DUMAI - Kilang Pertamina Dumai resmi memulai commissioning fasilitas co-processing minyak jelantah untuk mendukung produksi bioavtur SAF yang lebih ramah lingkungan.
Langkah ini menjadi fondasi utama bagi perusahaan dalam menyediakan bahan bakar pesawat yang tidak hanya efisien tetapi juga berkelanjutan.
“Ini menjadi milestone penting bagi Kilang Pertamina Dumai dalam mempersiapkan teknologi dan infrastruktur kilang untuk memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAF). Oleh karena itu, penyiapan fasilitas co-processing UCO kami lakukan secara menyeluruh dan terencana, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan, ketentuan operasional, serta regulasi yang berlaku,” ujar Iwan Kurniawan, saat peresmian fasilitas di Dumai, Sabtu (2/5/2026).
Iwan Kurniawan berpendapat bahwa kesiapan operasional sarana dan fasilitas ini sangat krusial guna menjamin proses pengolahan energi baru berjalan dengan aman.
Penyediaan infrastruktur pengolahan tersebut mengintegrasikan teknologi modifikasi yang memungkinkan injeksi limbah cair rumah tangga ke dalam sistem produksi.
Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan pengumpulan limbah dapur yang melibatkan peran aktif warga di sekitar wilayah operasional.
Masyarakat mendapatkan apresiasi berupa komoditas baru sebagai pengganti limbah bersih yang mereka setorkan ke bank sampah khusus.
Pihak manajemen menekankan bahwa program jangka panjang ini dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan yang memberikan nilai ekonomi.
Transformasi limbah menjadi energi bernilai tinggi ini diproyeksikan mampu menekan tingkat emisi karbon pada sektor aviasi secara signifikan.
Implementasi prinsip ekonomi sirkular tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara tanggung jawab sosial dan inovasi industri energi.
Evaluasi berkala terus dilakukan untuk memastikan volume pengumpulan limbah sejalan dengan kapasitas modifikasi fasilitas injeksi di kilang.