Alumnus Unsoed Bawa Startup Energi Terbarukan ke Silicon Valley
PURWOKERTO - Alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rafi Ashza Sejati, sukses membawa startup HIEREN miliknya menembus ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat.
“Saya berangkat bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga bisa berdiri sejajar di level global,” ungkap Rafi, dikutip dari situs Unsoed, Minggu (24/5/2026).
Berlatar belakang sebagai anak desa di Cilacap, Rafi mencermati persoalan yang sering dihadapi masyarakat, yakni keterbatasan akses energi di wilayah pesisir dan pedesaan.
Ia pun menciptakan social enterprise energi terbarukan berbasis pemberdayaan masyarakat desa.
Inovasi Rafi berupa sistem modular plug and play yang dapat langsung digunakan tanpa proses perakitan dan mampu menyala selama 24 jam.
Selain itu, guna mendukung pengelolaan energi mandiri oleh masyarakat, modular tersebut juga terintegrasi teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT).
Awal perjalanan lulusan prodi Kesehatan Masyarakat FIKes Unsoed angkatan 2022 ini merupakan tenant binaan Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed.
Rafi mendapatkan pendampingan dari Nur Wijayanti, S.TP., M.P., bersama Ratna Satriani, S.P., M.Sc., di bawah pembinaan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng.
HIEREN kemudian berhasil masuk Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero).
Sehingga Rafi berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan internasional di Silicon Valley, Amerika Serikat melalui program Pertamuda Overseas pada 25 April hingga 1 Mei 2026.
Di sana ia mengunjungi Google dan terlibat dalam komunitas startup global seperti Startup Grind yang memperluas jejaring internasional serta memperkenalkan inovasinya kepada dunia.
Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, S.TP., M.P., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Nur memaknai keberhasilan Rafi sebagai bukti bahwa mahasiswa dan alumni Unsoed memiliki daya saing global apabila didukung dengan ruang pengembangan, pendampingan, dan ekosistem inovasi yang tepat.
“Kami sangat bangga karena Rafi mampu membawa nama Unsoed hingga ke panggung internasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia,” kata Nur.
Nur juga mengatakan Pusat Inkubator Bisnis Unsoed akan terus mendorong lahirnya startup-startup muda yang berdampak, berkelanjutan, serta mampu menjawab persoalan masyarakat.