Pentingnya Menyalakan Mobil Listrik Secara Berkala agar Aki Awet

Ilustrasi aki mobil (FOTO: NET)
Penulis: Talita Malinda
Kamis, 28 Mei 2026 | 12:43:37 WIB

JAKARTA - Selain baterai utama atau power battery, mobil listrik juga tetap menggunakan baterai 12 volt seperti pada mobil bermesin konvensional.

Komponen ini memiliki fungsi penting untuk menyuplai daya berbagai sistem elektronik kendaraan.

Aftersales Service Operation Manager Jaecoo, Bayu Agus Mustofa, menjelaskan baterai 12 volt pada mobil listrik sejatinya tetap bekerja meski kendaraan dalam kondisi mati.

“Mungkin kalau kami tahu di mobil ICE, baterai itu ketika mobil dalam keadaan mati pun ada arus aki yang terpakai di mobil, contoh untuk mempertahankan jam dan lain-lain. Itu juga sama, berlaku di mobil listrik,” ujar Bayu, di Jakarta Utara, belum lama ini.

Menurutnya, meski kendaraan tidak digunakan, aki tetap mengalirkan sedikit daya untuk mendukung beberapa sistem elektronik kendaraan.

“Jadi meski kondisi mobil dalam keadaan mati, aki itu ada arus sedikit yang terpakai dalam mobil,” kata Bayu.

Karena itu, pemilik mobil listrik disarankan tetap menyalakan kendaraan secara berkala agar kondisi baterai 12 volt tetap terjaga.

Bayu menjelaskan, konsep tersebut mirip seperti kebiasaan memanaskan mobil pada kendaraan berbahan bakar bensin.

“Kalau mobil bensin kami biasa ada istilah manasin mobil pagi-pagi. Itu sebenarnya harus berlaku di mobil listrik,” ujar Bayu.

Pada mobil listrik, baterai 12 volt mendapatkan suplai daya dari power battery melalui sistem DC-DC converter.

Saat kendaraan dinyalakan dalam kondisi ready, baterai utama akan mengisi ulang aki 12 volt secara otomatis.

“Karena aki itu diisi oleh power battery melalui DC-DC converter. Jadi mungkin dalam jarak 2 sampai 4 hari hari, mobilnya bisa dibikin ready dan menyalakan AC, otomatis baterai 12V SOC-nya nanti akan nge-charge sendiri,” kata Bayu.

Selain itu, Bayu juga menyarankan beberapa langkah jika kendaraan akan ditinggalkan dalam waktu lama, misalnya saat pemilik bepergian jauh.

“Apabila ingin meninggalkan kendaraannya dalam perjalanan jauh, usahakan power battery-nya diisi di atas 50 persen dan juga aki-nya dicabut minusnya,” ujar Bayu.

Sebagai informasi, aki 12 volt pada mobil listrik memiliki fungsi penting untuk mengaktifkan sistem elektronik awal kendaraan, termasuk komputer, lampu, hingga membuka akses kendaraan.

Karena itu, apabila aki 12 volt bermasalah atau tekor, mobil listrik juga bisa sulit dinyalakan meski baterai utamanya masih memiliki daya.

Reporter: Talita Malinda