Perkuat Struktur Ekonomi, Balikpapan Jadikan UMKM Pilar Utama

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 23 Juni 2026
Perkuat Struktur Ekonomi, Balikpapan Jadikan UMKM Pilar Utama
Balikpapan Lepas dari Migas (FOTO: NET)

BALIKPAPAN - Pandangan mengenai Kota Balikpapan yang identik dengan kota minyak masih sangat tertanam di memori publik.

Akan tetapi, situasi itu kini tidak lagi menggambarkan keadaan struktur perekonomian daerah yang sebenarnya.

Pihak otoritas kota menyatakan bahwa bidang jasa, manufaktur, niaga, serta ekonomi kreatif (ekraf) kini telah bergeser menjadi pilar penyangga yang utama.

“Termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Senin (22/6/2026).

Transformasi di dalam struktur finansial tersebut menjadi basis krusial demi menjamin kelangsungan ekspansi daerah.

Khususnya di tengah eskalasi kegiatan konstruksi di wilayah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kian melaju.

Rahmad menyampaikan bahwa untuk urusan minyak dan gas (migas), peran kota ini sebatas menjadi sentra pemrosesan sekaligus basis roda ekonomi pembantu bagi industri daya tersebut.

“Sumber daya migas paling banyak Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar),” sebutnya.

Berdasarkan penuturan Rahmad, sistem finansial di kota ini sekarang kian bervariasi.

Sektor tata niaga, pelayanan, manufaktur hilir, hingga industri kreatif menyumbang andil yang signifikan bagi progresitas daerah.

Keadaan ini menjadi aset krusial demi memelihara keseimbangan finansial sekaligus mengokohkan resistensi wilayah dalam melewati bermacam-macam hambatan.

Sejalan dengan kian dinamisnya proyek pembangunan di area penyokong IKN, otoritas daerah juga mengintensifkan posisi UMKM sebagai lini yang krusial.

“Selain membuka peluang usaha baru, UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujarnya.

Rahmad memaparkan bahwa program penguatan UMKM tidak cuma menitikberatkan pada kemudahan modal serta pelebaran jaringan dagang.

Akselerasi kapabilitas kompetensi pekerja turut menjadi prioritas yang fundamental.

“Agar pelaku usaha mampu bersaing dalam iklim ekonomi yang terus berubah. Kami ingin UMKM naik kelas,” imbuhnya.

Kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan tren pembaruan teknologi, sambungnya, menjadi elemen yang sangat vital demi mempertahankan eksistensi bisnis di tengah rivalitas yang kian kompetitif.

“Pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital,” ujarnya.

Penerapan sistem digital saat ini telah bertransformasi menjadi aspek yang sangat krusial dalam lingkup bisnis.

Oleh sebab itu, otoritas daerah memacu para pegiat UMKM supaya tidak sekadar menciptakan barang yang bermutu tinggi.

“Tetapi juga memanfaatkan berbagai platform digital guna memperluas jangkauan pemasaran,” tambahnya.

Mengacu pada penjelasan Rahmad, pengoperasian teknologi dapat membuka keterbukaan pasar yang kian masif sekaligus mengeskalasi nilai tawar komoditas domestik.

“Langkah ini menjadi kebutuhan penting seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital,” tutupnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua