Bahas Energi Biru, DEN Gandeng ITS Kembangkan Teknologi Kelautan

PLTS Terapung hingga Arus Laut. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Rabu, 20 Mei 2026 | 11:00:53 WIB

SURABAYA - Dewan Energi Nasional (DEN) menjalin kemitraan dengan ITS Surabaya guna memperkokoh strategi energi nasional lewat pengembangan sumber daya manusia serta teknologi.

Kerja sama ini diwujudkan melalui acara Sarasehan Energi berjudul “Strategi Energi Biru dan Transformasi Ekonomi Pesisir” di Auditorium Research Center ITS pada Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan langkah DEN dalam menghimpun saran konstruktif dari pihak akademisi, agar kebijakan energi nasional lebih adaptif dan inklusif terhadap tantangan dunia.

Anggota DEN Pemangku Kepentingan, Dr Ir Satya Widya Yudha MSc PhD, menyampaikan bahwa Indonesia harus memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional di tengah perkembangan dinamika geopolitik global.

Menurutnya, ITS dipilih lantaran mempunyai kapasitas mumpuni dalam bidang pengembangan teknologi energi. 

“Kami hadir di ITS untuk bersama-sama melihat bagaimana implementasi kebijakan ini bisa dilakukan. Kolaborasi ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam penyusunan peta jalan kerja sama yang lebih luas guna merealisasikan target-target energi nasional,” kata Satya Widya.

Ia menguraikan, terdapat dua pilar utama yang perlu disiapkan oleh perguruan tinggi, yakni penguasaan teknologi energi serta kesiapan sumber daya manusia di masa depan.

Satya Widya turut menegaskan bahwa kebijakan energi nasional saat ini sudah diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 yang telah disetujui oleh DPR RI. 

“Peraturan ini peraturan yang sangat tinggi hirarkinya di dalam sistem perundang-undangan. Kewajiban kami adalah mensosialisasikan apa-apa yang ada di dalam kebijakan energi nasional terkait strategi penurunan emisi karbon, skenario permintaan energi ke depan, dan kemampuan suplai energi,” lanjutnya.

Dalam forum yang sama, Satya Widya juga membahas perihal kebijakan subsidi energi pemerintah.

Ia menyatakan bahwa pemerintah masih menjaga harga LPG 3 kilogram serta BBM jenis Pertalite sampai akhir tahun, walaupun harga energi dunia tengah mengalami gejolak.

Akan tetapi di masa mendatang, pemerintah disebut sedang merancang transformasi pola subsidi, yaitu dari subsidi komoditas menjadi subsidi yang diberikan langsung kepada masyarakat rentan.

 “Kedepan pemerintah sedang mengumpulkan data masyarakat rentan agar subsidi bisa diarahkan dari subsidi komoditas menjadi subsidi langsung kepada orang yang berhak menerima,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof Agus Muhammad Hatta, menuturkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mendukung kebijakan energi nasional.

 “ITS siap mengawal langkah pemerintah melalui penyediaan SDM, riset dan inovasi teknologi, terutama dalam bidang maritim,” ujar Hatta.

Reporter: Talita Malinda