1.700 Paket Sembako Disalurkan Kementrans Dukung Transmigran Barelang

1.700 Paket Sembako Disalurkan Kementrans Dukung Transmigran Barelang
1.700 Paket Sembako Disalurkan Kementrans Dukung Transmigran Barelang

JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan 1.700 paket sembako kepada warga transmigran di Kawasan Transmigrasi Barelang, Provinsi Kepulauan Riau. 

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian negara melalui Presiden Republik Indonesia terhadap kesejahteraan masyarakat transmigran, sekaligus menjadi langkah awal dalam pengembangan kawasan.

Penyaluran paket sembako hadir bersamaan dengan upaya pemerintah membangun basis transmigrasi modern yang mengutamakan ekosistem ekonomi dan manusia, bukan sekadar pemindahan penduduk. Hal ini sejalan dengan visi Barelang sebagai Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT).

Baca Juga

Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan

Barelang Resmi Menjadi Kawasan Transmigrasi

Kawasan Transmigrasi Barelang resmi ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi sejak 19 September 2025 melalui Keputusan Menteri Transmigrasi Nomor 125 Tahun 2025. 

Penetapan ini menjadi titik awal pembangunan, pengembangan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga hari ini, basis pembangunan transmigrasi bukan lagi basisnya itu lahan semata-mata, tetapi adalah kawasan. Basisnya adalah ekosistem. Sehingga negara tidak lagi sekedar memindahkan orang, tetapi membangun sistem ekonomi kawasan,” ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Kepastian Hak Atas Tanah sebagai Fokus Program

Selain penyaluran bantuan sembako, pemerintah menegaskan kepastian hukum atas tanah bagi transmigran. Sebanyak 227 kepala keluarga (KK) transmigran telah menerima sertifikat hak atas tanah, sebagai jaminan hukum untuk membangun hunian, usaha, dan kehidupan yang lebih stabil.

“Pemerintah tidak meninggalkan persoalan agraria di masa lalu. Kepastian hukum ini menjadi fondasi utama pembangunan masyarakat transmigran,” tambah Mentrans.

Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Program Transmigrasi Patriot

Kementrans menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) transmigran. Melalui Program Transmigrasi Patriot, tim Ekspedisi Patriot dari kampus-kampus terbaik nasional melakukan riset, kajian, dan pendampingan selama empat bulan, termasuk di Barelang.

Tim ini memetakan potensi kawasan sebagai dasar pengembangan ekonomi dan sosial. Menurut Mentrans, kolaborasi ke depan akan menjembatani transmigran dengan dunia usaha dan dunia kampus, sehingga kawasan Barelang menjadi ekosistem produktif.

“Dunia kampus sudah dimulai pada tahun ini melalui riset dan pemetaan potensi ekonomi oleh tujuh kampus terbaik di Indonesia. Hasilnya kita sudah dapatkan 400 output yang akan kami kelola untuk langkah pengembangan konkret,” jelas Mentrans.

Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung

Mulai 2026, pemerintah akan melaksanakan Beasiswa Patriot, memungkinkan penerima beasiswa menempuh pendidikan tinggi langsung dari kawasan transmigrasi, termasuk di Tanjung Banun. Saat ini, Kementerian Transmigrasi tengah membangun Kompleks Mess Patriot dengan fasilitas pendukung:

Modular Box (2 tower)

Kolam renang standar olimpiade

Gedung serba guna

Pembangunan fasilitas ini diharapkan mendorong kualitas pendidikan, keterampilan, dan pengembangan SDM transmigran, sehingga kawasan Barelang dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Rincian Penyaluran 1.700 Paket Sembako

Sebanyak 1.700 paket sembako yang disalurkan kepada warga transmigran terbagi menjadi tiga wilayah:

Tanjung Banun / Rempang Eco City: 227 paket

Kelurahan Rempang Cate: 392 paket

Kelurahan Sembulang: 1.081 paket

Bantuan ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus sebagai simbol perhatian negara terhadap kesejahteraan warga transmigran.

Transmigrasi sebagai Pembangunan Kawasan dan Ekonomi

Menurut Mentrans, transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan pembangunan kawasan dan manusia secara utuh. Bantuan sosial, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, dan penyediaan infrastruktur menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membangun ekosistem kawasan yang produktif dan berkelanjutan.

“Transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan pembangunan kawasan dan manusia secara utuh dan berkelanjutan,” tutup Mentrans.

 Manfaat dan Harapan dari Bantuan Presiden

Penyaluran paket sembako dari Presiden RI ini tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi menjadi salah satu langkah awal dalam upaya jangka panjang membangun kehidupan transmigran. Selain kebutuhan pokok, pemerintah berkomitmen menyediakan pelatihan, pendidikan, dan fasilitas pendukung, agar masyarakat transmigran dapat mandiri secara ekonomi dan sosial.

Fokus Masa Depan Kawasan Barelang

Dengan kombinasi bantuan sosial, pengembangan SDM, dan pembangunan infrastruktur, Barelang diarahkan menjadi Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT). 

Pemerintah menekankan strategi berbasis ekosistem, sehingga semua aspek lahan, manusia, dan ekonomi terintegrasi untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Masyarakat transmigran diharapkan aktif memanfaatkan fasilitas pendidikan, beasiswa, dan pendampingan ekonomi agar dapat berpartisipasi langsung dalam pembangunan kawasan.

Penyaluran 1.700 paket sembako oleh Kementrans menandai langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran Barelang. Di balik bantuan sosial, ada fokus jangka panjang pada pembangunan SDM, kepastian hukum, dan pengembangan ekonomi kawasan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia kampus, dan dunia usaha, transmigrasi Barelang diharapkan menjadi model pembangunan kawasan yang berkelanjutan, di mana warga transmigran tidak hanya dipindahkan, tetapi juga diberdayakan untuk hidup mandiri, produktif, dan sejahtera.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru

Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru

Kemensos Kaji Transformasi MBG dengan Pengasuh Lansia Disabilitas Terpadu

Kemensos Kaji Transformasi MBG dengan Pengasuh Lansia Disabilitas Terpadu

BGN Targetkan Enam Dapur SPPG Baru untuk Wilayah 3T Papua Barat

BGN Targetkan Enam Dapur SPPG Baru untuk Wilayah 3T Papua Barat

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028