Askrindo Perkuat Manajemen Risiko Demi Menjaga Stabilitas Layanan Asuransi
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Upaya menjaga keberlangsungan layanan menjadi fokus utama industri asuransi di tengah meningkatnya risiko global dan domestik.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menegaskan komitmennya dalam memperkuat manajemen ketahanan dan keberlanjutan operasional perusahaan sebagai langkah strategis untuk memastikan stabilitas layanan asuransi tetap terjaga dalam berbagai kondisi.
Penguatan manajemen risiko ini dilakukan seiring dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi industri asuransi, mulai dari potensi bencana alam hingga ancaman serangan siber. Askrindo menilai bahwa kesiapan operasional yang terstruktur dan teruji menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan serta memastikan layanan tetap berjalan optimal.
Baca Juga
Penguatan Tata Kelola untuk Ketahanan Operasional
Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa perusahaan terus menyiapkan tata kelola yang terintegrasi guna memperkuat ketahanan dan keberlanjutan operasional. Tata kelola tersebut mencakup berbagai aspek penting yang saling terhubung satu sama lain.
Menurut Mahelan, penguatan dilakukan mulai dari kebijakan perusahaan, infrastruktur pendukung, pengelolaan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penerapan standar operasional yang jelas dan konsisten. Seluruh elemen tersebut dirancang agar perusahaan mampu merespons berbagai potensi gangguan secara cepat dan terukur.
Berbagai langkah ini dipersiapkan agar Askrindo tetap dapat beroperasi secara optimal, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi situasi krisis. Dengan tata kelola yang solid, perusahaan diharapkan mampu menjaga kesinambungan layanan kepada nasabah dan mitra bisnis.
Fokus pada Risiko Bencana dan Ancaman Siber
Salah satu strategi utama yang diambil Askrindo adalah penguatan Kampanye Budaya Business Continuity Management System (BCMS). Program ini difokuskan pada pengelolaan risiko gangguan yang dapat berasal dari berbagai sumber, baik risiko alam maupun risiko buatan manusia.
Mahelan menjelaskan bahwa risiko natural hazard seperti bencana alam berpotensi menimbulkan disrupsi operasional yang signifikan. Selain itu, risiko man-made seperti serangan siber juga menjadi perhatian serius seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada sistem digital dan teknologi informasi.
Dengan memperkuat penerapan BCMS, Askrindo berupaya memastikan bahwa setiap potensi gangguan telah dipetakan dan diantisipasi melalui rencana keberlanjutan bisnis yang matang. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk tetap menjaga layanan meskipun menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Uji Coba BCMS di Berbagai Kondisi Nyata
Sebagai bagian dari implementasi BCMS, Askrindo telah melakukan sejumlah uji coba di berbagai kantor cabang. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan bahwa skema keberlanjutan bisnis dapat dijalankan secara efektif sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.
Beberapa simulasi bahkan dilakukan pada saat terjadi bencana gempa bumi. Dalam kondisi tersebut, skema BCMS terbukti dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga operasional perusahaan tetap dapat berjalan dan risiko gangguan layanan dapat diminimalkan.
“Melalui BCMS, Askrindo memastikan telah memiliki tata cara yang jelas untuk menjaga keberlangsungan proses bisnis saat risiko terjadi,” ujar Mahelan.
Uji coba ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi dan penyempurnaan sistem manajemen risiko perusahaan. Dengan pengalaman langsung di lapangan, Askrindo dapat terus meningkatkan kesiapan dan respons terhadap berbagai potensi risiko.
Komitmen Standar Internasional dan Keberlanjutan Usaha
Sebagai bagian dari holding asuransi dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), Askrindo juga berkomitmen untuk secara konsisten memenuhi standar internasional dalam pengelolaan keberlanjutan usaha. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah keberhasilan Askrindo dalam mempertahankan sertifikasi ISO 22301:2019 – Business Continuity Management System sejak tahun 2019.
Hingga saat ini, Askrindo telah memasuki siklus ketiga sertifikasi tersebut setelah melalui audit komprehensif yang dilakukan oleh British Standards Institution (BSI). Sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan operasional perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko di tengah meningkatnya kompleksitas industri asuransi.
“Askrindo konsisten menjaga kesiapan operasional melalui penerapan BCMS. Sertifikasi ISO 22301:2019 yang kami pertahankan sejak 2019 menjadi bukti bahwa keberlanjutan usaha memang kami siapkan secara serius,” tutur Mahelan.
Dengan penguatan manajemen risiko yang berkelanjutan, Askrindo berharap dapat terus menjaga stabilitas layanan asuransi serta memperkuat kepercayaan nasabah dan mitra. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Askrindo sebagai perusahaan asuransi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Tegaskan Presiden Mobilisasi Nasional Renovasi Rumah Korban Bencana
- Jumat, 06 Februari 2026
Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Kepulauan Aru untuk Perluas Akses Pendidikan Gratis
- Jumat, 06 Februari 2026
Cara Cek Desil Bansos Februari 2026 untuk Menentukan Penerima Bantuan
- Jumat, 06 Februari 2026
Bapanas Pastikan Harga dan Mutu Pangan Jawa Timur Tetap Aman Jelang Ramadhan 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Update Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 5 Februari 2026, Galeri24 dan UBS Stabil
- Kamis, 05 Februari 2026
Update Harga Perak Hari Ini 5 Februari 2026, Kembali Menguat di Pasaran
- Kamis, 05 Februari 2026
Rekomendasi Saham dan Peluang Penguatan IHSG Hari Ini 5 Februari 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Februari 2026 Terhadap Dolar AS
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
15 Tanaman Hias Depan Rumah yang Mudah Dirawat dan Terlihat Indah
- 06 Februari 2026
2.
Rekomendasi Hotel di Penang untuk Semua Budget, Mulai Rp 600 Ribuan!
- 06 Februari 2026
3.
Bengkel Mobil Magelang: Tips Perawatan dan Servis Kendaraan
- 06 Februari 2026











