KUPANG - Universitas Nusa Cendana menyatakan kesiapan mendukung pengembangan energi panas bumi atau geothermal di Flores guna mempercepat transisi energi bersih di NTT.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kekayaan alam di Nusa Tenggara Timur mampu dikelola secara mandiri oleh tenaga ahli dari daerah sendiri.
“Energi terbarukan akan menjadi pilihan utama di masa depan. Energi fosil pada akhirnya akan terbatas, sehingga negara perlu menyiapkan alternatif energi, dan Flores memiliki potensi besar di sektor geothermal,” ujarnya Prof. Philiphi de Rozari, saat memberikan penilaian di Kupang, Senin (4/5/2026).
Prof. Philiphi de Rozari berpendapat bahwa kesiapan masyarakat serta peningkatan kualitas kapasitas manusia lokal merupakan kunci utama dalam menghadapi masa transisi energi ini.
Pulau Flores memang memiliki cadangan panas bumi yang sangat melimpah dan siap untuk dioptimalkan.
Pihak universitas berencana membuka program studi khusus untuk mencetak ahli teknik yang kompeten di bidang panas bumi.
Sinergi antara dunia pendidikan dan penyedia layanan listrik nasional ini dipandang sebagai fondasi yang sangat kuat.
Pemanfaatan sumber daya non-fosil akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional yang ketersediaannya kian menipis.
Proses pengembangan ini diharapkan tetap berjalan secara inklusif dengan melibatkan partisipasi aktif warga setempat.
Implementasi teknologi hijau ini menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Keberlanjutan industri energi di wilayah kepulauan ini sangat bergantung pada kecepatan adaptasi teknologi dan dukungan regulasi.