JAKARTA - Lembaga keuangan JP Morgan menyebut batu bara menjadi tulang punggung ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi guncangan harga energi di pasar global.
Posisi Indonesia dinilai sangat kuat bahkan melampaui negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China dalam hal ketahanan terhadap gejolak harga minyak.
"Indonesia masih memiliki produksi batu bara yang besar dan menjadi tulang punggung energi nasional," tulis laporan JP Morgan, sebagaimana dilansir dari sumber naskah asli, Senin (4/5/2026).
Lembaga riset internasional tersebut mencatat bahwa hampir 48% konsumsi energi final di dalam negeri bersumber dari komoditas emas hitam ini.
Selain itu pasokan gas domestik memberikan andil sebesar 22% dalam memperkokoh struktur energi nasional.
Pemerintah kini menerapkan pendekatan nilai di atas volume untuk menjaga stabilitas harga komoditas di pasar internasional.
Target produksi untuk tahun 2026 dipatok pada angka 600 juta ton guna menghindari penumpukan pasokan yang berlebih.
Langkah pengendalian ini diambil agar penerimaan negara tetap optimal meski jumlah produksi fisik mengalami penurunan.
Kementerian ESDM memastikan bahwa kewajiban pasar domestik atau DMO tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh perusahaan tambang.
Di sisi lain beban subsidi energi kini semakin menghimpit ruang gerak anggaran pendapatan dan belanja negara.
Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik memaksa pemerintah bekerja ekstra keras menjaga daya beli masyarakat.
Pemanfaatan batu bara secara maksimal diharapkan mampu menjadi solusi praktis dalam menambal defisit keuangan yang kian melebar.