JAKARTA - PT Techno9 Indonesia Tbk tengah menyiapkan langkah strategis untuk masuk ke bisnis tambang dan energi melalui skema rights issue serta reverse takeover aset.
Perusahaan teknologi informasi ini bersiap mengubah haluan bisnis secara fundamental melalui integrasi aset milik Poh Group.
"Tidak terdapat biaya tunai untuk mengakuisisi aset tambang Mongolia; aset tersebut akan dimasukkan ke dalam perseroan melalui proses PMHMETD," ujar Irwan Dharma Kusuma, sebagaimana dilansir dari naskah sumber, Senin (4/5/2026).
Irwan Dharma Kusuma menjelaskan bahwa langkah berani ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang guna memperluas jangkauan ekspansi ke bidang hilirisasi yang memiliki nilai tambah tinggi.
Agenda besar ini memerlukan persetujuan mutlak dari para pemegang saham dalam rapat luar biasa yang akan digelar pada 7 Mei 2026.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas soal suntikan modal, tetapi juga menyangkut perombakan jajaran direksi serta komisaris perusahaan.
Mekanisme pengambilan aset pertambangan di luar negeri tersebut dilakukan tanpa harus menguras saldo kas internal perseroan.
Bagi para investor, aksi korporasi ini membawa peluang pertumbuhan sekaligus risiko dilusi jika hak memesan efek tidak dieksekusi.
Selain fokus pada komoditas, perusahaan juga mulai melirik pengembangan teknologi pengolahan limbah menjadi energi serta biomassa.
NINE yang melantai di bursa sejak 2022 kini memasuki fase paling agresif dalam sejarah operasionalnya di tanah air.
Kepastian arah baru ini akan sangat bergantung pada hasil keputusan akhir dalam forum rapat daring pekan ini.