Teknologi REEV: Solusi Elektrifikasi Mobil yang Cocok untuk Indonesia

Deepal S05 REEV (FOTO: NET)
Penulis: Talita Malinda
Senin, 25 Mei 2026 | 11:37:50 WIB

JAKARTA - Evolusi transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia sampai saat ini masih menjumpai beberapa kendala, salah satunya yaitu minimnya stasiun pengisian daya serta kekhawatiran mengenai jarak tempuh baterai.

Di tengah kondisi tersebut, teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) mulai diperkenalkan sebagai salah satu pilihan elektrifikasi yang dinilai lebih pas dengan kebutuhan penduduk Indonesia.

Inisiatif ini salah satunya dilakukan oleh Changan melalui peluncuran Deepal S05 REEV pada April 2026 silam.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyatakan bahwa teknologi tersebut hadir sebagai solusi elektrifikasi yang lebih tepat guna mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat di tanah air.

“Kami memahami bahwa transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia masih membutuhkan adaptasi. Karena itu, teknologi REEV hadir untuk memberikan pengalaman berkendara listrik dengan rasa aman dan fleksibilitas lebih tinggi, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Melalui teknologi ini, Changan ingin mendukung percepatan elektrifikasi di Indonesia dengan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat saat ini,” kata Setiawan dalam keterangan resminya.

Sistem REEV sendiri merupakan kendaraan elektrifikasi yang roda penggeraknya secara utuh digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin berbahan bakar bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk menyuplai daya baterai jika diperlukan.

Mekanisme ini berbeda dengan Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), maupun Battery Electric Vehicle (BEV), karena roda penggerak utama pada REEV selalu mengandalkan motor listrik.

Berkat adanya dukungan mesin penyuplai daya tersebut, REEV mampu meminimalisir kekhawatiran pengemudi akan jarak tempuh, terutama saat melewati rute jauh atau ketika wilayah sekitar kekurangan fasilitas SPKLU.

Di samping itu, pengguna kendaraan tetap dapat merasakan sensasi berkendara khas mobil listrik yang senyap, minim getaran, serta responsif dengan fleksibilitas operasional yang lebih luas.

Walaupun masih menggunakan bahan bakar minyak, emisi yang diproduksi oleh REEV diklaim jauh lebih rendah dibandingkan mobil konvensional karena mesin generatornya bekerja pada level paling efisien.

Reporter: Talita Malinda