Danantara Siap Masuk Pasar Modal Lewat IPO BUMN dan Strategi Pengelolaan Aset

Selasa, 27 Januari 2026 | 08:42:39 WIB
Danantara Siap Masuk Pasar Modal Lewat IPO BUMN dan Strategi Pengelolaan Aset

JAKARTA — Upaya memperluas peran di sektor keuangan nasional membuat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersiap menapaki pasar modal Indonesia pada tahun ini. 

Langkah tersebut dinilai akan memberi warna baru bagi dinamika bursa, mengingat Danantara mengelola aset strategis negara melalui sejumlah BUMN di bawah naungannya. Otoritas bursa melihat setidaknya terdapat beberapa jalur yang dapat ditempuh agar Danantara resmi hadir sebagai pelaku di pasar saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy menjelaskan bahwa skema yang tersedia tidak terbatas pada satu cara saja. Salah satu opsi yang memungkinkan adalah membawa perusahaan BUMN di bawah Danantara untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Dengan mekanisme tersebut, Danantara dapat memperkenalkan portofolio investasinya kepada publik sekaligus memperluas basis investor.

Skema Masuk Pasar Modal melalui IPO BUMN

Menurut Irvan, rencana Danantara untuk masuk ke pasar modal pada 2026 sudah disampaikan secara terbuka. BEI pun menyambut langkah tersebut dengan harapan bahwa ada BUMN yang dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk melaksanakan IPO.

“Mereka [Danantara] bilang akan masuk pasar [modal] tahun ini. Kami berharap ada BUMN yang bisa IPO Ini kan dari Danantara,” ujarnya.

Selain melalui IPO, Irvan menyebut Danantara juga memiliki peluang untuk berperan di pasar modal melalui pengelolaan aset. Hal ini sejalan dengan keberadaan Danantara Asset Management sebagai perusahaan manajemen aset di bawah grup Danantara. Ia berharap entitas tersebut tidak hanya berfokus pada instrumen obligasi, tetapi juga aktif di pasar saham. Pembicaraan mengenai potensi keterlibatan Danantara Asset Management di saham, lanjutnya, sudah dilakukan sejak akhir 2025.

Dengan dua jalur tersebut, yakni IPO BUMN dan pengelolaan aset, BEI menilai kehadiran Danantara dapat memberikan likuiditas tambahan serta memperkuat struktur pasar modal domestik.

Strategi Penempatan Dana di Pasar Saham

Sebelumnya, PT Danantara Investment Management (Persero) telah memastikan bahwa suntikan dana ke pasar modal Indonesia akan dilakukan secara hati-hati dan tetap berfokus pada fundamental emiten. Holding investasi Danantara Indonesia itu diketahui akan menggelontorkan dana sebesar US$10 miliar pada kuartal akhir 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80% dialokasikan untuk investasi di dalam negeri, termasuk pasar modal. Dengan estimasi 5% hingga 10% dari total dana masuk ke pasar saham, nilainya diperkirakan berada pada kisaran Rp8 triliun hingga Rp16 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa pasar saham menjadi salah satu tujuan penting dalam strategi penempatan dana Danantara.

Kehadiran dana berskala besar tersebut berpotensi memberikan dorongan bagi likuiditas pasar sekaligus meningkatkan minat investor terhadap saham-saham yang memiliki fundamental kuat.

Peran Pasar Modal dalam Manajemen Neraca Danantara

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menuturkan bahwa penempatan dana di pasar modal merupakan bagian dari strategi pengelolaan neraca atau balance sheet management. Langkah ini dilakukan sambil menunggu kesiapan investasi langsung, seperti proyek waste to energy maupun sektor-sektor prioritas lainnya.

“Kami perlu mencari instrumen-instrumen yang likuid, yang nanti mudah dikonversi ke investasi langsung. Kami pasti akan masuk ke pasar, baik pasar modal, obligasi, dan ke equity,” ujarnya.

Pandu menegaskan bahwa keberadaan pasar modal memungkinkan Danantara menjaga fleksibilitas penggunaan dana. Instrumen yang likuid memudahkan perusahaan untuk mengalihkan dana ke investasi riil ketika proyek-proyek strategis sudah siap dijalankan. Dengan demikian, pasar modal tidak hanya menjadi sarana penempatan sementara, tetapi juga bagian dari perencanaan investasi jangka menengah.

Fokus pada Fundamental dan Mitra Manajer Investasi

Dalam menentukan pilihan investasi, Pandu menekankan bahwa prinsip utama Danantara tetap bertumpu pada fundamental perusahaan dan prospek pertumbuhan bisnis. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana yang ditempatkan tidak hanya aman, tetapi juga memberikan potensi imbal hasil yang optimal.

Oleh karena itu, Danantara akan menggandeng sejumlah firma manajemen investasi terkemuka di Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada pemilihan saham yang tepat, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta diversifikasi portofolio agar kinerja investasi lebih stabil.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Danantara tidak semata mengejar skala penempatan dana, tetapi juga kualitas aset yang dibeli. Dengan dukungan manajer investasi berpengalaman, Danantara berharap dapat memaksimalkan peran pasar modal sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.

Prospek Kehadiran Danantara bagi Pasar Modal

Masuknya Danantara ke pasar modal dipandang sebagai langkah strategis yang berpotensi memberikan dampak berlapis. Dari sisi perusahaan, kehadiran ini membuka peluang optimalisasi aset serta memperluas akses pendanaan. Sementara dari sisi pasar, tambahan likuiditas dan potensi IPO BUMN dapat meningkatkan variasi instrumen investasi bagi publik.

Dengan skema IPO BUMN maupun pengelolaan aset melalui Danantara Asset Management, pasar modal Indonesia berpeluang mendapatkan katalis baru pada 2026. Seluruh langkah tersebut tetap diarahkan pada tujuan utama, yakni memperkuat investasi berbasis fundamental dan mendukung proyek-proyek strategis nasional yang sedang disiapkan.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai agenda, Danantara bukan hanya menjadi investor besar di bursa, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong pendalaman pasar keuangan nasional melalui kombinasi investasi langsung dan portofolio pasar modal.

Terkini