JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan lahirnya 836.696 lapangan kerja baru melalui investasi energi terbarukan dalam RUPTL PLN 2025–2034 dengan dominasi green jobs.
Alokasi dana sebesar 2.133,7 triliun rupiah menjadi motor penggerak utama bagi terciptanya berbagai posisi baru yang sangat spesifik di pasar tenaga kerja.
"Rekrutmen sudah berjalan sekarang, dan sebagian besar posisinya belum penuh," sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).
Laporan tersebut menjelaskan bahwa sekitar 91% dari total serapan tenaga kerja merupakan profesi yang berkaitan langsung dengan kelestarian lingkungan.
Keunikan dari fenomena ini adalah banyaknya peran penting yang justru tidak mengharuskan latar belakang pendidikan teknik murni.
Beberapa profesi seperti ESG Officer dan Manajer Keberlanjutan menjadi posisi yang paling cepat tumbuh permintaannya dalam 3 tahun terakhir.
Analis karbon juga mulai banyak dicari seiring aktifnya bursa karbon Indonesia untuk menghitung emisi perusahaan secara presisi.
Sektor lapangan seperti teknisi panel surya menawarkan peluang besar bagi lulusan sekolah vokasi dengan pelatihan singkat bersertifikat.
Kebutuhan akan auditor energi pada bangunan komersial turut meningkat demi mengejar standar efisiensi yang lebih ketat.
Selain itu, munculnya manajer armada kendaraan listrik menjadi jawaban atas pergeseran moda transportasi menuju ekosistem tanpa emisi.
Para ahli berpendapat bahwa pengambilan posisi lebih awal di industri ini memberikan keunggulan kompetitif sebelum persaingan tenaga kerja semakin padat.