WONOSOBO – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kian mengintensifkan monitoring terhadap distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi maupun kompensasi di beberapa wilayah, di antaranya Wonosobo dan Tegal.
Tindakan ini diambil demi menggaransi bahwa penyaluran BBM berlangsung selaras dengan regulasi serta menjangkau warga yang memang berhak mendapatkannya. Fokus monitoring diarahkan pada penyaluran BBM bersubsidi Solar serta BBM kompensasi Pertalite supaya stoknya senantiasa aman bagi warga, terutama para petani, penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta lini transportasi yang memerlukan.
Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa ketahanan pasokan serta ketepatan jalur distribusi BBM menjadi elemen krusial untuk menopang pergerakan ekonomi warga, khususnya di area dataran tinggi dan rute angkutan barang.
“Kehadiran BPH Migas di sini adalah untuk menjamin ketersediaan stok BBM bagi masyarakat di setiap SPBU. Kami juga memastikan kualitas produk yang dijual benar-benar sesuai dengan standar kelayakan yang telah ditentukan,” ucap Bambang Hermanto sesudah meninjau beberapa SPBU di Wonosobo, Jumat (15/5/2026).
Pada monitoring itu, BPH Migas mengecek infrastruktur serta fasilitas di SPBU, termasuk mutu pelayanan bagi konsumen. Bambang Hermanto yang populer dipanggil Baher pun berbincang langsung bersama para pengemudi mobil tangki demi menggaransi alur pengiriman dari terminal BBM ke SPBU terlaksana dengan aman tanpa kendala. Bukan itu saja, pemantauan pun diaplikasikan kepada angkutan yang melakukan pengisian BBM lewat mekanisme QR Code.
Proses verifikasi meliputi kecocokan identitas kendaraan seperti nomor pelat serta tipe armada dengan informasi yang terdata pada sistem elektronik.
Berdasarkan penjelasan Baher, ketersediaan BBM bersubsidi dan kompensasi yang aman bakal menolong memangkas ongkos operasional serta ongkos angkut komoditas tani maupun produk UMKM di area Wonosobo. Lewat skema tersebut, nilai jual komoditas dan hasil usaha warga diharapkan bisa konstan dan tetap ekonomis.
“Melalui pengawasan ini, masyarakat kami imbau agar wajar membeli BBM bersubsidi dan kompensasi, sehingga dapat dinikmati masyarakat yang berhak. Tidak perlu berlebihan,” tuturnya.
Dia menambahkan, BPH Migas terus memotivasi pihak manajemen SPBU untuk memperketat pengecekan elektronik serta patuh pada tiap aturan penyaluran BBM bersubsidi demi mengamankan ketahanan pasokan sepanjang tahun.
Pada kesempatan yang sama, Sales Area Manager Retail Area Semarang Pertamina Patra Niaga, Achmad Rifqi, menyambut baik langkah monitoring yang dilakukan oleh BPH Migas. Sebab menurut dirinya, Wonosobo selaku salah satu pusat pariwisata favorit di Jawa Tengah kerap mencatatkan lonjakan permintaan BBM, terkhusus ketika masa libur panjang menuju destinasi Dieng.
“Oleh karena itu, kami telah menyiapkan mitigasi untuk menjaga pasokan BBM tetap aman di seluruh SPBU. Kami mengimbau warga untuk tidak khawatir dan tetap bijak dalam melakukan pengisian di SPBU,” paparnya.
Sebelum itu, pada Kamis (14/5/2026), Baher juga memantau jalur distribusi BBM di wilayah Tegal. Monitoring di area pantai tersebut dirasa krusial lantaran Tegal menjadi perlintasan utama bagi angkutan logistik di rute Pantai Utara Jawa (Pantura) sekaligus titik keluar Tol Trans Jawa.
“Jalur Pantura and area keluar tol di Kota Tegal ini memiliki volume kendaraan logistik yang sangat tinggi, sehingga potensi kerawanan penyalahgunaan kuota Solar subsidi di wilayah pesisir ini menjadi perhatian khusus kami,” kata Baher.
Agenda pemantauan tersebut turut diikuti oleh Sales Area Manager Retail Tegal Pertamina Patra Niaga, Aris Irmi, serta Sales Branch Manager Retail Tegal I Pertamina Patra Niaga, Azri Ramadan Tambunan.