Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah

Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah

JAKARTA — Anggota Komisi II DPR RI Ujang Iskandar menilai penerapan reforma agraria tidak bisa hanya mengandalkan Kementerian ATR/BPN saja. Sebab itu, dirinya mengusulkan agar ada keterlibatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hal ini menjadi sorotan dirinya lantaran salah satu program reforma agraria, yaitu redistribusi tanah dari pelepasan kawasan hutan dan tanah terlantar, belum berjalan sesuai harapan. Oleh karena itu, ia meminta untuk menjembatani kedua instansi tersebut.

"Program Strategis Nasional dengan ATR/BPN juga terkait dengan Kementerian LHK. Menurut kami, kita perlu ada rapat koordinasi untuk menuntaskan pekerjaan rumah kita," ucap Ujang dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Wilayah ATR/BPN di Serang, Provinsi Banten, Jumat (29/9/2023).

Baca Juga

Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan

Dengan adanya koordinasi antara KLHK dan Kementerian ATR/BPN, imbuhnya, diharapkan bisa memastikan kepastian subjek dan objek redistribusi tanah di Indonesia. Sehingga, status dari tanah tersebut menjadi jelas.

"Ketidakjelasan status, memang tidak terjadi pada Provinsi Banten saja, termasuk yang di tempat di luar Jawa juga. Banyak hutan yang sudah enggak ada sudah, malah sudah jadi kebun tetapi statusnya masih menjadi kawasan hutan khususnya produksi," ucap Politisi Fraksi NasDem itu.

Sepakat, Anggota Komisi II DPR Wahyu Sanjaya mendukung penguatan koordinasi antara Kementerian ATR/BPN dan KLHK. Walau egoksektoral antar dua instasi tersebut cukup kuat, ia ingin isu redistribusi tanah selesai.

"Ini menjadi pekerjaan rumah besar agar masyarakat setempat bisa memperoleh kepastian hukum atas tanah tersebut," pungkas Politisi Fraksi Demokrat itu.

Redaksi

Redaksi

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru

Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru

Kemensos Kaji Transformasi MBG dengan Pengasuh Lansia Disabilitas Terpadu

Kemensos Kaji Transformasi MBG dengan Pengasuh Lansia Disabilitas Terpadu

BGN Targetkan Enam Dapur SPPG Baru untuk Wilayah 3T Papua Barat

BGN Targetkan Enam Dapur SPPG Baru untuk Wilayah 3T Papua Barat

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028