Korlantas Polri Optimalkan Teknologi Digital untuk Kelola Arus Mudik danBalik Lebaran Tahun Ini

Korlantas Polri Optimalkan Teknologi Digital untuk Kelola Arus Mudik danBalik Lebaran Tahun Ini
Korlantas Polri Optimalkan Teknologi Digital untuk Kelola Arus Mudik danBalik Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Perjalanan mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat setiap tahun. 

Namun di sisi lain, lonjakan jumlah kendaraan pada periode tersebut juga menjadi tantangan besar bagi pengelola lalu lintas. Untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar dan aman, berbagai strategi pengaturan lalu lintas terus diperbarui, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Pada tahun ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan pendekatan yang lebih modern dalam memantau pergerakan kendaraan selama arus mudik dan arus balik. Teknologi digital dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time sehingga keputusan rekayasa lalu lintas dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.

Baca Juga

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Akibat Eks-Siklon

Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama mudik, terutama di ruas jalan tol yang menjadi jalur favorit para pemudik. Dengan sistem pemantauan digital, petugas dapat mengetahui secara langsung kondisi lalu lintas di berbagai titik strategis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Korlantas Polri untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan arus mudik dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan memanfaatkan teknologi, pengambilan keputusan tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan, tetapi menggunakan data aktual yang terekam di lapangan.

Pemantauan Lalu Lintas Menggunakan Teknologi Digital

Untuk mengelola arus mudik dan balik dengan baik, Korlantas Polri memaksimalkan teknologi digital. Teknologi tersebut dipakai dalam pemantauan pergerakan kendaraan secara real time. Dengan begitu, keputusan rekayasa lalu lintas diambil berdasar data yang akurat.

”Dan tahun 2026, untuk meningkatkan suksesi dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana flow daripada traffic counting itu bisa dieksekusi,” ungkap Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.

Dengan adanya teknologi pemantauan tersebut, petugas dapat mengetahui jumlah kendaraan yang melintas di berbagai titik penting secara langsung. Informasi ini kemudian menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pengaturan lalu lintas selama periode mudik.

Sinergi dengan Stakeholder untuk Memantau Traffic Counting

Agus memastikan, Korlantas Polri bersinergi dengan stakeholder lain untuk memantau traffic counting atau jumlah kendaraan yang melintas di sejumlah titik strategis, khususnya di jalan tol. Dengan begitu, kebijakan pengaturan lalu lintas itu berdasar pada parameter jumlah kendaraan yang terpantau langsung di lapangan.

”Contoh, ada 3,5 juta kendaraan yang melintas gate tol meninggalkan Pulau Jawa dan Sumatera. Itu bukan lagi kami pakai kira-kira atau prediksi, tetapi parameter jumlah kendaraan itu akan memutuskan kami akan melakukan rekayasa lalu lintas,” terang dia.

Data jumlah kendaraan yang terpantau secara digital memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi lalu lintas. Hal ini memungkinkan petugas untuk mengambil keputusan secara cepat ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.

Rekayasa Lalu Lintas Berdasarkan Jumlah Kendaraan

Jenderal bintang dua Polri itu pun mensimulasikan jika dalam satu jam jumlah kendaraan yang melintas di Kilometer 47 mencapai sekitar 5.500 unit, maka petugas bakal bersiap diri untuk segera menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di satu lajur.

”Contoh, 1 jam berturut-turut di kilometer 47 itu ada radar dari Jasa Marga dan teknologi early warning dari Korlantas, itu sudah 5.500, kami harus melakukan contraflow lajur satu,” jelasnya.

Kemudian bila dalam dua jam berturut-turut jumlah kendaraan meningkat sampai 6.400 unit, rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan dengan membuka contraflow menjadi dua lajur.

Apabila kepadatan kendaraan masih terus meningkat meskipun contraflow satu hingga dua lajur telah diberlakukan, maka Korlantas Polri akan mengambil langkah lanjutan dengan melakukan skema one way.

”Kalau sudah contraflow lajur satu dan dua dilakukan ternyata masih padat, kami akan buka sumbunya di kilometer 70 akan kami buka, kami akan one way sepenggal karena pertama di wilayah contraflow one way nasional. Jadi, kami buka,” urainya.

Skema tersebut menunjukkan bahwa setiap kebijakan rekayasa lalu lintas diterapkan secara bertahap berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan.

Evaluasi Mudik Tahun Lalu Jadi Acuan Kebijakan Baru

Tidak hanya mengandalkan teknologi digital, Korlantas Polri juga melakukan evaluasi terhadap penerapan rekayasa lalu lintas pada mudik tahun sebelumnya. Evaluasi ini penting untuk melihat efektivitas kebijakan yang telah diterapkan.

Agus menyebut, pada periode mudik 2025, skema one way diberlakukan mulai Kilometer 70 hingga Kilometer 188.

Berdasarkan evaluasi tersebut, Korlantas Polri kemudian melakukan penyesuaian kebijakan untuk periode mudik tahun ini.

Perpanjangan Jalur One Way untuk Mengurai Kepadatan

Khusus untuk mudik tahun ini, jangkauan kebijakan one way diperpanjang hingga kilometer 236. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan dan mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Dengan perpanjangan jalur tersebut, kendaraan yang melintas di jalur tol diharapkan dapat bergerak lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

Penerapan teknologi digital, pemantauan traffic counting secara real time, serta penyesuaian skema rekayasa lalu lintas menjadi strategi utama Korlantas Polri dalam menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik tahun ini.

Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan pengelolaan arus mudik dan arus balik dapat berjalan lebih efektif sehingga perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Baznas Salurkan 74.228 Porsi Makanan Berbuka Puasa untuk Warga Palestina

Baznas Salurkan 74.228 Porsi Makanan Berbuka Puasa untuk Warga Palestina

Prabowo dan Bahlil Bahas Transisi Energi Nasional serta Diversifikasi Minyak Mentah

Prabowo dan Bahlil Bahas Transisi Energi Nasional serta Diversifikasi Minyak Mentah

Strategi Delaying System Disiapkan Kemenhub untuk Urai Kepadatan Pelabuhan Merak Lebaran 2026

Strategi Delaying System Disiapkan Kemenhub untuk Urai Kepadatan Pelabuhan Merak Lebaran 2026

Bansos BPNT Maret 2026 Rp600 Ribu Sudah Cair, Begini Cara Cek Penerimanya Lewat HP

Bansos BPNT Maret 2026 Rp600 Ribu Sudah Cair, Begini Cara Cek Penerimanya Lewat HP

Operasi Ketupat Jaya 2026, Polres Jakbar Kerahkan 1.300 Personel Amankan Mudik

Operasi Ketupat Jaya 2026, Polres Jakbar Kerahkan 1.300 Personel Amankan Mudik