Kuota Produksi Turun, Pengusaha Siap Ajukan Revisi RKAB Semester II

TA
Talita Malinda

Editor: yoga

Jumat, 24 April 2026
Kuota Produksi Turun, Pengusaha Siap Ajukan Revisi RKAB Semester II
ilustrasi pengusaha tambang

JAKARTA – Pengusaha tambang bersiap mengajukan revisi RKAB pada semester II 2026 sebagai langkah responsif terhadap kebijakan penurunan kuota produksi yang sedang berlaku.

Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas operasional serta menyesuaikan target performa perusahaan dengan dinamika regulasi terbaru.

"Kuota produksi turun, pengusaha tambang siap ajukan revisi RKAB pada semester II 2026," ujar perwakilan pelaku usaha, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).

Penyesuaian rencana kerja tersebut dianggap krusial agar keberlangsungan bisnis tetap terjaga di tengah pembatasan volume ekstraksi.

Para pelaku industri saat ini sedang melakukan evaluasi internal menyeluruh sebelum menyerahkan dokumen perbaikan kepada kementerian terkait.

Perwakilan pelaku usaha berpendapat bahwa fleksibilitas dalam perubahan rencana kerja tahunan sangat dibutuhkan untuk mengimbangi fluktuasi permintaan pasar global.

Beberapa perusahaan bahkan melaporkan perlunya penataan ulang alokasi tenaga kerja di lapangan seiring dengan pengurangan target output.

Pemerintah sendiri membuka ruang komunikasi bagi entitas bisnis yang memiliki urgensi teknis untuk melakukan perubahan parameter produksi.

"Kami berharap proses persetujuan revisi ini dapat berjalan efisien agar tidak mengganggu arus kas perusahaan di sisa tahun ini," lanjut perwakilan pelaku usaha, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).

Kepastian hukum mengenai batas waktu pengajuan revisi menjadi poin utama yang terus dipantau oleh para pemegang saham industri minerba.

Dalam 1 tahun anggaran, kesempatan untuk mengubah target kerja memang biasanya dibuka pada pertengahan periode berjalan.

Optimalisasi cadangan yang ada tetap menjadi prioritas meskipun volume produksi harian harus mengalami kontraksi sementara waktu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua