Dukung Pertanian Modern, ITPLN Implementasikan Pompa Surya di Karawang

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 12 Juni 2026
Dukung Pertanian Modern, ITPLN Implementasikan Pompa Surya di Karawang
Tim Pengabdian kepada Masyarakat. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, Institut Teknologi PLN (ITPLN) mendorong langkah modernisasi electrifying agriculture (pertanian berbasis listrik) di Karawang, Jawa Barat melalui inovasi irigasi dengan tenaga surya.

Ketua Tim PKM ITPLN Meyhart Bangkit Sitorus dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan sistem yang dibangun di Desa Ciwulan dan Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang itu tidak hanya mengandalkan panel surya sebagai sumber energi, tetapi juga dilengkapi penyimpanan energi dan sistem pengendalian motor agar operasional pompa tetap stabil.

"Petani memperoleh sumber energi yang lebih bersih sekaligus pasokan yang lebih stabil untuk mengoperasikan pompa irigasi," katanya.

Meyhart menjelaskan energi yang dihasilkan panel surya pada siang hari tidak seluruhnya digunakan secara langsung.

Sebagian energi disimpan dalam baterai sehingga pompa masih memiliki cadangan daya ketika intensitas sinar matahari menurun.

Selain menyediakan teknologi, ia menyebut ITPLN juga memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengoperasian sistem, keselamatan kerja, perawatan baterai, hingga pemeriksaan rutin perangkat.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat mampu mengelola dan menjaga keberlanjutan sistem secara mandiri.

Lebih lanjut, anggota Tim PKM ITPLN Syamsir Abduh, menilai teknologi tersebut telah membuktikan bahwa sistem irigasi berbasis pompa listrik tenaga surya dapat diterapkan untuk mendukung sektor pertanian.

"Perguruan tinggi bukan menara gading. Kampus harus turun ke lapangan untuk menjawab persoalan masyarakat," ujarnya.

Syamsir menjelaskan sistem memanfaatkan panel surya berkapasitas 5 kilowatt peak (kWp) yang mengubah radiasi matahari menjadi listrik arus searah (DC).

Energi kemudian diatur melalui solar charge controller berbasis maximum power point tracking (MPPT), disimpan dalam baterai, lalu diubah menjadi listrik arus bolak-balik (AC) melalui inverter sebelum digunakan untuk menggerakkan motor pompa.

Salah satu komponen utama yang digunakan adalah variable frequency drive (VFD) yang memungkinkan motor melakukan soft start atau beroperasi secara bertahap.

Teknologi ini mampu mengurangi lonjakan arus saat pompa dinyalakan sehingga risiko gangguan sistem dapat ditekan.

Untuk meningkatkan performa, tim melakukan pengembangan pada kapasitas panel surya, sistem proteksi, VFD, dan motor pompa.

VFD ditingkatkan dari 5,5 kilowatt menjadi 10 kilowatt, sementara motor pompa diperbesar dari 5,5 kilowatt menjadi 7,5 kilowatt guna meningkatkan debit air yang dipompa.

Sementara, Kepala Desa Ciwulan, Warkat Subrata, mengatakan keberadaan pompa tenaga surya sudah mulai membantu mengalirkan air ke lahan pertanian meskipun pembangunan infrastruktur pendukung belum sepenuhnya selesai.

Ia mengungkapkan Pemerintah Desa Ciwulan bersama Desa Pulosari telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp320 juta untuk mendukung program tersebut.

Namun, masih dibutuhkan pembangunan jaringan pipa hingga titik akhir saluran tersier agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani.

"Mudah-mudahan ini bukan akhir dari kerja sama. Kami memohon ke depan ada pengembangan, terutama untuk pengairan pertanian," ucap Warkat Subrata.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua