Jangan Dianggap Sepele, Asam Urat Berisiko Tingkatkan Penyakit Kardiovaskular
- Sabtu, 10 Januari 2026
JAKARTA - Asam urat kerap dipandang sebagai masalah sendi semata. Banyak orang mengaitkannya hanya dengan nyeri di jempol kaki atau rasa sakit yang datang sesekali. Padahal, di balik gejala yang tampak sederhana, kondisi ini menyimpan dampak kesehatan yang jauh lebih luas dan serius, terutama jika tidak ditangani dengan tepat.
Saat ini, asam urat diketahui telah memengaruhi lebih dari delapan juta orang dewasa di Amerika Serikat. Penyakit radang sendi inflamasi ini tidak hanya menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan sendi dalam jangka panjang. Lebih dari itu, asam urat berkaitan erat dengan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Untuk mengelola kondisi ini secara optimal, diperlukan pemahaman yang menyeluruh mengenai penyebab, faktor risiko, serta berbagai faktor yang saling berkontribusi terhadap perkembangannya. Dalam kondisi normal, asam urat larut di dalam darah dan dikeluarkan melalui ginjal. Namun, ketika proses ini terganggu, kadar asam urat dapat meningkat dan menimbulkan berbagai masalah.
Baca Juga
Menurut Dr. Jaime Cloyd, dokter naturopati yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, peningkatan kadar asam urat terjadi ketika tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan atau mengalami kesulitan dalam mengeluarkannya. Ketidakseimbangan ini akan memicu terjadinya hiperurisemia.
Jika konsentrasi asam urat dalam darah menjadi sangat tinggi, kristal asam urat akan terbentuk dan mengendap di persendian. Endapan kristal ini paling sering muncul pada persendian kecil, seperti jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut. Kehadiran kristal tersebut memicu respons peradangan dari sistem kekebalan tubuh, yang kemudian menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, serta rasa hangat pada sendi yang terdampak.
Tanda dan Gejala Penyakit Asam Urat
Penyakit asam urat berkembang melalui empat tahap klinis yang berbeda. Tahap pertama adalah hiperurisemia asimptomatik, yaitu kondisi ketika kadar asam urat serum melebihi 7 mg/dL, tetapi belum menimbulkan gejala. Tahap berikutnya adalah asam urat akut, yang ditandai dengan satu kali serangan nyeri, paling sering menyerang jempol kaki. Serangan ini biasanya mereda setelah beberapa hari.
Selanjutnya, asam urat dapat berkembang menjadi asam urat berulang, di mana serangan akut menjadi lebih sering dan melibatkan lebih banyak sendi. Tahap paling lanjut adalah gout tophaceous kronis, yang ditandai dengan pembentukan tofi atau endapan kristal di dalam sendi. Kondisi ini menyebabkan nyeri terus-menerus serta keterbatasan rentang gerak.
Gejala utama serangan asam urat meliputi nyeri tiba-tiba yang tajam dan berdenyut, pembengkakan serta peradangan pada sendi, keterbatasan gerak, kulit di sekitar sendi tampak mengilap dan meregang, hingga demam ringan. Gejala biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu. Setelah serangan mereda, sendi dapat kembali normal, tetapi kekambuhan berisiko terjadi jika tidak ditangani dengan baik.
Penyebab Asam Urat
Hiperurisemia terjadi akibat ketidakseimbangan metabolisme purin dan asam urat. Salah satu faktor utama adalah diet tinggi purin. Purin merupakan senyawa alami yang terdapat dalam tubuh dan berbagai makanan, seperti daging merah, jeroan, makanan laut, serta beberapa jenis kacang-kacangan. Konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan dapat meningkatkan produksi asam urat.
Faktor genetika juga berperan penting. Penyakit asam urat cenderung diturunkan dalam keluarga, menunjukkan adanya predisposisi genetik. Beberapa individu memiliki kerentanan genetik terhadap hiperurisemia akibat perbedaan cara tubuh memproduksi dan membuang asam urat. Polimorfisme C677T pada gen MTHFR diketahui menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memperburuk ketidakseimbangan peradangan.
Selain itu, asam urat sering berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Penyakit ini dianggap sebagai gangguan metabolik karena sering terjadi bersamaan dengan obesitas, hipertensi, dan diabetes. Gangguan sensitivitas insulin, metabolisme glukosa, serta metabolisme lipid dapat menurunkan ekskresi asam urat dan mempercepat perkembangan gout. Penggunaan obat tertentu, terutama diuretik untuk tekanan darah tinggi dan gagal jantung, juga dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui ginjal.
Profil Kardiometabolik dan Risiko Kardiovaskular
Asam urat sering muncul bersamaan dengan kondisi metabolik seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol abnormal, dan resistensi insulin. Kumpulan kondisi ini dikenal sebagai sindrom metabolik. Oleh karena itu, skrining kardiometabolik pada penderita asam urat sangat penting untuk mendeteksi komorbiditas sejak dini.
Pasien asam urat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, karena berbagi faktor risiko yang sama. Pemeriksaan kardiometabolik komprehensif biasanya meliputi pengukuran tekanan darah, lingkar pinggang, panel lipid, panel metabolik komprehensif, panel diabetes, hs-CRP, serta panel tiroid.
Pengobatan dan Pengelolaan Asam Urat
Tujuan utama pengelolaan asam urat adalah mengurangi nyeri dan peradangan selama serangan akut, serta menurunkan frekuensi kekambuhan di masa depan. Pendekatan ini mencakup modifikasi diet dan pengobatan integratif.
Diet rendah purin dan bersifat alkali sering direkomendasikan. Diet ini bertujuan mengurangi asupan purin sekaligus menciptakan lingkungan internal yang lebih basa, sehingga meningkatkan kelarutan asam urat dan mencegah kristalisasi. Pembatasan alkohol dan minuman tinggi fruktosa juga penting karena metabolisme fruktosa dapat meningkatkan produksi asam urat.
Selain itu, konsumsi suplemen seperti vitamin C dapat membantu meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal. Asam lemak omega-3 EPA dan DHA juga berperan dalam membatasi produksi mediator inflamasi. Ekstrak buah ceri dengan kandungan antosianin diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang mendukung pengelolaan asam urat serta kesehatan sendi.
Itulah rangkuman penting mengenai penyebab asam urat, perkembangannya, serta kaitannya dengan risiko kardiovaskular. Pemahaman yang tepat menjadi langkah awal untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026
Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026
- Sabtu, 10 Januari 2026
Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru
- Sabtu, 10 Januari 2026
Berita Lainnya
Kisaran Biaya Liburan ke Jepang 7 Hari? Simak Penjelasan Berikut ini!
- Sabtu, 10 Januari 2026
10 Pilihan Camilan Efektif Mengatasi Gula Darah Rendah dengan Cepat
- Sabtu, 10 Januari 2026
15 Rekomendasi Camilan Sehat Sebelum Tidur untuk Kualitas Istirahat Nyenyak
- Sabtu, 10 Januari 2026












