Komitmen Hijau PLN EPI: Integrasi Strategi Bisnis dan Kelestarian Alam

PT PLN EPI bekerja sama dengan Carbon Ethics. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Kamis, 28 Mei 2026 | 10:37:53 WIB

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memantapkan strategi guna mendukung upaya dekarbonisasi serta transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI, Muhammad Aminuddin, dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa sebagai pengelola energi primer, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketahanan pasokan energi sekaligus memastikan operasional bisnis berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir yang merupakan lokasi strategis fasilitas perusahaan.

“PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun, di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon,” ujar Aminuddin.

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, PLN EPI menggelar HSSE Talk #4 dengan tema "Nature-Based Solutions for Decarbonization: Unlocking the Power of Blue Carbon Ecosystems".

Agenda yang berlangsung secara daring pada Jumat (22/5/2026) tersebut diikuti oleh jajaran manajemen serta insan PLN EPI Group sebagai upaya memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.

Aminuddin menerangkan bahwa ekosistem padang lamun dan mangrove memiliki efektivitas penyerapan karbon hingga sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan hutan di daratan.

Kemampuan tersebut menjadikan ekosistem pesisir sebagai salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions/NBS) yang vital dalam mendukung target penurunan emisi nasional serta komitmen net zero emission Indonesia tahun 2060.

Aminuddin menambahkan bahwa pengembangan bisnis energi ke depan wajib dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan.

Menurutnya, meningkatnya ekspektasi investor, tuntutan regulasi, serta pertumbuhan pasar karbon domestik menjadi momentum bagi PLN EPI untuk memantapkan strategi bisnis yang bersifat nature positive.

“PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah,” sebut Aminuddin.

Senior Business Development Manager CarbonEthics, Farhan Prastiyan, memaparkan bahwa solusi berbasis alam menyimpan potensi besar untuk mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Menurut Farhan, konservasi lahan gambut, rehabilitasi mangrove, serta pengelolaan pesisir berkelanjutan tidak sekadar meningkatkan kapasitas serapan karbon, melainkan juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemberdayaan masyarakat lokal dan blue economy.

Melalui salah satu proyek rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis, Karawang, PLN EPI bersinergi dengan Carbon Ethics dalam penanaman mangrove dengan melibatkan komunitas lokal, yang memberikan manfaat bagi ribuan masyarakat pesisir lewat pelatihan, ekonomi berbasis ekowisata, hingga pengembangan UMKM.

Reporter: Talita Malinda