Indonesia dan Inggris Resmi Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Bersama

Selasa, 20 Januari 2026 | 08:37:35 WIB
Indonesia dan Inggris Resmi Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Bersama

JAKARTA - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada Januari 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Inggris.

Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, kedua negara memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam kerja sama strategis, khususnya di bidang ekonomi. Salah satu capaian utama dari lawatan ini adalah peluncuran Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi antara Indonesia dan Inggris.

Kemitraan tersebut diluncurkan di London, Inggris, pada Senin, 19 Januari 2026 waktu setempat. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara di berbagai sektor strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Langkah ini juga mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Inggris dalam membangun hubungan ekonomi yang lebih erat dan saling menguntungkan.

Penandatanganan Kemitraan oleh Perwakilan Kedua Negara

Peluncuran Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia–Inggris ditandatangani langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Pemerintah Indonesia, serta Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Senin, bertepatan dengan rangkaian kegiatan lawatan Presiden Prabowo Subianto di Inggris.

Kehadiran para pejabat tinggi dari kedua negara menandai pentingnya kemitraan ini dalam agenda hubungan bilateral. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi kerangka kerja yang kuat untuk mendorong kolaborasi ekonomi yang lebih luas, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Kemitraan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian kedua negara melalui penguatan perdagangan, investasi, dan kerja sama lintas sektor.

Inggris Nilai Kemitraan sebagai Langkah Bersejarah

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, yang turut hadir dalam acara peluncuran kemitraan tersebut, menilai kesepakatan ini sebagai tonggak penting dalam hubungan Indonesia dan Inggris. Menurutnya, kemitraan ini membawa hubungan perdagangan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.

“Perjanjian bersejarah ini membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” kata Jermey di London.

Ia menegaskan bahwa kemitraan ini mencerminkan keseriusan kedua negara dalam membangun kerja sama ekonomi yang komprehensif dan relevan dengan tantangan masa depan. Fokus pada sektor-sektor strategis menunjukkan arah kolaborasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan dan inovasi.

Dorong Investasi dan Atasi Hambatan Nontarif

Selain memperkuat kerja sama sektor strategis, Dominic Jermey menjelaskan bahwa Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia–Inggris juga menegaskan komitmen kedua negara dalam mengatasi berbagai hambatan nontarif yang selama ini menjadi tantangan dalam perdagangan internasional.

Menurutnya, kemitraan ini dirancang untuk mendukung para pelaku ekspor, baik dari Indonesia maupun Inggris, agar dapat mengakses pasar masing-masing negara dengan lebih mudah. Selain itu, kesepakatan ini juga bertujuan mendorong peningkatan investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar.

Jermey berharap kemitraan tersebut mampu menciptakan peluang baru bagi dunia usaha di kedua negara, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Indonesia dan Inggris. Dengan kerja sama yang lebih terstruktur, kedua negara diharapkan dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing.

Agenda Strategis Selama Kunjungan Presiden Prabowo di London

Selama lawatan di London, Presiden Prabowo Subianto didampingi oleh sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden Prabowo tiba di Inggris pada Minggu (18/1) malam setelah bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu siang.

Di ibu kota Inggris tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer serta Raja Charles III. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan hubungan bilateral dan kerja sama di tingkat global.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan PM Keir Starmer, kedua negara akan menyepakati kemitraan strategis yang lebih luas. Kemitraan tersebut mencakup kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, antisipasi dampak perubahan iklim, energi, serta lingkungan.

Peluncuran Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia–Inggris menjadi bagian penting dari upaya memperkuat posisi kedua negara sebagai mitra strategis di tengah tantangan global, sekaligus membuka babak baru dalam hubungan bilateral yang lebih erat dan berorientasi masa depan.

Terkini