Program Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru Masuki Dunia Kerja

Senin, 26 Januari 2026 | 09:23:32 WIB
Program Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru Masuki Dunia Kerja

JAKARTA - Memasuki dunia kerja kerap menjadi tantangan besar bagi lulusan baru perguruan tinggi. 

Persyaratan pengalaman kerja yang sering kali menjadi hambatan membuat banyak fresh graduate kesulitan bersaing, meskipun memiliki latar belakang pendidikan yang memadai. Menjawab persoalan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadirkan Program Magang Nasional sebagai salah satu solusi konkret untuk mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan kesiapan talenta muda Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan formal atau administratif, melainkan sebagai sarana pembelajaran langsung di lingkungan kerja nyata. Melalui pemagangan terstruktur, lulusan baru diharapkan memperoleh pengalaman praktis yang relevan sehingga lebih siap memasuki pasar kerja setelah program berakhir.

Magang Nasional Didesain untuk Menjawab Kesenjangan Pengalaman

Menurut Cris Kuntadi, salah satu persoalan utama yang dihadapi lulusan baru adalah minimnya pengalaman kerja. Kondisi ini kerap menjadi penghambat ketika mereka mulai melamar pekerjaan. Oleh karena itu, Program Magang Nasional difokuskan untuk memberikan pengalaman kerja langsung yang sesuai dengan kebutuhan industri dan instansi pemerintah.

“Kegiatan ini bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pemagangan meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi. Ini penting agar mereka tidak terhambat hanya karena tidak punya pengalaman kerja,” kata Cris dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan bahwa peserta magang benar-benar terlibat dalam aktivitas kerja yang sesungguhnya, bukan sekadar menjalankan tugas simbolis. Dengan demikian, lulusan baru dapat memahami budaya kerja, sistem organisasi, serta tuntutan profesional yang akan mereka hadapi di dunia kerja nantinya.

Pengawasan dan Evaluasi Dilakukan Secara Berkelanjutan

Program Magang Nasional yang diluncurkan sejak tahun lalu terus mendapat pengawasan dan evaluasi dari Kemnaker. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat nyata bagi peserta maupun satuan kerja penerima.

Salah satu bentuk evaluasi tersebut dilakukan melalui kunjungan ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kawasan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Di kawasan ini, Kemnaker memantau langsung pelaksanaan pemagangan dan berdialog dengan para peserta untuk mengetahui pengalaman mereka selama mengikuti program.

Cris menyampaikan bahwa monitoring di lapangan menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas program. Dengan pengawasan yang ketat, Kemnaker dapat memastikan bahwa proses pemagangan benar-benar meningkatkan kompetensi peserta dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Ratusan Peserta Magang Ditempatkan di Lingkungan Kerja Nyata

Di kawasan Nusakambangan, lebih dari 200 peserta Program Magang Nasional saat ini menjalani pemagangan di berbagai UPT Pemasyarakatan. Para peserta ditempatkan di lingkungan kerja dengan tingkat disiplin tinggi dan sistem kerja yang nyata, kondisi yang jarang diperoleh lulusan baru di awal perjalanan karier mereka.

Lingkungan kerja tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai tanggung jawab, kerja tim, serta penerapan aturan yang ketat. Pengalaman ini dinilai sangat berharga untuk membentuk karakter kerja, kedisiplinan, dan kesiapan mental lulusan baru sebelum terjun sepenuhnya ke dunia kerja.

Cris menilai bahwa pengalaman kerja di lingkungan seperti ini mampu meningkatkan daya saing lulusan baru. Mereka tidak hanya memahami teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memiliki gambaran nyata tentang dinamika kerja di lapangan.

Kemenimipas Jadi Mitra Strategis Program Magang Nasional

Dalam pelaksanaan Program Magang Nasional, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjadi salah satu mitra strategis Kemnaker. Bahkan, Kemenimipas tercatat sebagai penyumbang terbesar penerima peserta magang secara nasional.

Cris mengungkapkan bahwa Kemenimipas mengusulkan kebutuhan peserta magang lebih dari 30 ribu orang. Namun, setelah melalui proses seleksi dan penyesuaian, jumlah peserta yang disetujui mencapai 21.686 orang dan tersebar di 835 satuan kerja Kemenimipas.

“Setelah seleksi dan penyesuaian, yang disetujui sebanyak 21.686 peserta dan tersebar di 835 satuan kerja Kemenimipas,” ucap Cris.

Khusus di Jawa Tengah, jumlah peserta magang yang diterima di lingkungan Kemenimipas tercatat mencapai 2.004 orang. Angka ini mencerminkan besarnya kebutuhan dunia kerja terhadap talenta muda yang siap bekerja dan memiliki kompetensi dasar yang memadai.

Manfaat Ganda bagi Lulusan dan Satuan Kerja

Cris menilai Program Magang Nasional memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, satuan kerja terbantu oleh kehadiran peserta magang yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan kegiatan operasional. Di sisi lain, lulusan baru memperoleh pengalaman kerja langsung yang relevan, terstruktur, dan sesuai dengan bidang tugas yang dijalani.

“Program ini memberi manfaat ganda. Satuan kerja terbantu, sementara lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja langsung yang relevan dan terstruktur,” jelasnya.

Selain bertemu dengan peserta magang, Sekjen Kemnaker juga meninjau sejumlah UPT Pemasyarakatan, seperti Kembang Kuning, Pasir Putih, Batu, dan Permisan. Ia juga mengunjungi Balai Latihan Kerja Nusakambangan serta unit usaha produktif binaan Kemenimipas, mulai dari budidaya udang vaname, ikan sidat, perkebunan anggur, hingga peternakan ayam.

“Melalui penguatan Program Magang Nasional, Kemnaker menegaskan komitmen negara menghadirkan jalan masuk yang lebih adil ke dunia kerja bagi lulusan baru, sekaligus memperkuat kesiapan SDM Indonesia menghadapi tantangan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang terukur dan kolaborasi lintas kementerian, Program Magang Nasional diharapkan menjadi pintu awal bagi lulusan baru untuk membangun karier dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Terkini