewat pengeboran dua hingga tiga sumur.

Bukan itu saja, korporasi pun tengah mempersiapkan 16 sumur eksplorasi konvensional pada beberapa wilayah kerja.

"Itu secara garis besar program-program rencana kerja kami di tahun 2026 ini, untuk mencapai target yang kami canangkan," ujarnya.

Pada lini pengembangan, PHE tengah mengeksekusi sederet proyek greenfield development semisal Akasia Prima, Manpatu, OX, dan Sisinubi, termasuk mengelola kembali lapangan-lapangan migas andalan yang produktivitasnya mulai menyusut lantaran usia operasional yang sudah tua.

Pihak internal perusahaan juga sedang menggelar peninjauan kembali terhadap data seismik serta subsurface demi memetakan potensi cadangan migas baru.

Melalui strategi itu, manajemen mengklaim telah memperoleh hasil positif berupa penemuan sejumlah titik pengembangan lapangan yang dinilai prospektif.

Terdapat beberapa kawasan yang telah teridentifikasi, di antaranya Penuang di ONWJ, Lapangan 5, Abab, Tanjung Miring Barat, Lembak Kemang Tapus, sampai dengan Salawati.

Sistem pengembangan semacam itu ke depannya bakal diterapkan ulang pada wilayah-wilayah kerja yang lain.

Reporter: Talita Malinda