SKK Migas: Harga Pertalite Aman Sepanjang 2026 Jika ICP di Bawah US$100

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 04 Juni 2026
SKK Migas: Harga Pertalite Aman Sepanjang 2026 Jika ICP di Bawah US$100
Kepala SKK Migas menjelaskan harga Pertalite tetap stabil karena ICP di bawah US$100 per barel. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, memaparkan alasan di balik keputusan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite meskipun harga minyak dunia sempat mengalami lonjakan akibat ketegangan di Timur Tengah.

Menurut Djoko, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang tahun 2026 hingga bulan Mei masih berada di bawah ambang batas yang dapat memicu penyesuaian harga BBM subsidi.

"Untuk ICP realisasi 2026, sampai dengan bulan Mei US$86 per barel. Nah, ini yang menyebabkan harga pertalite dan solar subsidi tetap tidak naik sampai akhir tahun karena targetnya dan hanya cukup apabila ICP mencapai US$100 per barel," ujar Djoko dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, Rabu (3/6).

Hingga saat ini, Pertamina masih mempertahankan harga Pertalite di level Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi sebesar Rp6.800 per liter.

Harga kedua jenis BBM tersebut tidak mengalami perubahan sejak awal tahun.

Di sisi lain, Pertamina juga tetap menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green 95 tetap dipatok pada harga Rp12.900 per liter.

Sementara itu, sejumlah BBM nonsubsidi lainnya telah mengalami penyesuaian harga per 1 Juni 2026.

Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.750 per liter, sedangkan harga Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan.

Harga minyak dunia sempat melonjak tajam hingga menembus US$100 per barel akibat konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat yang mengganggu lalu lintas energi global.

Namun, pemerintah berulang kali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi guna melindungi daya beli masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua