Kantor Pertanahan Kabupaten Pati Dorong Inovasi Usaha Lewat Pendampingan ARA 2025
- Jumat, 22 Agustus 2025
PATI, JAWA TENGAH – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Pati kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Reforma Agraria. Pada hari Rabu, 20 Agustus 2025, BPN Pati menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha Akses Reforma Agraria (ARA) yang berlokasi di Balai Desa Kedungbang, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Acara ini bertujuan untuk menjembatani para pemilik tanah, yang merupakan subjek Reforma Agraria, dengan peluang pasar yang lebih luas dan pengetahuan bisnis yang modern.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Turut hadir perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, perwakilan dari offtaker atau penjamin pasar yakni GP Freshgarden dari Kota Semarang, Kepala Desa Kedungbang, Bapak Maskuri, beserta puluhan warga desa yang menjadi subjek program Akses Reforma Agraria Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kedungbang, Bapak Maskuri, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini di desanya.
Baca JugaDaftar Franchise Es Teh Solo Modal Mulai 3 Jutaan, Menguntungkan
"Kami sangat berterima kasih kepada Kantor Pertanahan Pati dan semua pihak yang terlibat. Ini adalah kesempatan emas bagi warga kami. Selama ini, kami memiliki lahan dan produk, namun seringkali bingung bagaimana memasarkannya secara efektif. Kehadiran pendampingan dan offtaker hari ini membuka wawasan dan harapan baru bagi kami," ujarnya dengan antusias.
Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Pati, Tri Ismanto, dalam paparannya menjelaskan bahwa program ini dirancang secara berkelanjutan.
"Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kelanjutan dari program ARA Fase I yang telah dimulai pada tahun 2024, di mana kita fokus pada pemetaan potensi dan kebutuhan subjek. Kini, pada Fase II tahun 2025, kita masuk ke tahap implementasi yang lebih konkret, yaitu pendampingan usaha dan menghubungkan petani dengan pasar," jelas Tri Ismanto.
Ia menambahkan, tujuan utama dari Akses Reforma Agraria bukanlah sekadar memberikan sertifikat tanah, melainkan memastikan tanah tersebut menjadi aset produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup pemiliknya. Kolaborasi dengan GP Freshgarden sebagai offtaker menjadi kunci, karena memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian warga, sehingga mereka dapat fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tanpa khawatir produknya tidak terserap.
Dengan adanya kegiatan fasilitasi ini, diharapkan warga masyarakat Desa Kedungbang dapat menerima manfaat langsung berupa pengetahuan dan inovasi baru dalam mengembangkan usaha mereka, mulai dari teknik budidaya yang lebih efisien, manajemen pascapanen, pengemasan produk yang menarik, hingga strategi pemasaran digital. Harapannya, seluruh potensi unggulan yang ada di Desa Kedungbang, baik di sektor pertanian maupun usaha mikro lainnya, dapat dikembangkan secara maksimal dan tepat guna demi mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.
Redaksi
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026
Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026
- Sabtu, 10 Januari 2026
Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru
- Sabtu, 10 Januari 2026
Berita Lainnya
30 Ucapan Selamat Hari Tritura 10 Januari, Warisan Semangat Perubahan Bangsa
- Sabtu, 10 Januari 2026
25 Ucapan Hari Menanam Sejuta Pohon Sedunia 10 Januari Penuh Makna dan Inspirasi
- Sabtu, 10 Januari 2026












