Pasar Modal Akhir Tahun Dipenuhi Penawaran Umum Berkelanjutan dari Korporasi Terkemuka
- Kamis, 14 November 2024
JAKARTA – Sejumlah korporasi besar di Indonesia tengah meramaikan pasar modal dengan melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) melalui penerbitan obligasi dan sukuk sebagai instrumen untuk menghimpun dana.
Berdasarkan data yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2024, total penerbitan obligasi korporasi tahun ini sudah mencapai 119 emisi dari 65 penerbit dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp110,6 triliun. Selain itu, BEI mencatat masih ada 22 emisi dari 16 perusahaan yang sedang dalam pipeline untuk diterbitkan hingga akhir tahun.
Dari pipeline tersebut, sektor finansial menjadi penyumbang terbesar dengan 5 emisi, diikuti oleh sektor energi dan industri dasar yang masing-masing mencatatkan 3 emisi. Sektor-sektor lainnya, seperti sektor konsumer, transportasi, properti, dan industri, juga turut berpartisipasi dengan sejumlah emisi obligasi yang direncanakan, Kamis, 14 November 2024.
Baca JugaPLN Distribusikan Bantuan 1.000 Genset Kementerian ESDM, Bangkitkan Semangat Warga Aceh Pascabencana
Beberapa emiten besar yang telah mengumumkan penawaran obligasi dan sukuk pada bulan November ini antara lain PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), PT Petrosea Tbk. (PTRO), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP). Berikut adalah perincian penawaran surat utang oleh sejumlah perusahaan besar yang tengah menghimpun dana melalui pasar modal:
PT Kereta Api Indonesia (KAI)
Obligasi Berkelanjutan II KAI Tahap I Tahun 2024: Rp1,5 triliun
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II KAI Tahap I Tahun 2024: Rp500 miliar
Tingkat Kupon: Seri A 6,70% (3 tahun), Seri B 7,00% (5 tahun), Seri C 7,10% (7 tahun)
Penggunaan Dana: Pembiayaan kembali (refinancing) Obligasi I KAI 2017 Seri B dan sebagian Obligasi II KAI 2019 Seri A. Untuk sukuk, dana akan digunakan untuk pengadaan prasarana angkutan barang di Sumatra Selatan.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG)
Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastruktur Tahap IV Tahun 2024: Rp2 triliun
Tingkat Kupon: Seri A 6,45% (370 hari), Seri B 6,75% (3 tahun)
Penggunaan Dana: Untuk pelunasan pokok obligasi dan pembayaran sebagian utang kepada PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank UOB Indonesia.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP)
Obligasi Berkelanjutan V Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2024: Rp3,5 triliun
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2024: Rp2 triliun
Tingkat Kupon: Seri A 7,25% (370 hari), Seri B 10,25% (3 tahun), Seri C 10,75% (5 tahun)
Penggunaan Dana: Pembayaran utang perseroan dan modal kerja untuk pembelian bahan baku serta biaya operasional.
PT Oki Pulp & Paper Mills
Obligasi Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahap VI Tahun 2024: Rp2,25 triliun (Rupiah) dan US$20 juta (Dolar AS)
Tingkat Kupon: Seri A 7,5% (Rupiah) dan 5,75% (Dolar AS), Seri B 10,25% (Rupiah) dan 7% (Dolar AS), Seri C 10,75% (Rupiah) dan 8% (Dolar AS)
Penggunaan Dana: Untuk pembayaran utang dan modal kerja untuk pembelian bahan baku serta biaya operasional.
PT Sarana Multigriya Finansial (SMFP)
Obligasi Berkelanjutan VII Sarana Multigriya Finansial Tahap VII Tahun 2024: Rp2,55 triliun
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2024: Rp1,2 triliun
Tingkat Kupon: Seri A 6,45%, Seri B 6,50%, Seri C 6,70% (Obligasi Berkelanjutan); 7,00% (Obligasi Berwawasan Sosial)
Penggunaan Dana: Untuk pembiayaan sektor perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA)
Obligasi Berkelanjutan I Dian Swastika Sentosa Tahap III Tahun 2024: Rp2,54 triliun
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Dian Swastika Sentosa Tahap III Tahun 2024: Rp959,2 miliar
Tingkat Kupon: Seri A 6,5% (370 hari), Seri B 8,125% (3 tahun), Seri C 8,625% (5 tahun)
Penggunaan Dana: Pelunasan utang, ekspansi bisnis penyediaan jasa internet, dan pemberian pembiayaan dengan akad mudharabah.
PT Petrosea Tbk. (PTRO)
Obligasi Berkelanjutan I Petrosea Tahap I Tahun 2024: Rp1 triliun
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Petrosea Tahap I Tahun 2024: Rp500 miliar
Penggunaan Dana: Untuk proyek-proyek pertambangan dan rekayasa & konstruksi.
Dengan berbagai emisi yang tengah berlangsung, pasar obligasi dan sukuk Indonesia terus menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun. Para investor kini memiliki beragam pilihan untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana korporasi yang bertujuan mendukung ekspansi bisnis, pengelolaan utang, hingga pengembangan proyek strategis. Sementara itu, keberagaman sektor yang terlibat dalam penawaran ini turut mencerminkan dinamika ekonomi yang terus berkembang di Indonesia.
Tri Kismayanti
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026
Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026
- Sabtu, 10 Januari 2026
Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru
- Sabtu, 10 Januari 2026
Berita Lainnya
Nusatama Percepat Transformasi Logistik dengan Truk Listrik Industri Berat
- Sabtu, 10 Januari 2026
Teknologi Karya (TRON) Masuki Ekosistem Kendaraan Listrik Lewat Penambahan Usaha
- Sabtu, 10 Januari 2026
PNM Tanam 374.839 Pohon Perkuat Gerakan di Hari Satu Juta Pohon Nasional
- Sabtu, 10 Januari 2026
ISSP Siapkan Capex Rp 400 Miliar, Tuntaskan Unit 7 dan Depo Karawang
- Sabtu, 10 Januari 2026








_masuki_ekosistem_kendaraan_listrik_lewat_penambahan_usaha.jpg)



