Laporan ESG 2025 J&T Express: Tingkatkan Efisiensi dan Inovasi Hijau

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 21 Mei 2026
Laporan ESG 2025 J&T Express: Tingkatkan Efisiensi dan Inovasi Hijau
J&T Express melaporkan praktik green logistics dalam ESG Report. (Sumber Foto: NET )

JAKARTA – J&T Express resmi menerbitkan Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025.

Dokumen tersebut menguraikan berbagai pencapaian perusahaan dalam hal operasi cerdas, efisiensi energi, perlindungan hak tenaga kerja, pengembangan talenta, tata kelola bisnis, serta kontribusi tanggung jawab sosial di seluruh negara tempat perusahaan beroperasi.

Melalui laporan ini, J&T Express menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam jaringan logistik global dan mendorong pertumbuhan bisnis yang tetap berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, J&T Express memperkuat transformasi logistik cerdas dengan mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan big data di seluruh rantai operasional.

Teknologi ini diterapkan untuk mengoptimalkan rute distribusi, meningkatkan efisiensi penyortiran, serta memperkuat layanan pengiriman akhir.

Perusahaan telah memperluas jaringan global dengan membangun 14 kawasan logistik inti yang mencakup total luas 1,05 juta meter persegi.

Dari sisi infrastruktur, J&T Express memanfaatkan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers dan lebih dari 400 conveyor hemat energi guna meningkatkan efisiensi operasional.

Upaya pengurangan limbah dilakukan melalui program kemasan hijau.

Hingga akhir tahun 2025, perusahaan telah menggunakan 38,27 juta kantong transit guna ulang yang telah dimanfaatkan hingga 3,33 miliar kali.

Pada sektor transportasi rendah karbon, J&T Express terus memperluas penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Di Tiongkok, jumlah truk berbahan bakar LNG mencapai 1.697 unit atau sekitar 30 persen dari total armada.

Sementara di Filipina, seluruh armada telah menggunakan biodiesel B5, dan di Singapura sekitar 6 persen armada telah berupa truk listrik.

Selain itu, lebih dari 1.000 kendaraan otonom telah dioperasikan hingga akhir 2025.

Perusahaan juga meningkatkan efisiensi distribusi dengan memperkuat pemanfaatan jalur transportasi laut serta kereta api.

Di bidang ketenagakerjaan, J&T Express berkomitmen membangun lingkungan kerja yang inklusif dan setara melalui sistem kesejahteraan yang berfokus pada kesehatan, perlindungan pekerja, serta pengembangan karier.

Di Tiongkok, perusahaan mengimplementasikan Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 yang mencakup lebih dari 290.000 pekerja.

Kesepakatan ini berfokus pada transparansi algoritma di era ekonomi digital, perlindungan upah, serta pengembangan karier.

J&T Express juga memperkuat sistem pelatihan global terintegrasi.

Sepanjang 2025, jumlah kursus pada platform pelatihan digital meningkat 60 persen, sementara total jam pelatihan melonjak hingga 2,8 kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Perusahaan pun menyelenggarakan lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan secara global yang melibatkan lebih dari 1,4 juta peserta demi memperkuat budaya keselamatan kerja.

Dalam aspek tanggung jawab sosial, J&T Express menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta bantuan kebencanaan.

Di Chongqing, Tiongkok, perusahaan menggunakan drone untuk membantu distribusi jeruk di wilayah pegunungan dengan kapasitas angkut 10 ton per hari.

Teknologi ini dinilai mampu menekan biaya tenaga kerja bagi para petani.

Sementara di Thailand, J&T Express bekerja sama dengan Department of Agricultural Extension untuk menyediakan layanan logistik buah segar demi mendukung efisiensi distribusi hasil pertanian.

Terkait penanganan bencana, perusahaan terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan.

Pasca kebakaran di Tai Po, Hong Kong, J&T Express menyalurkan donasi senilai HK$10 juta serta mendistribusikan 300 paket kebutuhan pokok ke lokasi pengungsian.

Di Indonesia, J&T Express mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan bagi korban banjir di Aceh.

Selain itu, perusahaan menjalankan sejumlah program sosial sepanjang 2025, seperti Program J&T Antar Inspirasi dan rangkaian kegiatan sosial ulang tahun ke-10 perusahaan.

Melalui Program J&T Antar Inspirasi, perusahaan memberikan apresiasi pendidikan senilai Rp100 juta kepada 10 siswa terpilih, melatih lebih dari 40 guru di Sulawesi Tengah, serta menyalurkan bantuan buku dan pelatihan manajemen perpustakaan di SDN 02 Mola Utara, Wakatobi.

Dalam program sosial ulang tahun ke-10, J&T Express membagikan makanan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di 26 titik di Indonesia, mendistribusikan 1.000 paket sembako, serta merevitalisasi fasilitas publik di Surabaya, Bekasi, dan Semarang.

J&T Express terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui pengawasan terpusat di tingkat grup dan implementasi di seluruh anak perusahaan.

Kerangka ini mencakup kepatuhan rantai pasok, kebijakan anti-korupsi, persaingan usaha sehat, hingga perlindungan rahasia dagang.

Selama periode pelaporan, seluruh manajemen senior dan direksi perusahaan mengikuti pelatihan anti-korupsi, anti pencucian uang, serta pencegahan pendanaan terorisme dengan tingkat partisipasi 100 persen.

Pelatihan integritas juga diberikan kepada lebih dari 89.000 karyawan di seluruh jaringan perusahaan.

Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey, mengatakan ESG kini menjadi bagian integral dari operasional perusahaan.

"Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri," ujar Dylan Tey.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi serta memperkuat transparansi dan tata kelola ESG untuk menciptakan nilai jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua