Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Makalah Energi di Forum Global

Senin, 18 Mei 2026 | 11:22:47 WIB
Tim Mahasiswa UGM (FOTO: NET)

SLEMAN - Pencapaian luar biasa kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

Tim dari Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik sukses mengamankan posisi pertama dalam kompetisi Graduate Student Paper Competition di ajang 7th Asia Pacific IEOM Conference yang dihelat secara daring oleh IEOM Society International di Bangkok, Thailand.

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari konferensi internasional ternama Industrial Engineering and Operations Management (IEOM) yang diramaikan oleh kontestan dari 56 negara.

Kelompok dari UGM ini beranggotakan lima mahasiswa angkatan 2024, antara lain Arham, La Ode Masri Ande Kolewora, Muhammad Taufiq, Saiful M., serta Virtuous Ikmal Wicaksono.

Mereka mempresentasikan riset ilmiah dengan judul “The Mid-Term Forecast of South Sulawesi’s Renewable Energy Supply and Demand: An Application of Long-Range Energy Alternatives Planning”.

Studi tersebut diarahkan oleh pembimbing Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan mengkaji topik krusial terkait estimasi pasokan dan kebutuhan energi terbarukan di wilayah Sulawesi Selatan.

Analisis yang mereka susun memperlihatkan besarnya prospek energi terbarukan di daerah tersebut, meliputi energi air, angin, geotermal, biomassa, hingga surya.

Di antara potensi-potensi tersebut, energi air menjadi yang paling mendominasi lantaran melimpahnya jumlah aliran sungai yang bisa dioptimalkan.

Merujuk pada Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Sulawesi Selatan, pengadaan pembangkit listrik tenaga air diposisikan sebagai fokus utama, sedangkan tenaga surya disiapkan sebagai opsi cadangan kedua.

Arham menjelaskan bahwa sejak 2015, permintaan energi listrik di Sulawesi Selatan meningkat pesat di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, industri, bisnis, hingga pemerintahan.

Kelompoknya kemudian mencoba memproyeksikan kebutuhan energi listrik antara tahun 2025 hingga 2034 dengan mempertimbangkan tren peningkatan tersebut.

Berdasarkan temuan studi, mereka menyodorkan dua buah skenario.

Pertama, mengikuti program transisi energi pemerintah dengan memanfaatkan seluruh potensi energi terbarukan dan menghentikan penggunaan energi fosil.

Kedua, mengombinasikan energi fosil dengan energi terbarukan.

Melalui hasil evaluasi, skenario pemaduan dinilai lebih rasional untuk diterapkan dalam periode jangka menengah.

Hal ini menandakan bahwa pengoperasian pembangkit listrik berbahan bakar fosil tidak dapat disetop seketika secara total, namun bisa dipangkas bertahap lewat target perimbangan 50 persen energi terbarukan dan 50 persen energi fosil.

Studi ini tidak sekadar menjadi produk akademis semata, melainkan turut diharapkan mampu diimplementasikan sebagai ringkasan kebijakan bagi pemda Sulawesi Selatan, Kementerian ESDM, bersama anggota DPR.

Melalui bekal data serta pemodelan sistem yang mendalam, keluaran riset ini dapat dijadikan landasan tata kelola energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kejayaan kelompok MeTSi ini merefleksikan kapabilitas para mahasiswa UGM dalam melahirkan riset yang sejalan dengan urgensi pembangunan sektor energi nasional.

Prestasi tersebut sekaligus memperkokoh reputasi UGM selaku lembaga pendidikan yang konsisten berpartisipasi memberikan jalan keluar berbasis sistem demi menjawab tantangan energi di tingkat global.

Perhelatan IEOM Conference itu sendiri merupakan sebuah wadah internasional terkemuka yang mengumpulkan kalangan akademisi, peneliti, dan juga praktisi dari berbagai penjuru dunia.

Keberhasilan insan muda UGM di level dunia ini diharapkan mampu menyulut motivasi mahasiswa lainnya untuk terus melahirkan pembaruan, andil nyata, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di ranah global.

Terkini