ESSA Bagikan Dividen Jumbo, Saham Emiten Migas Ini Tren Naik
JAKARTA - Keuntungan bagi hasil bernilai jumbo kembali tersedia di bursa saham domestik.
Sebab, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) bakal mendistribusikan laba dengan tingkat pengembalian di atas 8 persen.
Kondisi tersebut mendorong nilai perdagangan saham mereka terus merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir.
Badan usaha di bidang pemrosesan minyak serta gas bumi ini secara resmi mengumumkan pembagian keuntungan tunai dalam jumlah besar kepada para pemilik sahamnya.
Ketetapan itu telah disahkan lewat forum rapat besar tahunan yang dilaksanakan di kantor pusat mereka pada Kamis (18/6/2026).
Entitas bisnis sektor energi sekaligus bahan kimia tersebut menetapkan total nilai keuntungan yang dibagikan mencapai 50,5 juta dolar AS atau sekitar Rp895,8 miliar.
Alokasi dana tersebut diambil dari hasil keuntungan bersih sepanjang tahun buku 2025 beserta sisa tabungan laba sebelumnya.
Jumlah laba yang disalurkan ini setara dengan 135 persen dari seluruh keuntungan bersih perseroan tahun 2025 yang tercatat sebesar 40,3 juta dolar AS.
Kekurangan dana sekitar 10,2 juta dolar AS bakal ditutupi menggunakan cadangan keuntungan yang belum dibagi dari periode tahun-tahun terdahulu.
Setiap pemilik lembar saham nantinya akan mendapatkan hak keuntungan sebesar Rp52 untuk tiap unit yang dimiliki.
Nominal tersebut mengalami peningkatan tajam hingga melampaui lima kali lipat bila dibandingkan dengan perolehan tahun buku 2024 yang hanya Rp10 per saham.
Pembagian keuntungan untuk tahun buku 2025 ini sekaligus memecahkan rekor sebagai yang tertinggi semenjak perusahaan tersebut resmi menjadi emiten terbuka pada tahun 2012 silam.
Pada catatan sebelumnya, pencapaian pembagian keuntungan tertinggi perseroan berada di angka Rp45 per lembar saham pada tahun 2023.
Di sisi lain, posisi penutupan perdagangan emiten ini berada pada angka Rp645 per lembar pada Senin (22/6/2026).
Melihat rasio pembagian Rp52 untuk tiap lembar saham, maka tingkat keuntungan diproyeksikan menyentuh angka 8,1 persen.
Hal ini memposisikan emiten tersebut sebagai salah satu perusahaan dengan tingkat pengembalian keuntungan yang sangat memikat di pasar modal tanah air.
Nilai pasar dari instrumen investasi milik perseroan terpantau bergerak positif sejak adanya pengumuman terkait pembagian keuntungan tersebut.
Dalam kurun waktu lima hari perdagangan belakangan, posisinya naik 40 poin atau setara 6,61 persen.
Berikut merupakan rincian waktu pelaksanaan pembagian keuntungan tunai dari perseroan:
Batas akhir kepemilikan saham untuk hak dividen di pasar reguler serta negosiasi jatuh pada tanggal 26 Juni 2026.
Periode hilangnya hak dividen di pasar reguler serta negosiasi dimulai pada tanggal 29 Juni 2026.
Batas akhir kepemilikan saham untuk hak dividen di pasar tunai jatuh pada tanggal 30 Juni 2026.
Periode hilangnya hak dividen di pasar tunai dimulai pada tanggal 1 Juli 2026.
Waktu pelaksanaan transfer dana keuntungan dilakukan pada tanggal 15 Juli 2026.
Para penanam modal yang berminat mendapatkan hak atas keuntungan emiten ini diwajibkan mencermati batas waktu kepemilikan serta hilangnya hak tersebut.
Langkah ini diperlukan agar posisi mereka tetap terdata secara resmi sebagai pemilik sah saham perusahaan pada tenggat waktu yang telah ditetapkan manajemen.