Manulife Pastikan Saham Baru Tidak Ganggu Operasional dan Pengendalian
- Kamis, 08 Januari 2026
JAKARTA - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) mengumumkan perubahan struktur kepemilikan saham pada PT Buanadaya Sarana Indonesia (BSI).
BSI merupakan entitas perantara kepemilikan MAMI. Namun, langkah ini bukanlah pergantian pengendalian perusahaan, melainkan bagian dari strategi penataan internal Manulife Group di Indonesia.
Penataan Saham dalam Kerangka Penguatan Modal
Baca JugaBank Julius Baer Kuasai Saham Bank Capital Usai Pembelian Besar
Perubahan yang terjadi melibatkan PT Tirta Dhana Nugraha (TDN), salah satu pemegang saham utama AJMI, yang mengambil alih 86 persen saham yang diterbitkan oleh BSI.
Meskipun porsi kepemilikan bergeser, seluruh entitas tersebut tetap berada di bawah kendali Manulife Group, sehingga pengendalian grup secara keseluruhan tidak berubah.
Justitia Tripurwasani, Director & Chief Legal, Risk & Compliance MAMI, menegaskan bahwa langkah ini bersifat internal dan tidak berdampak pada karyawan, klien, maupun mitra bisnis Manulife. "Semua entitas masih berada di bawah payung Manulife Group," ujarnya.
Penataan ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan penyelarasan kepemilikan di dalam grup tanpa mengubah struktur organisasi maupun hubungan komersial yang sudah berjalan.
Kepastian Transparansi dan Perlindungan Pemangku Kepentingan
Manulife menyampaikan pengumuman ini sebagai bentuk transparansi sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Hal ini juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap kepentingan para pemegang saham dan pemangku kepentingan lain.
"Kami melakukan aksi korporasi ini untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan memastikan bisnis Manulife tetap solid serta berkelanjutan," tambah Justitia.
Dengan komunikasi terbuka seperti ini, Manulife ingin menghindari spekulasi yang dapat mengganggu kepercayaan publik dan memastikan stabilitas perusahaan tetap terjaga.
Proses Penerbitan Saham Baru dan Dampaknya
Direksi BSI telah mengumumkan rencana penerbitan sebanyak 1.352.052 saham baru, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh PT Tirta Dhana Nugraha.
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia selaku pemegang saham BSI lainnya, mengesampingkan hak pre-emptive-nya atas saham tersebut, sehingga proporsi kepemilikannya terdilusi.
Namun, ini bukan berarti AJMI melepas kepemilikan sahamnya, melainkan sebagai langkah penyelarasan struktur kepemilikan dalam Manulife Group yang bertujuan memperkuat posisi perusahaan di tengah dinamika industri keuangan dan manajemen aset.
Posisi MAMI sebagai Manajer Investasi Terbesar
Manulife Aset Manajemen Indonesia merupakan salah satu pengelola dana kelolaan terbesar di Indonesia, dengan nilai asset under management (AUM) mencapai Rp124,3 triliun pada Desember 2025.
Dengan posisi yang strategis ini, penguatan struktur permodalan melalui penataan kepemilikan saham menjadi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.
Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi MAMI untuk tetap kompetitif dan memberikan layanan optimal kepada investor dan nasabah di tengah persaingan yang semakin ketat.
Komitmen pada Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum
Chief Marketing Officer AJMI, Shierly Ge, menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan dan pengambilalihan saham dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Langkah ini semata-mata merupakan penataan internal untuk menjaga soliditas dan kesinambungan struktur bisnis grup.
"Kami memastikan bahwa tata kelola perusahaan tetap berjalan dengan baik, sejalan dengan prinsip good corporate governance," jelas Shierly.
Dengan demikian, Manulife menunjukkan keseriusan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas terhadap semua pemangku kepentingan sekaligus memperkuat struktur perusahaan di era digital yang terus berubah.
Stabilitas Grup dan Kepercayaan Para Pemangku Kepentingan
Meski terjadi perubahan proporsi saham, Manulife menegaskan bahwa pengendalian grup tidak berubah. Dengan penguatan struktur modal dan kepemilikan ini, Manulife memastikan kelangsungan operasional dan pelayanan tetap terjaga, tanpa gangguan bagi karyawan, klien, maupun mitra bisnis.
Perusahaan berharap langkah ini memperkuat kepercayaan semua pihak terhadap Manulife sebagai institusi keuangan yang kredibel dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Perubahan kepemilikan saham yang dilakukan oleh PT Tirta Dhana Nugraha di BSI adalah langkah strategis Manulife Indonesia untuk memperkuat struktur modal dan penyelarasan kepemilikan dalam grup. Dengan tetap menjaga pengendalian dalam satu grup yang sama, Manulife memastikan stabilitas bisnis dan layanan tetap terjaga.
Proses ini berjalan sesuai ketentuan hukum dan merupakan bentuk komitmen Manulife terhadap tata kelola perusahaan yang baik serta perlindungan terhadap seluruh pemangku kepentingan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Premi Asuransi Tumbuh Tipis, Klaim Capai Rp197 Triliun pada November 2025
- Jumat, 09 Januari 2026
Berita Lainnya
Industri Otomotif Nasional Catat Optimisme Emiten Menjelang Pemulihan 2026
- Kamis, 08 Januari 2026
Sepanjang Periode Nataru, PLN Catat Konsumsi Listrik EV Melonjak Jadi 479%
- Rabu, 07 Januari 2026
IOTF Pacu Pertumbuhan Bisnis dengan Strategi Implementasi AI Terpadu 2026
- Senin, 05 Januari 2026











